Home / Event / 100HariKepemimpinanAniesSandi / H2C Jakarta (Harap Harap Cemas Jakarta)
Sumber : http://twitter.com/anies1sandiaga

H2C Jakarta (Harap Harap Cemas Jakarta)

Sumber : http://twitter.com/anies1sandiaga

Menghitung hari sejak 16 Oktober 2017, masa kerja Gubernur Anies-Sandi masih dalam bayang-bayang. Janji kampanye sebanyak 23 program berharap pada masanya nanti menjadi nyata. Ibaratnya janji adalah utang. Maka utang harus dibayar. Publik menanti ditepatinya janji manis Gubernur terpilih.

Kita melihat DKI Jakarta saat ini masih sama. Ada macet, ada banjir, dan masih belum banyak perubahan yang signifikan dengan kehadiran Gubernur baru periode 2017-2022. Dari 23 program yang digembar-gemborkan saat kampanye politik, ada 4 program utama. Dalam masa kerja yang masih hitungan hari ini, 4 program utama Anies-Sandi menjadi prioritas dan sangat ditunggu realisasinya oleh publik.

Jakarta adalah kota dengan kepadatan penduduk yang sudah melebihi batas. Jakarta memang kota yang serba ada. Serba ada macet, serba banjir, serba padat, segala fasilitas pun serba ada disana, dan serba mudah mendapatkannya. Serba dengan kemeriahan dan keriuhan.

Sebuah kota dengan kompleksitasnya. Kompleks pula masalahnya. Sebuah harapan dari kota yang penuh dengan kompleksitasnya ini dapat sejahtera seluruh penghuninya. Jakarta yang lebih baik benar-benar ditunggu oleh publik.

Jakarta perlu dibenahi. Tak harus besar-besaran. Namun jika satu janji  program Anies-Sandi terealisasi dan terlihat nyata perubahan serta dampaknya bagi warga Jakarta dan lingkungan, warga Jakarta akan menyambut mereka dengan senyuman. Bukan disambut dengan aksi-aksi yang berisi tuntut menuntut atau bahkan teror.

Memasuki 100 hari pertama masa kerja sebagai Gubernur baru DKI Jakarta, Anies-Sandi sudah mulai menyusun program kerja. Semua program kerja tidak jauh dari visi dan misi untuk membuat Jakarta lebih baik. Warga Jakarta masih menunggu dan menunggu. Tentu pula ada sedikit banyak kecemasan diantara waktu-waktu menunggu itu.

Karena kita pun sudah sangat mengetahui sosok Gubernur baru DKI Jakarta itu. Anies Baswedan adalah sosok yang memiliki pengalaman sebagai Mendikbud yang pernah mendistribusikan Kartu Indonesia Pintar yang “tidak mencapai target”. Sebuah pengalaman yang tidak ingin terjadi lagi pada programnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Anies Baswedan memang bukanlah Ahok. Gaya kepemimpinan Anies lebih mampu berkomunikasi dengan bahasa yang baik. Hal ini membuka kesempatan adanya musyawarah antara pemimpin dan rakyat. Komunikasi yang baik khas Anies Baswedan juga diharapkan dapat menjadi jalan tengah jika suatu saat nanti ada perbedaan pendapat. Komunikasi yang baik akan menjalin keterbukaan antara pemimpin dan rakyat.

Satu harapan bahwa pemimpin baru seperti Anies Baswedan dapat mendengar keluhan warga Jakarta, dan memberi solusi dengan alternatif jalan keluar terbaik. Kehidupan Jakarta yang multicultural, modern, dan juga metropolitan mengharapakan kehadiran pemimpin yang memiliki sikap yang tegas dan dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Sebagai Gubernur terpilih, Anies Baswedan tidak akan bekerja sendiri, Ada sosok Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur yang akan bersama-sama mewujudkan janji-janji yang pernah dilontarkan saat kampanye. Kehadiran Sandiaga diharapkan dapat saling melengkapi dalam memenuhi tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin di DKI Jakarta.

Sebagai sosok dengan latar belakang entrepreneurship, pengalamannya diharapkan dapat membawa kehidupan warga kota Jakarta jauh lebih baik. Satu program yang sudah terlihat realisasinya adalah program OK OCE. Lebih lanjut Sandi menargetkan bahwa setiap bulan akan ada 4 ribu pengusaha baru dari program ini.

Sandiaga pun optimis mampu menciptakan 800 lapangan pekerjaan setiap hari atau mencapai 50 ribu lapangan kerja baru setiap tahunnya. Yang artinya, kehadiran entrepreneurship baru akan mengurangi angka pengangguran di DKI Jakarta. Satu harapan lagi, pelan namun pasti Jakarta dapat keluar dari benang kusut yang selama ini belum terurai, yaitu pengangguran.

Selain itu, dikutip dari beberapa media, selama bulan Desember, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah meluncurkan Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Penerima KLJ ini adalah para lansia yang mendapat bantuan sebesar Rp. 600.000 setiap bulannya. Satu langkah untuk meningkatkan kesejahteraan para lansia telah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta ini. Semoga kedepannya tak ada lagi lansia yang terlantar.

Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Sandi masih terlihat kompak. Saling bersinergi dalam bekerja untuk mewujudkan pembangunan ibukota yang lebih baik dan mengedepankan kepentingan rakyat. Harapan yang tertanam dari seluruh warga ibukota bahwa keberadaan Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru untuk menepati seluruh janji kampanyenya.

Tidak bisa dipungkiri, dalam masa kerja yang masih memasuki 100 hari kerja pertama ini, masih ada kecemasan dan prasangka dari warga kota Jakarta. Berbagai spekulasi pro dan kontra pun bermunculan seiringnya waktu berjalan mengiringi kinerja pemimpin baru. Namun harapan tetaplah harus ada. Tetaplah berfikir positif bahwa keadaan akan menjadi lebih baik selama pemimpin dapat bersikap adil dan tegas.

Loading...

About yuliana

Check Also

Anies, Jakarta Memang Milik Semuanya, Tapi Bukan Berarti Loe Bisa Semaunya

Sebelum membahas larangan bermotor yang melintas di Jalan MH Thamrin yang dicabut oleh MA, saya …

  • Ari

    Tetaplah berfikir positif bahwa keadaan akan menjadi lebih baik selama pemimpin dapat bersikap adil dan tegas.<— contohnya mungkin yang di tanah abang ya???