Home / Event / 100HariKepemimpinanAniesSandi / Impian-Impian Di Bilik Kota Jakarta

Impian-Impian Di Bilik Kota Jakarta

Sumber gambar: bisniswisata.co.id

Siapa yang tidak ingin kotanya aman, masyarakatnya bahagia, dan kotanya layak huni, semua orang pasti menginginkan kotanya menjadi kota yang bersih, tidak macet, biaya hidup rendah serta kotanya indah penuh dengan sukacita. Semua masyarakat bersahaja, tertib dan tentram.

Ibarat sebuah kerajaan yang mendapatkan kejayaan, rakyatnya bahagia tanpa ada keributan, tidak ada penderitaan dan kesengsaraan yang ada hanyalah sukacita dan kebahagian belaka, semua masyarakat berkecukupan tidak ada kesenjangan ekonomi semuanya kegiatan berjalan dengan baik.

Akankah Jakarta bisa kota yang aman dan tidak macet, mimpiku untuk Jakarta adalah Jakarta bebas dari kemacetan dan kota yang aman. Jakarta adalah ibukota bangsa Indonesia, kota Jakarta adalah wajah Indonesia yang harus di tata dengan baik dan di urus dengan hati yang tulus.

Akankah kota Jakarta bisa seperti kota Tokyo, Sidney, Amsterdam, Osaka tidak usah Jauh-jauh seperti kota Singapura yang dekat dengan Indonesia. Kota ini adalah kota yang tingkat keamanan, tingkat  infrastruktur, digital, kriminalitas dan keamana di jalan raya terlengkap di dunia. Kota tersebut kota teraman di dunia.

Teringat Negara yang pernah menjajah Indonesia yaitu Belanda dan Jepang merupakan Negara yang kotanya masuk yang teraman di dunia, apakah dulu Belanda dan Jepang tidak menurunkan atau paling tidak meninggalkannya ilmu dalam penataan dan pengelolaan kota? Atau apa yang salah sehigga Indonesia bisa kalah dengan singapura yang notabene sama-sama negara jajahan.

Dalam beberapa tulisan saya  yang berjudul  “Jakarta Butuh Bukti Bukan Janji” dari jilid 1 sampai 3  merupakan kritikan kepada Gubernur dan wakil gubernur Jakarta, salah satu bukti bahwa kita ingin Jakarta mendapatkan perubahan yang besar dan kita ingin kota Jakarta berbenah dari ketertinggalan. Bukan maksud untuk menggurui dan mengkibiri Gubernur dan wakil gubernur saat ini, tetapi ingin mengingatkan supaya gubernur menepati janjinya.

Jika kita mau menganalisa kenapa Jakarta tidak bisa bersaing dengan kota lain, kenapa urusan kemacetan kota Jakarta belum tuntas? Siapa yang salah? Dalam hal ini kita tidak menyalahkan siapa-siapa, tetapi apa dan bagaimana cara supaya Jakarta bisa bangkit dari ketertinggalan dan menyelesaikan masalahnya.

Masalah Jakarta adalah masalah yang turun- temurun yang tidak diselesaikan, sehingga masalah kota Jakarta bertumpuk dan sulit untuk dipecahkan. Tidak bisa di pungkiri untuk menjadikan Jakarta menjadi kota yang aman dan bahagia butuh keselarasan antara pemerintah dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur dengan masyarakat.

Maju tidaknya suatu kota tidak terlepas dari pemimpinnya, kota Tokyo tidak sekonyong-konyong langsung kota teraman di dunia tanpa ada kinerja pemimpin kota dan masyarakat. Pemimpin dan rakyat yang menentukan apakah kota itu aman, dan  tidak terlepas dari perilaku pemimpin dan masyarakatnya juga.

Bukan hal yang mustahil Jakarta menjadi Kota teraman baru didunia, bila dimulai dari kinerja pemimpin dan rakatnya. Bergandengan tangan membangun Jakarta, gubernur dan wakil gubernur Jakarta mempunyai kapasitas dalam mewujudkan itu. Meskipun sulit, namun saatnya Jakarta di benahi dan mulai bergerak dari ketertinggalan.

Semua pemimpin punya cara dan strateginya masing-masing, Anies-Sandi adalah pilihan rakyat. Saya menyadari memimpin Jakarta bukan semudah membuat tulisan ini, bukan juga seperti membalikkan telapak tangan. Apa yang telah direncanakan dan diprogramkan oleh pemerintah untuk Jakarta silahkan di wujudakan.

Satu Program Anies dalam bidang pendidikan yang dikenal oleh masyarakat adalah program turun tangan, mari silahkan turunkan tangan masyarkata Jakarta dalam mengejar ketertinggalan. Sehingga apa yang kita impikan terhadap Jakarta bisa terealisasikan. Bukan apa yang kita ucap, tetapi apa yang telah kita perbuat, demikianlah kiranya kita dalam membenahi kota Jakarta. Apa yang telah baik di pertahanakan, apa yang tidak baik kita perbaiki. Telah lama masyarakat Jakarta menantikan Jakarta yang aman, damai dan bersahaja.

Jakarta butuh uluran tangan semua masyarakat, masyarakat tidak cukup hanya memberikan kritikan, namun mengawal dan berpartisipasi dalam mewujudkan Jakarta aman dan bahagia, kebebasan berekpresi dan berpendapat telah di atur dalam undang-undang, bagaimana kita memanfaatkan moment dan menajalin komunikasi dengan berbagai pihak, untuk memperoleh uluran tangan masyarakat untuk berpikir kritis bukan naïf dan magic.

Harapan-harapan masyarakat terhadap  perubahan kota Jakarta, sama seperti menantikan Harapan di tahun baru 2018. Masyarakat Jakarta menantikan perubahan yang signifikan untuk bisa mengejar ketertinggalan dari kota lain di dunia. Kunci dari perubahan Jakarta adalah terletak komitmen pemimpin dan kebersamaan di dalam masyarakat.

 

 

 

Loading...

About Benni Sinaga

Si Anak Jagung

Check Also

Anies, Jakarta Memang Milik Semuanya, Tapi Bukan Berarti Loe Bisa Semaunya

Sebelum membahas larangan bermotor yang melintas di Jalan MH Thamrin yang dicabut oleh MA, saya …