Home / Event / 100HariKepemimpinanAniesSandi / Satpol PP Usir PKL Yang Jualan Di Trotoar, Penataan Tanah Abang Gagal
Foto: PKL Tanah Abang serobot trotoar (Eva-detickom)

Satpol PP Usir PKL Yang Jualan Di Trotoar, Penataan Tanah Abang Gagal

Foto: PKL Tanah Abang serobot trotoar (Eva-detickom)

Tidak perlu menunggu lama untuk membuktikan kegagalan pengelolaan Tanah Abang yang dilakukan Anies-Sandi. Tidak perlu saya Abu Jundal turun langsung melihat dengan mata kepala sendiri, kekacauan sudah mulai terjadi di kawasan Tanah Abang. Apalagi kalau bukan trotoar kembali jadi ajang jualannya PKL.

PKL tidak akan pernah bisa hilang dan habis-habisnya ada jikalau tidak ditertibkan. Itu ilmu yang dalam logika umum dan normalnya adalah sebuah keniscayaan. Karena itu, bagi siapapun yang berusaha melawan logika umum ini sama saja sedang melakukan usaha abnormal yang akhirnya hanya berujung pada kegagalan.

Itulah mengapa sejak awal saya katakan bahwa ini model penataan yang gagal total. Gila saja menata sebuah daerah pasar dengan memberikan PKL keistimewaan. PKL itu seperti kanker yang kalau tidak segera diobati akan membuat mati sebuah pasar. Dan Pasar Tanah Abang sedang menuju pada proses tersebut.

Apa yang akan dihasilkan dari membina PKL dengan memberikan ruang istimewa hanya akan mengahsilkan PKL-PKL baru. Bahkan akan merusak dan mengancam para pedagang yang sudah berpuluh-puluh tahun berdagang di kawasan pasar Tanah Abang. Ketika pelanggaran disahkan, maka yang sah pun akan ikut dalam pelanggaran tersebut.

Sudah banyak suara-suara protes dari para pedagang resmi yang menyebut bahwa kebijakan Anies-Sandi membuat omset mereka terganggu. Berbanding terbalik dengan para PKL yang mendapatkan omset besar sejak diistimewakan Pemprov DKI. Ini adalah sebuah keberpihakan yang sangat berat sebelah.

Dan efek lainnya tentu saja muncul PKL-PKL lain yang berjualan di trotoar yang dulunya adalah tempat mereka yang kini menempati tenda-tenda di jalan Jatibaru. PKL akhirnya beranak pinak dan kejar-kejaran dengan Satpol PP pun kembali terjadi.

Seorang PKL pun meminta supaya mereka diberikan kebijakan tetap berjualan di trotoar dengan jangaka waktu tertentu. Alasannya apalagi kalau bukan mereka juga ingin mencari makan. Apalagi Sandiaga sudah berujar bahwa penataan Tanah Abang adalah untuk menyediakan lapangan perkerjaan.

“Alhamdulillah laris-laris aja, kita berjualan di sini kan atas nama tidak dapat tempat, kasihlah kebijaksanaan boleh berdagang 2 jam atau 3 jam di tempat ramai, kalau gitu kan udah senang. Namanya cari makan,” ujar Anna salah satu PKL yang kejar-kejaran dengan Satpol PP.

Apakah PKL baru ini akan diistimewakan lagi dan dicarikan jalan yang akan ditutup untuk mereka berjualan?? Apakah mereka juga akan diubah namanya jadi PKM supaya bisa berjualan menutup jalan?? Menarik ditunggu kebijakan Anies-Sandi selanjutnya. Tetapi yang pasti dan tidak perlu kajian akademis apapun, penataan ini tidak akan berhasil.

Penataan Tanah Abang hanya akan berhasil ketika semua dinormalkan kembali atau kalau mau pakai bahasa Anies, dinaturalisasikan kembali. Jalan jadi jalan, gedung pasar jadi tempat jualan dan trotoar jadi tempat orang berjalan.

Bukankah manusia juga diciptakan begitu?? Kaki untuk berjalan, tangan untuk menggenggam, dan mulut untuk berbicara. Kalau fungsinya diganti, maka manusia menjadi tidak normal dan hidupnya tidak akan bertahan lama. Dan hal itu juga akan terjadi pada penataan tanah Abang versi Anies-Sandi.

Loading...

About Abu Jundal

Check Also

Kado Ahok Untuk 100 Hari Kepemimpinan Anies-Sandi di Jakarta

Memperingati 100 hari kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno yang baru lewat beberapa …

  • Eddy Lou

    coba lihat skrg pkl yg di proyek senen pun mulai minta tempat jualan di trotoar, bahkan di jatinegara pun jg sudah mulai dagang di pinggir jln, moga moga pkl minta tempat di monas dan balai kota serta thamrin, sudirman, menteng dan di dpn istana jg, biar kota jkt jd kota pkl, biar habis semua jalan jalan buat jualan aja…

  • energisatria

    Sudah mulai terkuak tujuan utama anis – sandi ingin jadi gubernur dan wakil gubernur
    Mereka bukan untuk memajukan jakarta tapi ….. Sebaliknya
    Masih ingin menciptakan kegaduhan demi kegaduhan supaya negeri indonesia tidak bisa memajukan diri supaya sejajar dengan amerika
    Biar presiden jokowi fokus nya tetpecah
    Dan…..
    Bilamana anis dan sandi gagal maka yang akan menjadi alasan nya presiden jokowi tidak membantu jakarta

    Sedih deh
    Punya gubernur dan wakil mental tahu