Home / Event / 100HariKepemimpinanAniesSandi / Jakarta Butuh Bukti Bukan Janji Jilid 3

Jakarta Butuh Bukti Bukan Janji Jilid 3

Sumber Gambar : megapolitan.kompas.com

Membicarakan Jakarta adalah hal yang menarik, dimana kota ini merupakan kota yang fenomenal dan salah satu kota tertua di Indonesia. Hal yang wajar jika banyak orang yang membicarakan kota ini dan ingin menjadi pemimpin di kota ini. Kota Jakarta dan masyarakat kota Jakarta haus akan pemimpin yang benar-benar sungguh-sungguh dalam memimpin Jakarta

Jakarta kini berusia 490 tahun ini,  kota Jakarta mendapat sorotan bagi seluruh masyarakat dalam negeri dan masyarakat luar negeri. Kota  ini menjadi salah satu kota tersibuk dan kota termacet di dunia. Kata orang tidak Jakarta namanya kalau tidak macet, sampai ada plesetan kecam ibu tiri, lebih kecam ibu kota, demikianlah masyarakat mengumpamakan kemacetan Jakarta.

Banyak orang hanya melihat bagaimana keburukan kota Jakarta, tetapi dia tidak mengerti bagaimana peranan kota Jakarta dalam keberlangsungan kehidupan masyarakat Indonesia. kota Jakarta menjadi tempat perantauan primadona untuk seluruh masyarakat Indonesia. Jakarta tidak sekedar ibu kota tetapi menjadi wajah pembangunan Indonesia dimata Dunia.

Perkembangan yang cepat memerlukan sebuah rencana induk untuk mengatur pertumbuhan kota Jakarta. Sejak tahun 1966, Jakarta berkembang dengan mantap menjadi sebuah metropolitan modern. Kekayaan budaya berikut pertumbuhannya yang dinamis merupakan sumbangan penting bagi Jakarta menjadi salah satu metropolitan terkemuka pada abad ke-21. (sumber Jakarta.go.id)

Tidakkah kita tahu Jakarta merupakan pusat  grosir terbesar didunia, tergolong kota yang memiliki bangunan pencakar langit terbesar di dunia. Dan tidakkah kita tahu bahwa Jakarta merupakan tempat museum terbesar di Asean, memiliki terminal terbesar di dunia. Memiliki 123 ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), semuanya di bangun untuk mengubah wajah Kota Jakarta di mata masyarakat. Dan masih banyak yang harus kita banggakan untuk kota Jakarta.

Pandangan negatif terhadap Jakarta  berubah dengan adanya perbaikan-perbaikan yang telah di buat. Dalam Kepemimpinan Ahok-Djarot Trend positif terhadap kota Jakarta meningkat dengan pembangunan halte dan pengadaan busway, pengelolaan rumah susun, normalisasi sungai, pengeloaan sampah dengan pasukan orange, dan yang lainnya merupakan bagian pembangunan Jakarta. Jakarta ditargetkan tahun 2019 memiliki Linght Trail Transit (LRT).

Jakarta dalam beberapa tahun telah berbenah untuk menjadi kota yang lebih baik, tempat yang nyaman dan kota yang bersahabat. Semua dikerjakan oleh pemerintah untuk menata kota Jakarta yang lebih baik.

Kota Jakarta adalah kota grosir terbesar didunia, salah satunya adalah tanah abang, baru-baru ini terjadi penataan tanah abang untuk menjadi pasar yang tertib dan bersahabat bagi masyarakat. penataan kota secara fisik diperlukan untuk melihat kekuatan ekonomi kerakyatan. Tanah abang merupakan tempat yang vital untuk dibicarakan, karena beberapa pemimpin kota Jakarta takluk dalam mengelola Tanah abang, sehingga di zaman pemerintah sebelumnya tanah abang, telah di tata dengan baik dan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Dan kembali lagi Pemimpin Jakarta  Anies- Sandi ingin mengelola tanah abang dengan merombak semua pola dan aturan yang dilakukan oleh Pemerintah Sebelumnya.

Pengelolaan tanah Abang di dapati belum  kajian mengenai tatakelola tanah abang, walaupun kajiannya belum ada tetapi pelaksanaan pengelolaannya langsung dilakukan, niatan pengelolaan ini di respon oleh pedagang kaki lima dan klaim pengelolaannya dilakukan sepihak tanpa melibatkan asosiasi pedagang kaki lima. Jadi Pengelolaan tanah abang masih bersifat uji coba, saya jadi ingat iklan minyak telon “untuk anak kok coba-coba” Apa lagi untuk Kota Jakarta.

Masih melekat dala ingatan, bahwa setiap program dan kebijakan, Anies- Sandi akan melibatkan seluruh masyarakat yang terkait, ada apa dengan asosiasi pedagang kaki lima kenapa tidak dilibatkan dalam penataan tanah abang?.

Isu tanah abang merupakan isu yang strategis yang di manfaatkan oleh pemimpin Jakarta untuk menunjukkan kualitas, atau keberanian dalam kepemimpinan. Apakah Anies- Sandi mau menujukkan bahwa mereka juga bisa mengelola dan menata tanah abang? mungkinkah ini alibi politik?.

Dalam hal memajukan Kota Jakarta, siapa pun pemimpinnya kita ingin perubahan kota Jakarta, yang terpenting diingat adalah jangan pernah mengabaikan kesejahteraan masyarakat. Kini Jakarta berbenah untuk menjadi kota yang maju seperti kota lain di dunia, namun pembangunan yang dilakukan harus mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah. Jakarta merupakan kota impian dan kota idaman bagi semua orang.

Jakarta akan berubah setelah mindset pemerintah dan masyarakat berubah. Harmonisasi  antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun kota Jakarta menjadi kekuatan utama. Hal yang menarik sewaktu debat Gubernur Jakarta dimana Anies mengatakan “Membangun Jakarta bukan sekedar membangun fisiknya saja tetapi bagaimana membangun sumber daya manusianya”

Pernyataan ini singkron dengan membangun kota Jakarta, menurut saya kalau pernyaatan bisa dibuktikan, Jakarta akan mengalami perubahan yang besar, walaupun hal ini tidak mudah namun letak permasalahan utama Jakarta adalah mind set masyarakat dan kesungguhan Pempimpinnya.

Loading...

About Benni Sinaga

Si Anak Jagung

Check Also

Kado Ahok Untuk 100 Hari Kepemimpinan Anies-Sandi di Jakarta

Memperingati 100 hari kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno yang baru lewat beberapa …