Home / Fiksi

Fiksi

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 51

Menurut Pranaja saat membaca hasil tersebut, Angelica mengalami masalah pada saluran sel telurnya hingga sperma tidak bisa mendekati sel telur untuk membuahinya. Juga ada masalah komplikasi pada indung telurnya yang terjadi secara alami. Tidak bisa dioperasi atau diobati. Dua hal yang membuatnya tidak bisa memiliki anak. Miles sangat terkejut saat …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 50

Rapat pagi itu bersama para wakil direktur berjalan dengan baik. Semua bagian memberi laporan yang memuaskan. Reputasi perusahaan mereka semakin baik di mata klien dan konsumen. Keuntungan mereka tahun itu hingga saat ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya di bulan yang sama. Kompetensi di antara pegawai juga baik dan …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 49

Pintu ruangan terbuka dan wanita itu masuk. Tanpa menyadari ada yang sedang duduk di salah satu sofa di dalam ruangannya. Kirana mendekati mejanya lalu meletakkan tasnya di atasnya. Dia melihat ke arah pemandangan di luar jendela sesaat. Lalu dia duduk dan melihat ke sekeliling ruangannya. Saat itulah mata mereka bertemu. …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 48

William senang hari itu dia tidak harus bermain bersama dengan temannya di tempat penitipan. Kirana membawanya ke mal untuk membeli beberapa pakaian baru untuk putranya. Terakhir kali dia membeli pakaiannya saat dia berusia tiga tahun. Kini menjelang lima tahun pakaian lamanya sudah kesempitan. Seperti halnya anak-anak, dia bosan dua jam …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 47

Mungkin pria inilah yang membuat ketiga kandidat sebelumnya pulang dengan ekspresi marah dan kecewa. Dia tahu benar bagaimana memilih orang yang untuk bekerja kepadanya. Kepala bagian, pantas saja dia turun tangan langsung melakukan proses seleksi. Inikah orang yang ditakuti oleh kandidat sebelumnya? Apa yang telah dilakukan Kirana selama ini? Bagaimana …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 46

Pria itu akhirnya menghadap meja dan melihat ke arah berkas di hadapannya. Pria di tengah mengatakan sesuatu kepadanya dan pria itu mengangguk pelan. Menit-menit menunggu dia untuk melihatnya sangat menyiksa. Dia tidak sabar menunggu untuk menatap mata biru cerahnya lagi. “Kirana Paramitha.” ucap pria itu sambil membaca map di depannya. …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 45

Lobi perusahaan itu begitu megah. Siapa pun perancangnya punya selera yang bagus. Tiang-tiang penyangga berlapis marmer, begitu juga dengan lantainya. Langit-langitnya tinggi dan berhiaskan beberapa lampu kristal yang indah. Dindingnya dihiasi dengan lukisan-lukisan berukuran raksasa. Lukisan beberapa kantor cabang dengan pemandangan di sekitarnya yang indah. Kantor pusat adalah gedung tertinggi. …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 44

Kirana membuka pintu di hadapannya lalu menutupnya kembali. Dia membalikkan badan dan melihat atasannya sedang tersenyum ke arahnya. Dengan tangannya Simon menunjuk kursi di hadapannya. Kirana berjalan mendekat dan duduk di kursi kosong tersebut. “Aku tahu kamu baru menduduki posisi sebagai kepala bagian pemasaran di sini selama tiga tahun. Tetapi …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 43

Siap untuk melanjutkan hidup, akhir pekan itu Miles membereskan barang-barang pribadi milik istrinya. Para pembantunya di rumah menolongnya. Miles mempersilakan mereka mengambil apa pun yang mereka sukai. Sepatu, tas, asesoris, baju, atau buku. Sisanya akan dia sumbangkan. Seluruh perhiasan milik istrinya dia jual, termasuk cincin pertunangan dan cincin kawinnya. Rekening …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 42

Memenuhi janjinya kepada kedua orang tuanya, Miles pulang ke negaranya. Dia berencana tinggal di sana selama dua bulan. Ibunya memeluknya erat saat menyambutnya di bandara. Wajah wanita itu sekejap saja sudah bersimbah airmata. Ibunya bagai tidak bisa mengenalnya karena wajahnya tidak bahagia. Miles menghapus air mata wanita yang telah melahirkannya …

Read More »