Home / Event / 100HariKepemimpinanAniesSandi / Lagi, Tangan Dingin Jokowi Bungkam Gubernur Anies
Presiden Jokowi marah besar (Dok: Kompas.com)

Lagi, Tangan Dingin Jokowi Bungkam Gubernur Anies

Presiden Jokowi marah besar (Dok: Kompas.com)

 

Dalam permainan sepakbola, menjadi seorang pemain debutan memang tidak mudah. Apalagi bergabung dengan tim besar yang sarat dengan prestasi seperti AC Milan misalnya. Sehingga dalam pertandingan pertama atau yang biasa disebut laga debut, sangat penting untuk seorang pemain menampilkan permainan terbaiknya.

Itulah mengapa untuk menunjukkan kapasitasnya dan untuk membuktikan bahwa dia layak dibeli dengan harga yang mahal, seorang strikernya misalnya dia akan berusaha keras mencetak gol pada laga perdana bersama tim barunya.

Nah, sebagai Gubernur debutan, Anies memiliki beban yang sangat berat. Karena selain “dibeli” dengan harga tunai yang sangat mahal, dia juga harus menggantikan posisi striker kenamaan yang sangat dicintai suporternya, Ahok. Ini seperti Andik Vermansyah yang harus menggantikan posisi Messi di Barcelona. Dan satu-satunya cara untuk membungkam orang-orang yang mengkritik dirinya, mau tak mau dia harus segera membuktikan kualitasnya di lapangan dan mencetak gol sebanyak-banyaknya.

Tetapi bukannya langsung menunjukkan kapasitasnya, Gubernur Anies justru sibuk menunjukkan retorika permainan kata dan ketidakmampuannya dan malah menyalah-nyalahkan Jokowi yang notabene adalah pelatihnya.

Bayangkan, pembangunan proyek MRT dituding sebagai penyebab banjir terjadi di jalan Rasuna said Jakarta. Tidak itu saja Gubernur Anies sebelumnya juga mempertanyakan amdal lalin dalam pengerjaan pembangunan jalan di jakarta. Dia juga berkomentar lucu terkait tol becak kayu yang dia sebut hanya menguntungkan pengguna jalan tol tetapi merugikan penduduk yang bermukim di bawahnya. Ketika ditanya lalu apa solusinya, seperti biasa Gubernur Anies hanya menjawab ringan: “Nanti akan kita pikirkan solusinya”.

Saya menduga, inilah yang membuat presiden Jokowi geram dengan Gubernur Anies dan langsung “membungkam” mulutnya dengan sebuah postingan di FP joko widodo. Berikut petikannya :

Di depan saya ini adalah area pembangunan Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor. Dengan alat berat, para pekerja mengeruk tanah untuk membendung Sungai Cisukabirus di bagian hulu. Inilah salah satu usaha pemerintah mengendalikan banjir di Jakarta…

Dengan postingan tersebut Jokowi sekaligus “menutup mulut” tokoh politik yang beberapa hari lalu menagih janji Jokowi yang mengatakan lebih mudah mengatasi banjir saat menjadi presiden.

Jokowi seolah ingin mengatakan : Ini lho yang saya maksud akan lebih mudah mengatasi banjir Jakarta jika menjadi presiden! Saya bikin solusi di hulu, Ahok bikin solusi di hilir. Saya tidak beretorika, saya tidak gaduh, saya tidak pencitraan, tetapi saya kerjakan! Ngerti kagak? Begitulah kira-kira.

Ya, ditengah solusi-solusi absur Gubernur Anies dalam mengatasi banjir Jakarta, diam-diam Jokowi malah sudah mengerjakannya.

Nyaris tidak ada upaya berarti dari Anies untuk mengatasi banjir. Padahal kalau kita masih ingat sejak mulai dari debat kampanye pilkada DKI hingga saat ini, solusi-solusi banjir Jakarta ala Anies sudah banyak sekali. Saking banyaknya malah sudah bisa di bukukan.

Mulai dari sumur resapan atau vertikal drainage, kemudian kajian ngawur penyebab banjir adalah banyaknya kebun teh di puncak, reklamasi bisa menyebabkan banjir rob, ingin menaturalisasi sungai di Jakarta, akan menggeser bukan menggusur rumah dipinggir kali, akan melakukan pendekatan-pendekatan, akan mendorong gerakan yang melibatkan warga, Sampai penjelasan berbuih-buih tentang air dari langit turun ke bumi dan harus dialirkan ke dalam bumi, bukan dialirkan ke laut. Dan solusi yang baru-baru ini kita dengar adalah berdoa. Karena Allah sedang kirim hujan. Ya memang kita harus berdoa, tetapi apa ikhtiar kita itu juga penting…

Tetapi anehnya, tak satupun yang dikerjakan, tidak ada kejelasan mau bikin apa, kapan akan dibuat, kapan kira-kira selesai, seberapa besar mengurangi dampak banjir. Semuanya masih dirahasiakan, masih dinegosiasikan, masih akan dialog dengan warga dipinggir sungai, masih akan..akan..dan akan…

Bandingkan dengan Ahok yang solusinya cuma satu : normalisasi sungai, gusur rumah yang dibangun diatas sungai. Dan sudah dikerjakan. Pilih mana?

Padahal kerjasama yang padu Jokowi dan Ahok sudah benar-benar terarah dan mendapatkan chemistry-nya. Ahok urusin dihilir, Jokowi urusin yang di hulunya. Namun lagi-lagi, yang ada hanya penyesalan karena kita warga Jakarta tidak mampu menjaga duet maut pekerja keras Jokowi-Ahok.

Gubernur Anies ini ibarat seorang striker debutan yang berjanji akan mencetak gol, akan memberikan assist, akan berkontribusi, akan membawa klub menjadi juara, tetapi tidak ada tanda-tanda target itu akan terwujud dan malah sibuk mencela pelatihnya. Sudah menjalani beberapa laga namun gol tak kunjung datang. Yang kaya begini biasanya di caci maki suporternya sendiri. Dan akhirnya dipecat dengan status bebas transfer.

Dan berikut penjelasan Jokowi soal solusi banjir di Jakarta yang membungkam sejumlah pihak yang meragukan kapasitasnya. Lugas, jelas, realistis dan sangat terukur :

 

Dua waduk di Kabupaten Bogor sudah mulai dibangun, Waduk Sukamahi di depan saya ini dan Waduk Ciawi. Pembebasan lahannya sudah 22 persen. Jika dua waduk ini sudah beroperasi pada pertengahan 2019 mendatang air yang masuk ke Jakarta akan berkurang 30 persen. Artinya, mengurangi potensi banjir di ibukota 30 persen.

Banjir di Jakarta memang harus diselesaikan dari hulu ke hilir. Di hulu, dua waduk dibangun. Di hilirnya, di Jakarta sendiri, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengerjakan normalisasi Sungai Ciliwung karena sungainya yang makin menyempit.

Adapun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saya harapkan untuk fokus mengerjakan hal-hal yang berkaitan seperti drainase, sungai-sungai kecil, dan pemeliharaan waduk-waduk yang ada di Jakarta. Jadi Waduk Sunter, Pluit, Melati, dan Setiabudi harus terus dibersihkan.

Pemerintah juga tengah menyelesaikan pembangunan sodetan Ciliwung untuk mengalirkan sebagian air dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Apabila pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bekerja sama dalam melakukan pengendalian banjir Jakarta, Insya Allah, persoalan banjir di Jakarta akan selesai.

Berarti lengkap sudah alasan Jokowi mendepak Anies dari kursi kabinet kerja. Selain tidak becus, ternyata Jokowi memang tidak cocok dengan menteri yang banyak omong kerja minim.

Sehingga bisa saya simpulkan Anies bukanlah DICUKUPKAN seperti yang Anies sering katakan apalagi LULUS CEPAT seperti kata Prabowo. Tetapi Anies memang DIPECAT oleh Jokowi yang 2019 nanti akan sama-sama kita dua periode kan. Pakde memang beda!!

 

Selamat dibungkam oleh Jokowi!

Loading...

About Dan Setiawan

Dukung Jokowi dua periode. email : danangstwn33@gmail.com FB : Danang Setiawan

Check Also

Saat Kesabaran Sampai Pada Batasnya, Jokowi Pun Balik Melawan

Sejak mencalonkan diri sebagai presiden di pilpres 2014 lalu, Jokowi telah mendapatkan serangan dari berbagai …