Home / Analisis / Monas Akhirnya Menjadi Panggung Politik

Monas Akhirnya Menjadi Panggung Politik

Dalam 2 bulan kepimpinan Anies-Sandi, kegaduhan demi kegaduhan membuktikan dugaan bahwa Jakarta hanyalah panggung politik Anies-Sandi. Dan Monas pun disetting menjadi panggung politik kelompok haus kekuasaan ini.

Setelah Demo 212, isu Natal Politik, Aksi Bela Palestina yang seharusnya murni sebuah ungkapan keprihatian pun jelas-jelas ditunggangi Anies untuk pidato politik. (Baca : Anies: Negeri Besar Bernama Indonesia, Warganya Solid Menentang Keputusan Trump). Sebagai “cuma Gubernur Jakarta”, Anies memposisikan diri sebagai RI1 yang memberikan orasi kepada konstituen.

Kegemaran pidato, dan orasi Gubernur baru Jakarta ini termanifestasi pula dengan podium megah di Balaikota. Trenyuh juga melihat perubahan drastis di Jakarta, dari yang berorientasi kerja, menjadi orientasi politik kekuasaan.

Hengkangnya Jokowi di Jakarta, dan fokus bekerja di Istana Bogor adalah langkah yang tepat. Jakarta sudah bisa dipastikan tidak akan kondusif secara politik, infrastruktur, bahkan keamanan Jokowi. Narasi “mari kita rebut kembali” adalah narasi yang ngejak padhu (mengajak berkelahi), lebih dari sekedar hendak berkontestasi politik.

Masa depan Jakarta yang semakin redup ini telah membuat prihatin para relawan Indonesia Baru. Bahaya banjir, proyek mangkrak, sampai bahaya penyelewangan APBD bukan lagi menjadi mimpi buruk, tapi sedikit demi sedikit mulai terjadi.

Apakah pemerintah pusat akan berdiam diri? Dengan simbol-simbol politik, Jokowi memperjelas posisi politiknya, Politik Kerja. Jokowi terus bekerja, sementara di jam kerja Anies malah pertemuan politik dengan Gerindra mendeklarasikan Sudirman Said, calon masalah yang lain.

Menyakitkan sekali melihat realitas ini. Ketika suasa banjir sedang mencekam, justru politik menjadi prioritas. Baik Anies-Sandi terlihat jelas bukanlah orang operasional, jadi mengharapkan mereka bisa bekerja seperti Jokowi-Ahok adalah sebuah kemustahilan.

Monas telah menjadi saksi bisu, bahwa bukan sekedar strategi politik, ataupun pura-pura menjadi dumb (bodoh), tapi memang isone gur kuwi (bisanya cuma itu). Apabila tim operasional Anies-Sandi tidak jalan entah itu TGUPP atau yang lain, maka sudah pasti Jakarta akan gagal total dibawah kedua orang ini.

Para relawan, dan pendukung Anies dari bekas-bekas “relawan baik” Indonesia Mengajar terlihat membisu dan diam. Entah apa yang mereka pikirkan, bukankah seharusnya tetap harus mengawal di saat-saat seperti ini? Kalau dari pihak Sandi, memang tidak bisa begitu diharapkan banyak. Sejak semula Sandi adalah Gerindra, dan pebisnis politik. Jadi, dia akan terus berbangau, lipbalm, superman, dan kekonyolan lain. Karena this is just a game for him. 

Monas sudah menjadi panggung politik, Jakarta sudah masuk dalam perangkap masalah yang belum tahu jalan keluarnya. Panggilan untuk para relawan Indonesia Baru di semua partai politik, komunitas, dan kelompok untuk bangkit dan membangun kekuatan baru.

Demi masa depan anak-anak kita nanti, bro! Monas…Monas nasibmu koq jelek sekali….

Pendekar Solo

Loading...

About Pendekar Solo

Relawan Indonesia Baru

Check Also

Serial 227 Karya Ahok Yang Mencengangkan (7) Keberanian Ahok Bangun Flyover Pancoran

Di ujung jalan terlihat Ipda Darman, salah seorang petugas Ditlantas Polda Metro Jaya yang berjaga di …

  • Eddy Lou

    pantas aja sk gub tentang monas dicabut anus, rupanja sengaja buat panggung politik dan unjuk kekuatan massa buat nantang pak de jw, kita harap di th 2018 ibukota segera pindah ke kalimantan…

  • No Fear

    Monas mAnies, Monas mAnies….
    Ancuur deehhh……

  • Ari

    Suatu waktu mungkin akan ada masa monas dengan icon bongkahan emasnya di atas akan di klaim sebagai milik mereka, diturunkan dibagi-bagi demi keberpihakan dan akan dimanfaatkan untuk kepentingan yang kata mereka umat…hati2 jakarta hari ini dan seterusnya sepertinya akan semakin marak agama di politisasi bahkan jakarta sudah mulai pudar cahaya ke ibu kotaannya, monas sudah terasa bukan lagi tempat yang nyaman sebagai destinasi wisata…hmmm sugguh menyedihkan 🙁 #RiPMonas

    • Lanina

      Betul itu, emas nya Monas buat bagi-bagi rejeki, tugu nya di hancur kan dgn alasan ‘berhala’ preettt lah….

      • Ari

        Saya sudah merasakan sendiri sebagai wisatawan lokal hehe, senin saya ada keperluan ke jakarta, pagi urusan sudah selesai saudara menyarankan “jalan2 aja ke monas disana ada bus wisata keliling jakarta gratis..” saya pikir asik juga neh akhirnya naik gojek kesana eh ternyata ditutup kalau senin..duh kecewa..mau naik bus wisata gak bisa karena jalur ditutup ada demo, yang demo biasalah yang itu itu saja gak jauh dari gerbang masuk monas..yah beginilah jakarta saya hanya bisa menggerutu dan mungkin ada diantara warga yang lain juga terganggu aktivitas kerjanya..gila aja senin mereka sibuk demo mungkin sudah jadi kerja nya mereka kali ya