Home / Anti Hoax / Tifatul Sebar Berita Hoax, Hapus konten Tetapi Tidak Merasa Bersalah

Tifatul Sebar Berita Hoax, Hapus konten Tetapi Tidak Merasa Bersalah

Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring, tidak henti-henti membuat kehebohan. Setelah menyampaikan doa yang kontroversial saat Sidang Umum MPR, kini Tifatul kembali membuat kehebohan. Kehebohan karena ternyata Tifatul yang mantan Menkominfo tersebut menyebarkan berita hoax.

Berita hoax yang disebarkannya berkaitan dengan isu yang sedang menghangat, yaitu krisis Rohingya. Karena saya sudah diblok (kebanyakan menyerang beliau saat jadi Menkominfo), maka saya hanya bisa dapat capturean dari cuitan hoaxnya terebut seperti berikut.

Tif kapan toh sadarmu? mau alesan kepencet lagi?😋

Cuitan Tifatul ini menjadi sangat menyedihkan karena Tifatul adalah seorang mantan Menkominfo yang harusnya mampu menjadi orang yang bijak sebelum menyebarkan sebuah berita. Ini malah seperti tidak ada tersisa sedikitpun semangat seorang Menkominfo yang harusnya punya kesadaran menjaga media sosial bersih dari berita hoax.

Apalagi mengenai krisis Rohingya ini sudah beberapa berita hoax yang beredar untuk memancing kerusuhan di Indonesia. Ada juga yang bahkan menggunakan nama media ternama supaya orang lain percaya berita tersebut. Berita hoax ini langsung diklarifikasi oleh Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli.

Isu Rohingya ini memang menjadi isu yang sangat senang digoreng oleh kaum sumbu pendek dan bumi datar yang memang mata pencahariannya adalah dari kekisruhan seperti ini. Mereka teriak-teriak kemana-mana lalu ujung-ujungnya minta donasi. Entah kemana donasinya mereka salurkan tidak jelas arahannya.
Masih ingat bagaimana dulu pihak kepolisian juga mempertanyakan uang donasi yang dikumpulkan oleh Ketua GNPF, Bachtiar Nasir yang diduga disalurkan ke teroris ISIS. Belum lagi bagaimana donasi yang dilakukan oleh Cak Budi yang ternyata uangnya dipakai untuk membeli Fortuner dan iPhone 7. Alasannya sih untuk kelancaran aksi sosialnya.
Strategi-strategi begini memang marak terjadi di Indonesia. Syaratnya hanya satu, yang diserang muslim oleh non muslim. Tidak peduli apakah itu sebenarnya adalah isu etnis atau agama, yang penting digoreng terus supaya sapat dana bantuan buat demo atau berdalih diberikan bantuan ke tempat konflik.
Padahal kalau mau jujur dan kita lihat dengan mata kepala yang jernih, isu Rohingya ini bukanlah isu yang perlu dibesar-besarkan dan sudah terjadi bertahun-tahun. Masalah ini bukan persoalan dengan Myanmar semata, tetapi juga melibatkan negara lain, yaitu Bangladesh. Myanmar yang sebenarnya sama-sama menolak Rohingya ini seperti Bangladesh, menjadi lebih menarik digoreng.
Alasannya tentu saja karena Bangladesh tidak mungkin dipakai untuk meruncingkan krisis ini demi mendapatkan kehebohannya sehingga dana yang didapatkan lebih besar. Sama seperti konflik di Yaman yang pastinya tidak akan laku karena yang menyerang adalah Arab Saudi.
Lalu siapa sebenarnya yang paling getol menggoreng isu ini?? Kalau saya terus terang saja, dengan menyebarkan berita hoax ini, maka Tifatul dan gerombolannya adalah salah satu kelompok yang paling senang menggoreng isu ini. Sangat kompak. Bahkan Fahri Hamzah yang adalah anggota PKS yang tidak dianggap juga ikut arus menyerang pemerintah.
Sangat menyedihkan dan memprihatinkan kalau melihat kualitas oposisi model PKS ini. Mengaku merekrut orang-orang intelektual kampus, tetapi malah menggunakan kepintarannya untuk membodoh-bodohi dan menipu orang lain dengan berita hoax model begini. Yang diisukan pun yang aneh-aneh. Sudah tahu pemerintah bergerak dan berkerja yang ditunggu malah pernyataan Presiden Jokowi.
Mana sih sebenarnya yang paling dibutuhkan?? Pernyataan atau tindakan?? Perempuan saja tahu, kalau pernyataan itu tidak ada gunanya tanpa sebuah bukti perbuatan seorang pria yang cinta padanya. Presiden Jokowi bukan model Presidennya PKS, Erdogan yang lantang bicara tetapi ujung-ujungnya minta bantuan ke Indonesia yang secara regional dekat
Saya jadi menduga-duga mengapa banyak pelaku penyebar berita hoax dewasa ini. Apakah karena mantan Menkominfo pun kelakuannya seperti ini. Menyebarkan berita hoax tanpa mengecek terlebih dahulu kebenaran beritanya. Ataukah memang ini sengaja, sama seperti saat Tifatul mengaku tidak sengaja salah pencet akun prono.
Pak Tifatul memang jagonya ngeles. Kali ini pun saya yakin dia akan membuat alasan untuk mengeles juga. Apakah kali ini tidak sengaja terpencet juga?? Memang tidak habis pikir kalau melihat elit PKS seperti ini. Kalau elitnya aja seperti ini, maka tidak heran kalau kader dan simpatisannya bernama Cyber Army juga melakukan hal yang sama.
Ini ngelesan bajajnya..

 

https://twitter.com/nickleuw/status/904246337041965056

 

Kalau mau belajar bagaimana supaya tidak jadi penyebar berita hoax, maka saran saya, jauhilah orang-orang PKS. Kerjanya cuman nyinyir tidak berkelas dan menyebarkan berita hoax.
Salam Kepencet.
Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Niat Baik Ahok Yang Selalu Disalahartikan…

Kejadian siswi yang mengirim surat kepada Ahok yang sekarang menjadi viral sebenarnya patut kita sesalkan. …