Home / Ekonomi / Impor Beras, Gerindra Dan PKS Menyerang, Pemerintah Gagal??
Foto: Alfathir Yulianda

Impor Beras, Gerindra Dan PKS Menyerang, Pemerintah Gagal??

Foto: Alfathir Yulianda

Pemerintah akhirnya melakukan impor beras di awal tahun 2018. Impor dilakukan karena harga beras meningkat pada bulan Januari. Demi mengendalikan harga, pemerintah tidak ada pilihan lain selain melakukan impor beras dari Thailan dan Vietnam. Pilihan impor ini dipilih juga demi menjaga stok beras.

Dalam penjelasannya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, menjelaskan bahwa beras yang akan diimpor adalah adalah jenis beras khusus atau beras premium. Kebijakan ini diambil karena harga beras jenis medium maupun premium melonjak beberapa hari terakhir. Di Pasar Induk Cipinang, harga beras medium tembus Rp 12.000/kg, di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450/Kg.

Dan seperti sudah diduga, para lawan poltiki pun kemudian dengan kompak bersuara menyerang kebijakan pemerintahan Jokowi tersebut. Seperti tidak tahu data yang sebenarnya juga bisa mereka dapatkan dengan mudah, para elit partai oposisi seperti Gerindra dan PKS mengkritik keras kebijakan ini.

Bahkan Fadli Zon dengan sangat menggelikan menyatakan bahwa impor ini membuat cita-cita kedaulatan pangan sudah gagal. Kok bisa dikatakan gagal?? Bukankah NKRI ini masih panjang usianya dan ketahanan pangan masih terus diupayakan?? Apalagi jumlah impor masih dalam tahap wajar demi menjaga stok dan harga.

Mentan sendiri mengakui bahwa impor beras tersebut hanyalah untuk menjaga stabilitas harga dan stok beras. Akhir Januari Mentan menjanjikan akan ada panen beras, tetapi impor beras tetap harus dilakukan demi menjaga jangan sampai stok beras dibawah 1 juta ton. Karena kalau itu terjadi, maka para mafia akan mempermainkan harga beras dan pemerintah menjadi kewalahan menjaga harga.

Saya sendiri memandang apa yang dilakukan pemerintah ini masih dalam tahap kewajaran. Impor bukan dengan jumlah fantastis dan kalau panen berhasil maka impor lanjutan tidak harus dilakukan dan stok akan aman. Tugas pemerintah tentu saja harus terus menjaga supaya stok beras ke depannya bisa lebih banyak lagi.

Apalagi yang bersuara menolak menerima beras impor hanyalah beberapa daerah yang stok berasnya aman. Sedangkan daerah lain tidak bersuara dan sepertinya sangat bergantung dengan stok beras nasional. Jika kondisinya seperti ini, maka pemerintah pusat tidak akan mau ambil resiko dengan stok beras nasional.

Kebijakan land reform menurut saya harus terus digenjot oleh pemerintah di tahun 2018 ini supaya kebutuhan beras bisa diatur dengan baik. Penggunaan lahan untuk pertanian harus jadi fokus pemerintah karena faktanya kebutuhan beras terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Beras adalah kebutuhan pokok rakyat yang tidak bisa digantikan dengan produk lainnya.

Gerakan tidak makan nasi atau mengurangi makan nasi tidak efektif menurunkan kebutuhan rakyat akan beras. Karena itu, solusi paling mujarabnya adalah reforma agraria dengan terus mengupayakan peningkatan penggunaan lahan untuk penyediaan stok beras nasional.

Jadi, kalau Gerindra dan PKS teriak pemerintah sekarang tidak pro sama rakyat dan petani janganlah percaya. Karena kalau pemerintah tidak impor maka teriakan mereka akan lain lagi. Rakyat menjerit harga beras naik. Nah loh. Jadi, pemerintah memang harus bijak memilih yang mana yang harus diamankan. Kalau oposisi mau bagaimana pun pemerintah tetap saja salah.

Yang penting harga beras bisa stabil, stok beras diamankan serta para mafia impor tidak merajalela. Karena pemerintah memakai BUMN untuk mengimpor dan beras langsung dilempar ke pasar tanpa ada broker lainnya. Bukankah dengan begini mekanisme impor bebas dari permainan?? Pada akhirnya yang terpenting dan terutama adalah pemerintah tidak boleh gagal sediakan beras.

Semoga saja akhir Januari panen berhasil dan kita bisa bergembira lagi.

Selamat Makan Nasi.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Pengamat : Jalan Raya Tanah Abang Bernilai Milyaran Untuk Lapak PKL Melanggar Hukum, Kebijakan Ga-Bener !

Ada-ada saja kebijakan baru yang telah diputuskan oleh pasangan penguasa DKI. Jakarta Anies dan Sandi. …

  • bass freq

    bini gua misa misu gara2 hrg beras yg 10 rb naik jadi 12 rb . impor beras kalo bisa ngembaliin dr 12 menjadi 10 kenapa tidak ? orang partai cm bisanya ngritik gak pake otak sama nurani sama kebanyakan minum kencing onta ya kayak gini nih modelnya

  • Eddy Lou

    memang pemerintah perlu antisipasi, dikuatirkan panel gagal krn musim atau cuaca gak menentu, bahkan kegagalan panen melanda dunia, krn cuaca ekstrim,……. jika sampai terjadi kekurangan beras pasti ada yg teriak teriak kaya org kesurupan,..

  • HMV5888

    Pokoke salawi…itu mottonya

    • Palti West

      yuppp

  • BERNAD AGROUW

    Tidak ada yg berkualitas dari yg nama PkS dan gerindra, partai radikal dan provokator.
    Ingat aja kasus kaki dan selangkangan sapi PKS, partai korupsi syariah,.
    Yg sekarang si anis dan si sandi gubernur junjungan PKS gerindra, apa yg di buatnya, selain nyinyir.
    Jadi Pekaes sama Pekakas barang bekas yg bisa di buang ke tempat sampah.
    Partai kumpulan keturunan onta yg kerja nya fitnah sana sini.

    ou

    • Palti West

      tugas mereka memang nyinyir

  • NICO

    Lempar kritik doang sih gampang. Masalahnya kalau Indonesia dipimpin oleh Gerindra atau PKS, negara ini pasti akan ancur. Liat contoh paling aktual di DKI, Anies- Sandi yang diusung Gerindra dan PKS selama 3 bulan lebih menjabat, prestasinya cuma nutup jalan di tanah abang + cabut pagar pembatas di taman Monas..
    Wkwkwkwk..

    • Palti West

      Lah urusan beras kemarin bukannya orang PKS?? wkwkwkwk

      • capuholic

        Sebenernya urusan beras yang kemaren sih aku nggak nyalahin sih. N masalah harga eceran beras 9rbu sekian yg dsarankan mentan aku nggak setuju. Kebetulan keluargaku dagang beras nih bang. Kadang orang mah beli beras juga tau ny beras doank. Aq juga nggak mudeng banget varietas padi, aq ambil contoh beras ir64 y. Walau sama2 64, pedagang beras pasti tau beda kualitas beras dari cianjur ma purworejo. Nggak bisa dsama rata bang. Kalo kasus maknyus sebenerny ke arah marketing sih, agak nyangkut k kualitas beras juga. Masalah raskin yang sekarang mah udah lumayan, kalo jaman kemaren ya tau lah bulog tuh hahahaha. Nggak komen ah, ntar kalo aq udah research dulu