Home / Analisis / Menguji Logika Zulkifli Hasan: Pejabat Negara Bisa Habis Bila KPK Gencar OTT

Menguji Logika Zulkifli Hasan: Pejabat Negara Bisa Habis Bila KPK Gencar OTT

Ada ungkapan “Bahasa menunjukkan budaya dan intelektual seseorang”. Meski ungkapan ini tidak sepenuhnya benar karena “Don’t judge book by it’s cover”, tetapi jika seorang Ketua MPR dan Ketua sebuah partai (Partai Amanat Nasional) mengemukakan statement “Pejabat Negara Bisa Habis Bila KPK Gencar OTT” tentu mengundang tanda tanya. Serius bagi saya ini tidak main-main, apalagi lucu. Ini berkaitan dengan stabilitas dan lembaga negara. Apalagi ditengah gencarnya kasus korupsi ramai-ramai e-KTP yang melibatkan banyak pejabat/wakil rakyat, termasuk Ketua DPR RI “Papa” Setya Novanto. Buntut kasus bahkan dibentuknya Pansus KPK.

Saya (bisa) mengartikan ini:

  1. Zulkifli Hasan menyalahkan KPK melakukan OTT.
  2. Zulkifli Hasan secara tidak langsung mengatakan pejabat negara, termasuk beliau, adalah koruptor sehingga bisa habis kena OTT (pengakuankah ?). Wah, kasihan pejabat negara yang jujur yang disamaratakan dengan koruptor.

Pemahaman Anda sendiri bagaimana?

Logika Matematika

Dalam logika matematika, kita belajar untuk mementukan nilai dari suatu pernyataan, baik bernilai benar atau salah. Pernyataan sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Pernyataan tertutup (kalimat tertutup)

Pernyataan tertutup atau kalimat tertutup adalah suatu pernyataan yang sudah memiliki nilai benar atau salah.

Contoh:
“3 adalah bilangan genap”, kalimat tersebut bernilai salah karena yang benar adalah “3 adalah bilangan ganjil”.

  1. Pernyataan terbuka (kalimat terbuka)

Pernyataan terbuka atau kalimat terbuka adalah suatu pernyataan yang belum dapat ditentukan nilai kebenarannya karena adanya suatu perubah atau variabel.

 

IMPLIKASI, KONVERSI , INVERSI , KONTRAPOSISI

Implikasi               : p => q
Konversi                : q => p
Inversi                   : ~p => ~q
Kontraposisi          : ~q => ~p

Contoh :
Implikasi   : Jika saya ke Jakarta, maka saya membeli sepatu.
Konversi    : Jika saya membeli sepatu , maka saya ke Jakarta.
Inversi       : Jika saya tidak ke Jakarta, maka saya tidak membeli sepatu.
Kontraposisi : Jika saya tidak membeli sepatu, maka saya tidak ke Jakarta.

 

PENARIKAN KESIMPULAN
Penarikan kesimpulan adalah konklusi dari beberapa pernyataan majemuk (premis) yang saling terkait. Dalam penarikan kesimpulan terdiri dari beberapa cara, yaitu:

kredit gambar: studiobelajar

 

Study Kasus:
Kasus 1:
Premis 1 : Jika Sunardo rajin belajar, maka Sunardo juara kelas
Premis 2 : Sunardo rajin belajar
Kesimpulan dari kedua premis diatas adalah ….

Jawab:
Premis 1               : p \Rightarrow q
Premis 2               : p
Kesimpulan          : q (modus ponens)
Jadi kesimpulannya adalah Sunardo juara kelas. (Meski bukan sebuah jaminan rajin belajar menjadi juara kelas :p).

Kasus 2:
Premis 1 : Jika hari hujan, maka sekolah libur
Premis 2   : sekolah tidak libur
Kesimpulan dari kedua premis diatas adalah ….

Jawab:
Premis 1               : p \Rightarrow q
Premis 2               : \sim q
Kesimpulan          : (modus tollens)
Jadi kesimpulannya adalah hari tidak hujan.

Sekarang mari kita lihat pernyataan Zulkifli Hasan: Pejabat Negara Bisa Habis Bila KPK Gencar OTT
Kalimat ini bisa disederhanakan menjadi:
Premis 1: Pejabat negara bisa habis bila KPK gencar melakukan OTT
Premis 2: KPK gencar melakukan OTT
Kesimpulan: …….. (isi sendiri).

Jika menggunakan logika yang sama, maka statement ini sama dengan: Agar pejabat tidak habis (karena tertangkap tangan), KPK perlu dilarang melakukan OTT

Logika dan solusinya menurut hemat saya sederhana saja:

Kasus: Pejabat negara bisa habis bila KPK gencar melakukan OTT
Solusi: Pejabat negara tidak KKN/menerima suap

Lagipula saya yakin pejabat negara tidak akan habis. Dari 250 juta lebih penduduk Indonesia, masih banyak yang jujur dan mampu menjadi pejabat negara (termasuk saya sendiri :D).

Under Pressure?

Selain mengeluarkan pernyataan kontroversial tersebut, Zulkifli Hasan juga menyatakan ketakutannya akan menjadi korban OTT.  “Ketua DPR RI Setya Novanto juga sedang ramai dengan KPK. Tinggal Ketua MPR RI. Lama-lama saya takut juga,”. Entah kenapa beliau menyampaikan pernyataan seperti ini. Apakah beliau menakutkan suatu ‘kasusnya’ terbongkar atau hanya dibawah tekanan karena koleganya tersangkut kasus KKN semisal ‘Papa’ Setya Novanto atau adiknya Helmi Hasan ( Wali Kota Bengkulu) yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana anggaran bantuan sosial tahun 2012 dan 2013 senilai Rp 11,4 miliar.

Saran saya buat Zulkifli Hasan:

kalau takut jangan berani-berani (melakukan KKN)

kalau berani jangan takut-takut.

 

Salam Cerdas dan Berani dari Calon Pejabat Negara

 

-SP

Loading...

About sunardo

Check Also

Lagi-Lagi Teror Orang Gila, Kini Giliran Rumah Ketua MUI Madiun

Strategi teror orang gila memang menjadi salah satu strategi yang dilakukan oleh para aktor intelektual …

  • Happy Lasting

    Kalau ga mau habis, JANGAN KORUPSI LAH! Jangan dibalik2 logikanya!

  • No Fear

    Kalau takut, pasti ngga berani
    Kalau berani, pasti ngga takut
    Kalau udah niat, walau takut pasti di-berani2-in
    Simpel , Kan ?

  • Indri Giber

    Kalau dulu yg ramai diprotes kan ttg penyadapan, rupanya kurang berhasil. Kemudian ada protes ttg pembatasan angka yg masuk wewenang KPK (>1M), rupanya juga gagal. Sekarang masalah OTT.

    OTT itu merupakan senjata pamungkas KPK. Kenapa? Karena menghasilkan bukti yg sgt kuat secara hukum. Disamping itu, OTT juga berfungsi untuk publikasi juga yg sangat efektif untuk menggalang dukungan publik, dan menghalangi pihak2 nakal utk bernegosiasi “behind closed door”. Menjadi semacam akuntabilitas publik juga.

    Mengenai statement pak ZH, saya mendeteksi kejanggalan. Setahu saya beliau sgt mumpuni and politically savvy. Kok bikin blunder begini yah? IMHO, statement beliau irrational dan illogical.

    • Sunardo Panjaitan

      Benar, entah issue apa lagi yang akan dihembuskan.
      ZH orangnya sangat hati-hati, ketika dia blunder seperti ini sepertinya ada ‘kepanikan ‘ ZH.

  • minor13

    secara tidak langsung si doi sendiri menyatakan “sebagian besar pejabat ikut korupsi” …. gimana rakyat ngga tambah ngga percaya dgn lembaga DPR, DPD, MPR klo merasa akan kena OTT klo KPK ngga segera dibungkam …. klo memang bersih ngga perlu merasa risih diawasi KPK ….
    toh klo misal OTT itu rekayasa, apa bisa semuanya direkayasa, ngga mungkin ah rasanya

    justru pejabat yg kotor diOTT ditangkapin aja semua biar yg masih bersih ngga terkontaminasi …..

    • No Fear

      Yah gitudehhhh klo ketua dHewan Majlis idiot akut, gak bisa memperkirakan implikasi/efekdomino perkataan-nya, istilah medis-nya “Drain-Bamage” hahahahhh….

    • Sunardo Panjaitan

      Benar…. statemennya terkesan menyalahkan dan tidak mempercayai KPK.

  • Sekar Pramudyo

    Kalau tanggung-tanggung jangan korupsi..
    Kalau korupsi jangan tanggung-tanggung!!
    (Haha@#%&**;??)

    #logikaopo

    • Sunardo Panjaitan

      Hahahaha.. Ntar jadi korupsi berjamaah dong T_T

      • Sekar Pramudyo

        Karena sejatinya: KORUPSI ADALAH SEBAGAI OLI PEMBANGUNAN..
        (???)

        #LOGIKAJAMANNOW
        #manusiamabokmicin

        • Sunardo Panjaitan

          Nah logika si Fadli Zon juga ngaco… 11 12 :lol

          #IndonesiaDaruratMicin

  • Dr. Lao

    Jika pejabat korup habis di OTT seperti kekhawatiran ketua MPR, apakah berarti sebagian besar pejabat memang cenderung korup?

    Bisa jadi, sebab sistem kepartaian dan pencalonan masih membutuhkan buanyak sekali uang, jadi mereka yang punya visi dan kemampuan memimpin belum tentu bisa menjabat karena tidak banyak uang.

    Lalu budaya mau menang sendiri dan cari gampang masih mengakar, jadi biar pejabat ga habis, perlu pembenahan dari sejak pendidikan dasar.

    Soalnya pendidikan sekarang fokus pada pilihan ganda dan nilai tinggi, bukan pada pembentukan karakter yg luhur.

    Biar makin banyak yg kayak Jokowi dan Ahok.

    • minor13

      “pendidikan sekarang fokus pada pilihan ganda dan nilai tinggi” –> se7, bukan pemahaman mendalam …..

    • Sunardo Panjaitan

      Meskipun abad baru telah lahir (milenial), generasi berkarakter kerdil masih menjadi aktor-aktor utama dalam perjalanan Indonesia.

  • Robin

    Kalau habis ya ganti yg baru, yg lebih idealis, lebih berprinsip, lebih cepat habis lebih bagus, justru kalau zulkifli hasan bilang begitu, berarti kemungkinan besar beliau memang ada “main”, makanya takut terbongkar

    • minor13

      tul bang …. biar yg masih bersih didalem ngga terkontaminasi, yg masih idealis inovatif diluar bisa bergabung masuk …..

    • Sunardo Panjaitan

      Setuju. That’s the point 😀

    • Felix Lai

      Kalau bisa jangan hanya di OTT, sekalian dimatiin saja koruptornya, hitung” ngurangi jumlah penduduk Indonesia yang sudah padat.
      Pada dasarnya Indonesia gak butuh pejabat” model seperti itu, hanya pintar ngomongnya saja tapi karyanya NOL BESAR.

      • Robin

        Masalahnya negara kita tdk menganut UU hukuman mati utk koruptor, yg buat UU ya DPR, yg mengesahkan UU ya DPR, yg korup ya DPR, jadi koruptor gak mgkn buat UU hukuman mati utk koruptor

        • Felix Lai

          Yang buat DPR untuk melindungi mereka juga.
          Jadi semuanya cuma sandiwara belaka, kita sebagai rakyat cuma disuruh nonton sandiwara mereka.
          Milih anggota dewan, liat mereka berdebat di TV cuma sandiwara, dibelakang mereka ketawa ketiwi.

  • No Fear

    Julkeplek Jadi ketua parTAI & ketua Dhewan Majlis bukan karena “ke-cerdasan-nya, ke-bijaksanaan-nya, ke-jujur-annya” . Lebih karena “setoran-nya, akal bulus-nya, ke-dekat-annya dgn ketua2 Gerombolan si Berat”.
    Target OTT KPK adalah mereka2 yang maling anggaran, kolusi korupsi nepotisme, menggadaikan amanah jabatan demi pundi2 harta Haram. Tentu KPK tidak akan Dan tidak akan bisa meng-kriminalisasi pejabat2 bersih yang benar2 bekerja demi kemakmuran rakyat NKRI. apabila Julkeplek khawatir rekan2 koruptor-nya akan “habis” kena OTT, sebenarnya “beliau” mengakui (baik secara sadar maupun tdk sadar) bahwa mayoritas rekan2 nya anggota dhewan maupun yg menjabat posisi gubernur + wakil, bupati+ wakil adalah kriminal2 yg memenuhi syarat2 untuk jadi target OTT KPK.
    ∆Klo gak salah kenapa takut, klo mmng salah ya siap2

    • betterthangood ina

      zul kalo di bwh kpk skrk dia sudh tecyduk wkt menhut kmrn…………..)

    • minor13

      “Julkeplek ” —> namanya jadi tragis gini …. wkwkwkwk #OOT

  • Look Komodo

    mantap pak… seperti kjian tan malaka dalam madilog,,,

    • Sunardo Panjaitan

      Terima kasih sudah dibandingkan dengan Tan Malaka, tapi saya merasa belum pantas disandingkan :D. Anyw, I consider it as a compliment 😀