Home / Fiksi / Puisi

Puisi

Sajak Tukang Nyinyir ( 1 )

Oleh : Dan’s Tukang nyinyir, Tukang nyinyir… Hatimu begitu kotor, tak ubahnya para koruptor Apa isi kepalamu bocor, kok malah seperti isi kolor…ha..ha..ha Engkau tega menghina yang bahagia sepertinya senang jika orang menderita Apa tidak takut kau kena karma, dua anakmu menjadi janda   Tukang nyinyir, tukang nyinyir… Apa engkau …

Read More »

Pakdhe Mantu Kahiyang Ayu

Oleh : Dan’s   Ramai sekali siang itu Di kota Solo langit membiru menyambut tamu undangan beribu-ribu Sungguh aku terharu, rupanya Pakdhe mantu   Bidadari itu bernama Kahiyang Ayu Elok cintamu, seelok parasmu Oh…Siapa Lelaki yang kau sanding itu Sungguh beruntung mendapatkanmu   Seluruh Negeri larut dalam pesta Menyongsong derap …

Read More »

Hitam Rupamu

Terasa hasrat rindu menikmati dikau kembali Ingin kembali ketempat dikau berada Saat ini aku hanya bisa menghayalkanmu Menunggu hangatmu merasuk sukmaku Merasakan nikmatnya sambil mecumbumu sungguh aku rindu Sekalipun putih menggoda Hitam rupamu tak membuat ku patah hati Kau terlihat lebih memikat hati Panasmu menggigit membuatku harus berhati-hati merabamu Ketika …

Read More »

Gubernurku, Ayah Tiriku

Sejak Ayahku pergi Hari-hari hampa menghiasi Jutaan janji bahagiakan Bunda Namun hanya dibibir saja   Sekarang Engkau kuasai rumah Apa daya terlanjur basah Sepertinya Bunda salah pilihan Atau mungkin takdir Tuhan   Balai Kota itu rumahku dulu Kini tak bisa aku mengadu Aku rindu lincahnya Ayah Sekali tunjuk, pecah masalah …

Read More »

Pelindung Agung

Kau membuatku indah Kau hembuskan dan beriku kehidupan Kau sentuh jiwaku dengan kasih Aku bagaikan manusia sempurna Kau mengepakkan pelindungan untuk menjagaku Memberi apa yang tidak ku mengerti Tapi itulah yang kubutuhkan Tak pernah matahari berhenti menyinari pagi Namun Kau melebihi dari itu Tak cukup semua pengetahuan untuk mengartikan semua …

Read More »

Menantikan Kebahagiaan

Tidak nyaman Gelisah dan resah inilah ternyata rasanya menunggu Saat itu Ku alihkan mataku melihat kesisi kerumunan orang tua yang sedang berdoa Aku tidak mengerti mengapa mereka seperti orang yang sangat ketakuakan Seakan roh pencabut nyawa sedang menatap tajam keruang pintu yang tertutup didepan Mengapa ayah membawaku kesini Aku bosan …

Read More »