Home / Event / 100HariKepemimpinanAniesSandi / Salah Sasaran, Ancol Batal Gratis, Bagaimana Dengan Rumah DP Nol Rupiah??
Sumber : YouTube

Salah Sasaran, Ancol Batal Gratis, Bagaimana Dengan Rumah DP Nol Rupiah??

Sumber : Okezone.com

Inkonsistensi program kembali dipertontonkan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Anies-Sandi. Logika yang terbalik-balik, program yang mengambang belum jelas, berkali-kali dikoreksi, blunder, dan sejumlah “gol” yang dianulir “wasit” semakin membuat publik sadar bahwa Jakarta telah menyia-nyiakan seorang Pahlawan bernama Ahok.

Adapun pemberian gelar Pahlawan untuk Ahok sudah sesuai dengan “Surat Keputusan” yang saya buat dan saya tanda tangani sendiri tadi malam. Bukan apa-apa, kalau melihat track record Ahok memang pantaslah dinobatkan sebagai Pahlawan setidaknya versi saya sendiri. He..He..He Ditangan Ahoklah “Penjajah VOC” di Tanah Abang tak berkutik, “Kolonialisme” di Kalijodo dibubarkan paksa, “Perongrong” APBD dilawan, dan pengorbanan terakhir, demi damainya negeri, Ahok rela dipenjarakan. Bukan karena kesalahannya,namun korban dari fitnah keji dan isu SARA menjual surga. hmm…

Sekarang kita kembali ke persoalan, karena kalau menulis perjuangan Ahok dan bagaimana brutalnya cara Ahok dipenjarakan, hanya akan semakin membuat kita larut dalam kesedihan yang mendalam.

Kali ini pernyataan Bang Sandi yang memaksa saya untuk menunda waktu tidur saya dan menuliskan keresahan ini. Bang Sandi kembali menganulir program yang ia kampanyekan pada Pilkada DKI Jakarta lalu yang akan menggratiskan tiket masuk ke Pantai Ancol. Dan lagi-lagi warga menjadi korban sepoi-sepoinya angin yang dijanjikan Bang Sandi. Alasan batalnya tiket masuk gratis ini yang menarik. Berikut petikan pernyataan Bang Sandi :

 “Jadi pendapatan Ancol itu 70 persen justru berasal dari warga yang mampu,” ujarnya. Dengan kata lain, kata dia, jika digratiskan, justru tidak memberi rasa keadilan karena yang mendapat subsidi justru orang-orang mampu.

Sumber : Tempo.Co

Bang Sandi mengatakan bahwa mayoritas yang berkunjung ke Pantai Ancol adalah orang yang mampu, sehingga tidak memenuhi rasa keadilan jika mereka disubsidi. Padahal kalau niatnya adalah keberpihakan, mudah saja, tirulah metodenya Ahok. Khusus bagi pemegang KJP, gratis masuk Ancol. Para pemegang KJP pastilah warga yang kurang mampu. Simpel, nggak ribet, tepat sasaran. Fair bukan? Poinnya, Jika ingin belajar mengadministrasi keadilan sosial segeralah ke Mako Brimob untuk menemui pak Ahok.

Disinilah bedanya Bang Sandi dengan Ahok. Jika Ahok mampu secara komprehensif dan rinci menjelaskan programnya, maka sebaliknya, Bang Sandi baru sebatas mengkaji, itupun kajiannya ngawur dan observasinya pun seringnya salah. Pejalan kaki yang tumpah dari stasiun sebagai penyebab kemacetan Tanah Abang adalah contoh kesalahan fatal “penelitian” karya Bang Sandi.

Bang Sandi seperti tidak mengerti bahkan dengan yang apa dia kemukakan sendiri. Makanya muncul istilah-istilah absur seperti : ojek terbang, pasukan langit, pojok ta’ruf, wisata malam syariah, dan banyak lagilah yang lucu, sulit dicerna dan butuh penerawangan khusus untuk sekedar memahaminya. Ya maklum lah kalau akhirnya dibentak tukang ojek di Tanah Abang. he..he..he

Coba lihat penjelasan Bang Sandi soal kemacetan dibawah ini.

“Kalau yang punya uang mungkin bisa membantu ee.. untuk meringankan ee.. kemacetan di Jakarta itu dengan secara simbolis ee… mengurangi ee… menambah kemacetan itu dengan menambah kendaraan yang ada di jalan Jakarta. Kita kedepan yang masyarakat yang punya uang juga berpartisipasi mengurangi kemacetan di Jakarta. Itu gerakan menurut saya.”

Apa ada yang mudheng? Ha..ha..ha

Kembali ke soal Ancol. Masuk Pantai Ancol itu hanya bayar Rp 25.000. Masih sangat terjangkau untuk liburan warga Jakarta. Berbeda misalnya anda masuk wahana-wahana semacam Dufan atau Gelanggang Samudera, yang bisa mencapai ratusan ribu. Nah, mungkin orang yang ke wahana-wahana itulah yang dimaksud Bang Sandi dengan “orang yang mampu”. Tetapi kalau hanya Pantai Ancol, kebanyakan mah warga biasa…

Kalau kita mau pakai logika Bang Sandi tentunya ini kontradiksi dengan program andalan lainnya yakni Rumah DP 0 rupiah. Disaat Bang Sandi ogah menggratiskan Ancol dengan alasan tidak mau subsidinya salah sasaran, disisi lain Bang Sandi malah ingin memberikan rumah bagi warga yang gajinya minimal 7 juta rupiah. Artinya orang mampulah yang disubsidi DP 0 rupiah. Apa tidak salah? sama sekali tidak sinkron, padahal sudah ada tim sinkronisasi. 

Belum lagi tiket Busway yang tadinya Rp 3.500, sekarang mau dinaikkan menjadi Rp 5000. Sudah begitu malah mengatakan harga tiket turun. Apa tidak sedih kita dibuatnya…Sesuai prediksi saya, janji-janji manis Anies-Sandi berakhir dengan kekecewaan yang mendalam. Pengguna Busway akan kecewa karena ongkosnya naik, para buruh dikecewakan karena nilai Upah Minimum Provinsi jauh dibawah harapan, alumni 212 kecewa karena Gubernur Anies tidak menghadiri undangan, dan sebentar lagi  nelayan Teluk Jakarta yang akan dikecewakan karena akhirnya reklamasi jalan terus.

Kalau sudah begini, 58 % warga Jakarta lah yang kasihan karena menjadi korban inkonsistensi Anies-Sandi. Di nyinyirin terus karena membela Bang Sandi, tapi disisi lain Bang Sandi terus saja membuat pernyataan-pernyataan yang kontraproduktif.

Terakhir, saya berharap program Rumah DP Nol rupiah ini segera direvisi agar tepat sasaran dan tidak bernasib sama dengan Ancol. Jangan beri subsidi untuk warga yang gajinya diatas 7 juta, tetapi sediakanlah hunian untuk warga yang gajinya UMR. Karena kalau tidak, maka hanya akan menambah daftar panjang koleksi “program Salah Kajian” Gubernur Anies-Sandi Uno. 

100 hari pertama Gubernur Anies mejabat, bukannya semakin baik malah semakin terbalik-balik. Kalau sudah begini ya Say Goodbye for Keberpihakan!

 

Selamat merevisi Rumah DP nol rupiah!

 

About Danang Setiawan

Resah politik,berdiri untuk bangsa.Ingin menjadi bagian Jokowi membangun Negri.
Info,sharing,masukan WA ke : 081319452965 atau email : danangstwn33@gmail.com

Check Also

Setnov Kecelakaan, KPK Tetap Bergerak, Pansus Angket di DPR Gelisah

Ketika menyaksikan siaran langsung Rosi di KompasTV, perdebatan yang sudah memamas antara 2 orang nara …

  • minor13

    “Jadi pendapatan Ancol itu 70 persen justru berasal dari warga yang mampu” –> klo tiket masuknya aja bayar, yg kurang mampu gimana bisa lancong kesana ….. lagipula yg akan digratiskan cuma tiket masuk saja, makan minum dll tetap bayar ….. wkwkwkwk

    • Danang Setiawan

      Jadi intinya kajianya ngawur..udah gitu aj…xixixi

  • Gerar Sianturi

    Tp serius deh gw masih gagal paham nih mksdnya si sandi soal solusi kemacetannya mohon pencerahannya agan2 sekalian mngkn udh ada yg berhasil mengerti 😂😂😄

    • Danang Setiawan

      Belum paham pak? Udah muncul lagi tuh video gg baru dikompas…makin parah kayaknya.. Hahah

    • Felix Lai

      Gw aja bingung mengartikan ucapan Sandi.
      Ngomong kok kayak orang mabok narkoba gak nyambung gitu.

  • Taufik Lobster Gede

    Hati Anis – Sandi Uno (A-SU) sebenarnya sudah bonyok diterpa terus secara bertubi-tubi kritikan tajam atas program rumah DP 0% yang ternyata hanya ditujukan kepada masyarakat yang berpenghasilan tujuh juta ke atas dan juga masih diawang-awang. Bagaimana mungkin ia bisa menerima usulan yang mustahil dilakukan, dimana program Rumah DP Nol rupiah segera direvisi agar tepat sasaran kepada masyarakat yang bepenghasilan UMR dan juga tidak bernasib sama dengan Ancol? Itu ibarat menaruh asam di atas luka. Hanya dengar usul ini aja, mungkin sudah klejotan sambil mukul-mukul kepalanya. Ondeh mandeh..!

    • Danang Setiawan

      Program yg sebenarnya tidak perlu.karena siapapun dan tanpa janjipun pasti akan menang.
      Sudah terpapar radiasi SARA

    • Robin

      Itulah janji om dan tante yang menipu warga jakarta

      • Danang Setiawan

        Hehehe..udah bagus dididik ayah, malah tante dateng manjain

    • Gerar Sianturi

      Blakangan malah ngeklaim dp 0% bakal dibantu oleh PUPR yg lsg dibantah wkwkwkk syeeddiiihhh sayah

      • Danang Setiawan

        Sulit bung…kalaupun bank ada yg bantu, ttp sj yg bisa kredit ini cuma orang kaya

      • minor13

        PUPR kan rumah 1% bersama BTN klo ngga salah …..

        • Danang Setiawan

          Itu program rumah murah Jokowi, 1juta rumah/tahun bang.tapi masuk akal dan lokasinya juga realistis. Tangerang, Cikarang, Bekasi, Bogor.
          Kalo Jakarta ga ada rumah murah, cebong mana ngerti…haha

    • minor13

      Rumah 0 itu sama Rumah Lapis itu beda ato gimana? ato Rumah Lapis itu yg dijadiin jualan Rumah 0 …..?

      • Danang Setiawan

        Yang pasti rumah lapis itu konsep penataan kawasan kumuh, sedangkan DP 0 rupiah itu untuk warga yg gajinya 7 juta keatas. Rumahnya seperti apa nah itu yg masih dirahasiakan sandi Uno.
        Bisa rumah tapak, bisa rusun, bisa rupis(rumah lapis), bisa juga enggak jadi..hahaha..

      • Taufik Lobster Gede

        Itu nanti dianggap sama, awalnya DP 0% untuk rumah tapak, seiring waktu bermetamorfosis jadi rumah lapis dalam omongan (bukan dlm planning), nah begitu dibangun akan menjadi RUMAH BERTUMPUK sesuai luas tanah yang dimiliki sebelumnya. Yang mempunyai luas tanah 100m2 maka akan dapat bangunan 100m2 juga, klo 50m2 luas tanahnya maka bangunan yang didapat 50m2 demikian seterusnya hingga mempunyai tingkat 4.

        • minor13

          klo kayak gitu bentuk bangunan kayak gimana ya ….. ngga teratur gitu ….. klo sebelumnya ngga punya rumah (ini rumah pertama) gimana ngga mungkin kan 0 m2 …… wkwkwkwkwk

          • Taufik Lobster Gede

            Secara logika yang tidak punya tanah dikawasan yang sedang dibangun Rumah Lapis tidak akan dapat rumah, karena bangunannya hanya 4 tingkat. Kalau ditambah lagi tingkatnya untuk menampung yang tidak punya tanah dikawasan itu maka itu bukan lagi rumah lapis namaya, sudah jadi rumah susun, istilah yang tabu disebut dalam pemerintahan Anis.

          • minor13

            lha klo misalnya dulu ngontrak skrg mau ikut program rumah lapis ngga bisa dong?
            klo harus beli/punya tanah dulu mending bangun sendiri walaupun lebih lama …..
            kenapa ngga disebut apartemen/flat ….?

          • Danang Setiawan

            Kalo rumah lapis itu bagi yang punya hunian dipinggir kali, tapi kalo ikut program DP 0 rupiah lokasi tanahnya masih dirahasiakan,banyak spekulan

          • Taufik Lobster Gede

            Kalau disebut flat maka sudah terbayang bentuknya simetris. Tapi kalau rumah berlapis ke atas bentuknya tidak simetris mengikuti hak kepemilikan, ada yang memiliki 30m2 ada yang 55m2 dst. Bentuknya sebenarnya lebih tepat disebut rumah bertumpuk yang jauh beda dengan flat.

          • Danang Setiawan

            Otak saya ga sampe kalo suruh memahami konsep Anies Om Taufik,,bisa komplikasi nanti..hahaha

          • Danang Setiawan

            Jutaan anak milenial tidak punya rumah: mau ditampung dimana broww?? Haaha

          • Danang Setiawan

            Yang ga punya rumah ya tetep ngontrak, karena ga akan mampu beli rusun/rupis dengan DP 0 RUPIAH sekalipun..

        • Danang Setiawan

          Kita lihat nanti seperti apa bangunan rumah lapis dipinggir kali, karena katanya tidak akan digusur melainkan ditata…

        • Felix Lai

          Setelah itu rumah damping, masing” luas tanah 1×2.
          Nah kalau udah ukuran 1×2 kan jauh lbh mudah mencari lahan kosongnya.

          • Danang Setiawan

            Haha,,parah! Jgn salah, Nyang 1×2 juga ada mafianya Om felix

  • Sekar Pramudyo

    Saya PRIHATIN..

    #ngelusdada
    #keningberkerut
    #matamelotot

    • Danang Setiawan

      Haha…perlu psikolog pak? Di puskesmas ada loh..