Home / Event / Lomba Menulis Sumpah Pemuda / Eksistensi Pemuda Dalam Memajukan Bangsa Dan Dunia

Eksistensi Pemuda Dalam Memajukan Bangsa Dan Dunia

“Almost everything that is great has been done by youth.” Begitulah apa yang dikatakan oleh Benjamin Disraeli (Perdana Menteri Inggris semasa Ratu Victoria).[1] Pemuda sebagai pencipta segala sesuatu yang hebat dalam mengawal kemajuan bangsa dan dunia, begitu kiranya apa yang ditekankan oleh Kepala Pemerintahan Inggris tersebut.

Konsepsi Pemuda telah banyak dibungkus dalam berbagai gambaran. Secara umum sifat daripada pemuda yang syarat akan inovasi, kreasi bahkan solusi telah mampu menjadikan berbagai fenomena social yang hebat. Memang pemuda tak lain adalah manusia biasa, namun yang membedakan adalah semangat berkarya dan berjuangnya.

Dalam rangka menghadapi dahsyatnya dinamika Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Pemuda-pemudi Indonesia diharapkan mampu tampil cantik dan terhormat dalam persaingan keahlian secara global. Tak hanya itu para pemuda dituntut mampu menciptakan sesuatu yang bersifat solutif-praktis yang dimaksudkan mampu menjawab permasalahan sosial, lingkungan, budaya hingga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi baik dalam ranah domestik maupun mancanegara. Namun, eksistensi pemuda yang haus akan perubahan tersebut nampaknya tak banyak di akui oleh bangsa. Masih ingatkah kita akan produk pemuda di bangku SMK dengan produk mobil ESEMKAnya yang masih tenggelam,[2] ataupun Ricky Elson dengan mobil Listriknya yang sekarang karyanya dipinang oleh Malaysia?[3] Itulah beberapa gambaran unik nan lucu bangsa kita. Ketika semangat dikobarkan, namun tak di imbangi oleh apresiasi dan self awareness terhadap karya bangsa, maka hasilnya akan nihil.

Agen pengubah bangsa dan dunia adalah marwah pemuda yang tak bisa dipungkiri, karena Tuhan pun memfitrakan demikian. Dalam kebudayaan Islam telah banyak sekali memvisualisasikan pemuda dengan perjuangan yang holistik. Mulai dari nabi Ismail AS, Nabi Muhammad SAW, hingga Mush’ab bin Umair.[4] Kegigihan merekalah yang mampu merekonstruksi dunia hingga sedemikian rupa. Perjalanan kisah mereka tak lain menjadi pelajaran bagi pemuda bangsa dalam menjadi pemuda yang seutuhnya.

Gambaran yuridis pemuda serta hak dan kewajibannya telah diatur dan dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Dalam pasal 6 Undang-undang kepemudaan menggambarkan secara gamblang karakteristik pemuda yaitu memiliki semangat kejuangan, kesukarelaan, tanggungjawab, dan ksatria, serta memiliki sifat kritis, idealis, inovatif, progresif, dinamis, reformis, dan futuristik.[5] Namun hal ini tak akan menjadi nyata jika setiap elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan pemuda itu sendiri tak berupaya mengembangkan potensi kepemudaan yang dimilikinya. Oleh karena itu, sudah semestinya pemerintah selaku pengambil kebijakan secara komprehensif dan integral merangkai langkah pelayanan kepemudaan hingga menyusun pemahaman peran, hak, tanggung jawabnya sebagai satu kesatuan strategi pengembangan kepemudaan yang holistik.[6]

Berkaca pada konsepsi yuridis mengenai pemuda, agaknya saya kurang sepakat bahwa apa yang dikatakan sebagai pemuda adalah mereka yang sedang dalam rentang umur 16 hingga 30 tahun. Memang tak bisa dipungkiri saat-saat itu adalah waktu dimana idealisme memuncak, pikiran melesat, hingga jiwa tak ingin terjerat. Namun sadarkah kita bahwa pemuda akan lebih indah jika dimaknai bukan hanya segi lahiriah saja (umur 16-30 tahun), akan tetapi murni dimaknai dari segi batiniah. Tidakkah lebih istimewa apabila pemuda dihikmahi sebagai jiwa yang tak terikat dengan raga? Artinya, asalkan karakter pemuda tetap melekat pada dirinya, manusia tetap berjiwa muda meskipun raganya telah senja. Seberapa tua manusia tersebut berada di dalam keberagaman bangsa, apabila karakter pemuda masih mendarah-daging dalam sanubarinya, dia akan menjadi manusia yang rela hilang nyawa untuk tanah airnya.

Konsepsi diatas akan mengantarkan Indonesia kembali memaknai jiwa kepemudaan dalam era yang kental akan kebhinekaan. Usaha untuk membiaskan perbedaan lahiriah dalam bingkai kepemudaan akan membangun pemahaman yang baru akan arti kepemudaan di dari zaman ke zaman.

Dalam rekonstruksi sejarah dunia, tiap-tiap bangsa memiliki cerita dan perjuangan yang berbeda, dan tak lain para lakonya mayoritas adalah pemuda. Mulai dari Budi Utomo di Indonesia, pemuda-pemudi Thakin di Burma, hingga Sons of Liberty di Amerika Serikat. Para pemuda mempunyai idealisme yang sama yakni untuk memajukan bangsa dengan penekanan pada anti penindasan, eksploitasi hingga berdiri diatas kaki sendiri (Berdikari). Ketika jiwa dan keberanian terbarakar maka perbedaan bukan lagi menjadi halangan. Kesatuan dan keutuhan dalam keberagaman menjadi cita bersama di dalam perjuangan menuju kemerdekaan.

Berbagai faktor mampu menggerakan para pemuda. Pemuda bangsa Indonesia dalam sejarahnya telah berbagai kali ditindas hingga menimbulkan perlawanan, hal ini tak lain adalah pada saat pra kemerdekaan Indonesia. Terbentuknya Budi Utomo sebagai gerakan awal pemuda-pemudi dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah telah banyak diikuti setelahnya seperti Serikat Islam dan Indische Partij.[7] Sebuah langkah nyata untuk memajukan bangsa dengan kemerdekaan.

Selain penindasan ada hal yang paling krusial yang menjadi faktor pendorong kemajuan bangsa melalui pemuda, hal ini tak lain adalah pendidikan. Pendidikan menjadikan tonggak awal kemajuan suatu bangsa. Sejalan apa yang dikemukakan oleh Presiden Afrika Selatan 1994-1999, Nelson Mandela “Education is the most powerful weapon with which you can change the world”. Saya pun sepakat bahwa pendidikan ibarat senjata bagi kita untuk berperang. Istilah senjata ini pun juga tergantung pada siapa yang memakainya. Kita pun bisa menggunakan senjata untuk mengahancurkan bangsa ataupun membangunnya, semua tergantung pada pribadi yang membawanya, begitulah gambaran pendidikan manusia.

Sejarah jatuh bangun pendidikan untuk pemuda dimulai dari sekolah STOVIA (School tot Opleideing van Inlandsche Aartsen) hingga Politik Etis yang digagas oleh Van Deventer bagi kaum Pribumi. Pendidikan sedikit banyak mempengaruhi kaum pemuda dalam bertindak, bersikap dan mengambil peran. Pada dasarnya pemuda mempunyai rasa ingin terus beraktualisasi. Aktualisasi para pemuda jika hanya di landasi oleh pendidikan yang berbasis keilmuwan saja maka akan terkesan cantik tapi tak wangi, maka dari itu pemuda perlu di imbangi oleh moral dan budi pekerti luhur sehingga mampu mencitrakan pemuda Indonesia seutuhnya. Kombinasi antara pendidikan dan moral akan melahirkan karakter manusia yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan zaman. Kondisi yang demikian akan menciptakan pemuda yang mencintai negeri, hingga pada akhirnya sebuah perbedaan akan berujung pada sebuah kekuatan untuk membangun bumi pertiwi.

Dalam kemajuan era yang kental akan transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, pemuda wajib berperan dalam memajukan dan memperkenalkan budaya bangsa dan daerah. Semangat juang pemuda saat ini adalah disini, artinya ditengah-tengah dihantam dan diterpa aliran budaya asing, barat dan korea, pemuda harus mampu memilah dan membatasi internalisasi budaya luar agar tak mematikan budaya Indonesia sebagai jati diri bangsa. Pembangunan non fisik bangsa dapat dimulai dengan menggalakkan kearifan lokal suatu daerah, dengan harapan kearifan lokal mampu bersaing sebagai budaya nasional yang dikenal global.

Peran pemuda di era ini harus mampu membawa bangsa menuju kesatuan dalam dinamika pluralitas warna. Melalui koridor ini, Indonesia akan menjadi lebih maju dan sejahtera.

Pemuda berani mengunakan jiwa raganya untuk mencari arti dan Pemuda suci menggunakan akal budinya untuk mengabdi. Itulah gambaran pemuda Indonesia yang Berani dan Suci.

Akhir kata, Selamat menyambut Hari Sumpah Pemuda untuk kita semua. Salam satu bangsa, bahasa dan tumpah darah, INDONESIA.

 

“Berani Bersatu Membela Keberagaman”

#BeraniBersatuMembelaKeberagaman

 

WILLY INNOCENTI
Aktivis HmI KomSosbud Unesa dan DPC Permahi Surabaya

Sumber:

[1] Victorianlondon.org, “CONINGSBY, by Benjamin Disraeli (1844)”, Diakses pada tanggal 18 Oktober 2017 pukul 21.24WIB dari http://www.victorianlondon.org/etexts/disraeli/coningsby-0019.shtml

[2] Kompas.com, 9 Februari 2015 “Wali Kota Solo Minta Esemka Jangan Dilupakan” diakses pada tanggal 18 Oktober 2017 pukul 21.37 dari http://nasional.kompas.com/read/2015/02/09/133314515/Wali.Kota.Solo.Minta.Esemka.Jangan.Dilupakan

[3] Liputan6.com, 5 September 2015, “Dipinang Malaysia, Ricky Elson Ingin Mobil Listrik Dibikin di RI”, diakses pada tanggal 18 Oktober 2017 pukul 21.46WIB dari http://bisnis.liputan6.com/read/2310256/dipinang-malaysia-ricky-elson-ingin-mobil-listrik-dibikin-di-ri

[4] Hidayatullah.com, “Di Mana Bisa Kita Temukan Pemuda Berkelas Mush’ab Bin Umair Di Zaman Ini? (1)”, Diakses pada tanggal 18 Oktober 2017 pukul 21.48 WIB dari https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2014/11/01/32409/di-mana-bisa-kita-temukan-pemuda-berkalas-mushab-bin-umair-di-zaman-ini-1.html

[5] Pasal 6 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

[6] Paragraf 5 Penjelasan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

[7] Nasihin, “Islam dan Kebangsaan: Studi tentang Politik Islam Masa Pergerakan Nasional di Indonesia”, Jurnal Rihlah Vol. II No. 1 Tahun 2014, diunduh dari http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/download/1342/1295

About Inno96

Check Also

Setya Novanto Kecelakaan, Resmi Jadi Buronan, Mari Kita Doakan Lekas Pulih

Kejadian buruk tidak ada yang bisa memprediksi dan dapat menduga, Setiap orang dapat merasakan kejadian …

  • Pingback: PENGUMUMAN PEMENANG 
LOMBA MENULIS SUMPAH PEMUDA 2017 - Indovoices()

  • Hendrasta Pijar

    aku suka ada refleksi pemuda islamnya

    • willy innocenti

      thank you dras

    • Nur Azmi Jamil

      Kajian kebudayaan timur tengah memang menarik untuk dikaji dan dibahas

  • hendra wahyu

    Pemuda hendaknya tidak sering offside punya unggah ungguh sering komunikasi apalagi organisatoris.

    • Hendrasta Pijar

      offiside yang kau maksud kayak siapa wahai gendon?

  • Rachmad Asrori

    Progresif sekali, pemuda seperti ini lah yang dibutuhkan oleh bangsa. Berfikir dalam suatu perjuangan, memperjuangkan apa yang kita pikirkan.

    • willy innocenti

      mantaab begitu apa yang disingkat dengan pejuang pemikir, pemkiri pejuang. bukan begitu bung?

    • willy innocenti

      monggo terbuka saja akan teori2 sama2 belajar aku ini

    • hendra wahyu

      Ngerrii mas sror

      • hendra wahyu

        Harus agresiff hehe

    • Hendrasta Pijar

      wah ini kader pemuda yang top markotop

  • Annur Rainnisa

    aku mek bisa pesen jadilah pemuda seng kayak lilin. berani mengorbankan dirinya untuk kepentingan orang banyak. soale gak banyak seng aku temui kyak gt

    • willy innocenti

      Idih ngeri pesennya. Thanks cak

      • Annur Rainnisa

        thanks aja. bayar hhihihh

        • willy innocenti

          wkwkw engkok tak bayar wes. tf rekening ta? atau gawe cek

    • willy innocenti
    • Nur Azmi Jamil

      Bener banget mbak. Seharusnya kita itu sebagai generasi muda harus punya pemikiran yg lebih dewasa tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang sekeliling kita.

      • Annur Rainnisa

        tapi nek pemikiran tok tanpa eksekusi lak yo podo se

        • Annur Rainnisa

          lak yo ngunu hihhihih terbuka wae

        • willy innocenti

          piye maksud.e cak? pemikiran bukane sebuah solusi pisan kan?

          • Nur Azmi Jamil

            Sepakat nih. Awal solusi itu sebuah pemikiran.

          • hendra wahyu

            Nek pemikiran bisa dipakai orang banyak bisa dikatakan solusi. Bantu jawab aja hehe

        • Nur Azmi Jamil

          Pemikiran itu menurut saya lebih kuat dari pada action. Nih ya andai manusia gak berpikir dan tidak menghasilkan pemikiran pastinya mereka akan lambat dalam bekerja ataupun akan stagnan di tempat. Kalau ada pemikiran kita bisa merefresh dan malah bisa saja kita membangkitkan pemikiran dan rasa orang lain.

        • hendra wahyu

          Pemikiran tanpa eksekusi ya kayak pemuda skg. Akeh comment.e timbang aksi.e. akeh aksi tapi ga ada solusi. Ya wes munyer munyer nang kunu kuwi

          • Hendrasta Pijar

            eksekusi harus dengan itikad baik dan harus dengan pemikiran yang baik

        • Hendrasta Pijar

          eksekusi ya harus dilakukan tanpa harus prosedural

    • willy innocenti

      cak kalau menurutku lilin itu juga kurang greget. zaman saiki kudune dadi koyok pabrik lilin. dadi gawe dirine untung dan gawe wong liyo pisan untung

      • Nur Azmi Jamil

        Wkwkwkkkk…. Aku kok salah fokus yooo

      • Hendrasta Pijar

        iki koplak iki

  • okik Rn

    Pemuda lakukan prestasi bukan prestis aja. Lakukan semua versimu. Do your best as long as you are have A youth spirit

    • willy innocenti

      Kebanyakan muda-mudi enang pamer materi dari pada prestasi. Iya kalo dari uang sendiri lha kalo dari uang ortu? Aku sepakat kalau mau pamer materi tapi kudu seimbang donk sama prestasi. Bidang apapun dan pencapaian apapun. Aku yakin pemuda akan dipandang lebih bermakna bagi sesama

      • Nur Azmi Jamil

        Dimana-mana pamer itu gak baik mas.

        • willy innocenti

          tergantung mbak nur. kalau pamer untuk kebaikan kan sama aja baik. tujuannya dan niatnya baik hehehe

          • Nur Azmi Jamil

            Dimana mana mah pamer juga gak baik. Sepinter apa juga pasti masih ada yg lebih pinter. Kalau niatnya itu pamer menurutku ya udah salah sekalipun niatnya baik. Niatnya dinilai baik tapi pamernya itu yg gak baik. Hehehe… Bahkan secuil rasa bangga sama diri sendiri aja gak boleh karena bisa menimbulkan rasa ria pada diri sendiri apalagi ini pamer.

    • Christine Sahara

      tapi do your best versi laki sama wanita beda ga sih? sejak ada persamaan gender kita berjuang hampir diranah yang sama. menurut bang okik gimana?

      • Dimas Rey

        menurut beda chris, laki aja dikodratkan punya tenaga yang lebih kuat. jadi ranahnya juga lebih luas sih. tapi ya gitu tanggungjawabnya juga lebih besar

        • Dimas Rey

          keinget ama omongan spidey lok semakin besar kekuatan kita maka semakin besar pula tanggungjawab kita

          • willy innocenti

            sepakat sama mas rey nih

          • hendra wahyu

            Ini kelihatan suka nonton. Salam plek mas dimas rey hehe

      • Annur Rainnisa

        sama aja mbak. ga ada bedanya. cuma secara fisik beda. pemuda aja satu ikrarnya ga bedabedain jenis kelamin.

        • willy innocenti

          secara fisik kan beda secara batiniah juga beda donk. nek podo ga mungkin awakdewe dijadikan bukan muhrim. kita berebeda sampai kapanpun. ga mungkin ketemu. dan ga mungkin bersatu. semua itu hanya kata kiasan dan motivasi.

      • Nur Azmi Jamil

        Menurut saya kalau konsep do your bestnya sama aja. Namun tanggung jawab nya itu antara laki dan perempuan yg berbeda. Sekalipun udah zaman sudah modern diharapkan nih buat perempuan harus sadar mengenai peran mereka. Juga laki-laki nih kalau bisa sadar lah ya perempuan itu punya peran seperti apa.

        • hendra wahyu

          Aku sih sepakat kalo sama. Wong ikrarnya aja satu. Satu bangsa bahasa dan tanah air

          • willy innocenti

            makin malam makin rame kayanya ya

        • Hendrasta Pijar

          berbeda dari luar maupun dalam jadi secara pemikiran wanita dan pria tak akan pernah sama

    • Annur Rainnisa

      balik lagi nih. youth spirit gak ada realiasi juga nihil yak

      • willy innocenti

        mbulet ae sampean cak?

    • Hendrasta Pijar

      youth spirit wil always new. always jadi ga akan pernah tua.

  • Dwiky P.D.

    Waktunya pemuda bersinar sebagai generasi penerus bangsa!

    • willy innocenti

      Kuat kita bersinar ya mas dwiky

    • Nur Azmi Jamil

      Ini nih quotes yang bagus.

    • Hendrasta Pijar

      maksudnya gimana wik? wkwkwk ngeri quotesnya iki

  • muhammad derry

    Pemuda harusnya berkarya menciptaan peluang utk orang lain. Sehingga bermanfaat bagi bersama

    • okik Rn

      Ngomong doang itu gampang mas

      • Derry Luthfan

        Memang ipk mu berapa?

        • okik Rn

          Kumlod bingit lah

          • okik Rn

            Gua mah gk sombong

          • hendra wahyu

            Aamiin tak doakan kumlod mas kik

        • Annur Rainnisa

          ipk ga ngaruh ama apa2. cuman status aja sih hihihihh

        • Nur Azmi Jamil

          Ipk hanya sekedar angka menurut saya, yang penting itu realisasi kita untuk sekitar kita. Walaupun kita tidak bisa kerja dunia tapi paling tidak kita bisa membantu meringankan kerja dunia yg ada disekitar kita. Kalau pemuda seluruh dunia yg berubah baru bisa merubah dunia.

      • hendra wahyu

        Nah kudu aksi mas kik

    • hendra wahyu

      Contoh kongritnya wirausaha ya

    • Hendrasta Pijar

      bermanfaat kan luas ga harus wirausaha

  • Ulul

    Talk less do more for us

    • okik Rn

      Iklan rokok ya mbak ,yang punya pabrik rokok kmu

      • Derry Luthfan

        Nethinks aja mas hehe

      • Derry Luthfan

        Apal semua iklan ya

        • Annur Rainnisa

          iklan rokok saiki wes ganti dadi merokok membunuhmu

    • willy innocenti

      Cocok utk motto pemuda masa kini. Seenggaknya buat memacu mereka untuk do something, ya gak sih?

    • Annur Rainnisa

      tak tambahi yo. you will never walk alone hhihiihhi

      • hendra wahyu

        Sama supporternya liverpool yaw

  • Zain Pradana

    Sounds good dude, mybe you can fix any words in your opinion. Keep spirit from Ausie

    • Ulul

      Men, you shoul speak indo rather than english. But anytme lets speak javanese to to pronote out culture as tour we should do that

      • willy innocenti

        I thought both indo and english are important to be spoken. There are different just to whom we speak.

    • muhammad derry

      Mantan my friend

    • willy innocenti

      Thanks for the advise sob

    • hendra wahyu

      Mas zain ini ngapain yah. Boso jowo ae loh. Ayo ngopi kene

  • Nur Azmi Jamil

    Benar benar. Kita memang dilahirkan di daerah kita masing-masing, dan seharusnya kita bangga dengan identitas kita. Mungkin seharusnya menanaman jati diri kita yg kurang kuat, dan ditambah dengan bahasa bahasa luar yg lebih mendunia sehingga pemuda-pemudi kita lebih memilih menggunakan bahasa orang lain

    • willy innocenti

      ini dampak westernisasi dari segala aspek. mendegradasikan budaya lokal

      • Nur Azmi Jamil

        Benar sekali mas. Padahal seperti yg kita tahu bahwa bahasa itu salah satu aspek penting dalam bermasyarakat. Sayangnya, pemuda sekarang lebih mengembangkan bahasa orang lain, begitu pula budayanya. Kalau kita kaji memang pemuda Indonesia sekarang ini sedang krisis jati diri.

        • Nur Azmi Jamil

          Sering sering ya mas ngadain diskusi gini, biar nih para pemuda Indonesia paham dan lebih terwadahi aspirasi mereka.

          • willy innocenti

            Ngikut nimbrung donk hehe

      • Dimas Rey

        alangkah lebih baik menurut gue kalo budaya lokal bisa disandingkan dengan budaya luar. kelihatannya menarik tuh. jadi 1 lankah 2 3 pulau terlapaui.

        • Nur Azmi Jamil

          Bener mas, kita pemuda itu harusnya bisa menyeimbangkan kemampuan berbahasa kita. Mantap dah

    • muhammad derry

      Pemuda ini seakan tak ada arah. Ga ada nahkoda sehingga terkadang kehilangan arah pada kapan sendiri. Indonesia

      • hendra wahyu

        Pemuda skg mencari nafkah dengan cara vloging kayak presidennya

    • Annur Rainnisa

      kudune bahasa jowo seng dadi pengantar di sekolah jawa. podo bahasa adat sumtarea untuk daerah sumatra. nek iso dadi bahasa wajib kedua. ben bahasa iso maju rek

      • hendra wahyu

        Sepakat sama sampean mas

  • MEMEY WZ

    SALAM MERDEKA!
    “Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri.” Pramoedya Ananta Toer

    • Dimas Rey

      1000 orang tua hanya sebagai angan2, namun 10 pemuda bisa merubah dunia. salam merdeka

    • willy innocenti

      MERDEKA!!!

    • Annur Rainnisa

      wah iki kutipannya mantab puol

    • Hendrasta Pijar

      Merdeka!!!

  • Satriyo Handar Beni

    Menurutku gak selamanya pemuda indonesia akan jadi follower. Roda berputar pemuda kita nanti pasti akan jadi producer

    • willy innocenti

      Akan ada waktu dimana kita pemuda indonesia akan mengambil alih pengaruh dunia internasional. Suatu saat nanti dominasi indonesia akan mendunia. Keyakinan saya aja sih mas sat hehe

  • Christine Sahara

    bagus tulisannya bang willy 🙂

    • willy innocenti

      terima kasih dek. kritik dan sarannya kutunggu

      • Christine Sahara

        ters berkarya bang, semoga tetap terus bermanfaat

  • Dimas Rey

    pemuda zaman now mah dah pd luntur semua cinta sama indonesia. kurang moral juga. gue ga heran klo bnyk pejabat yang amoral berangkat dr pemuda yang kurang moral

    • Christine Sahara

      menurut saya sih ga semua pemuda bakal hancur krn diri sendiri atau lingkungannya. berlaku seleksi alam utk pemuda. masih ada sih pemuda yang mengharumkan indo contohnya sea games kemarin banyak medali perak dan emas direbut indo

      • willy innocenti

        semoga pemuda yang berkarir di bidang olahraga selalu mendunia ya

        • Christine Sahara

          aamiin

        • Dimas Rey

          setuju

      • Dimas Rey

        kita lihat aja pejabat korup tuh, berangkat dari era mereka pas masih muda sering cheating jadi sering halalkan segala cara

        • Christine Sahara

          nah itu dia kalo pemuda ga bisa konsisten dengan moral dan pendirainya jadinya kayak mereka. sampah masyarakat yang membuat bangsa kacau balau bang rey

          • Dimas Rey

            tul tu chris. banyak upaya penangkapan sama kpk tapi dikit upaya pencegahan ama pemerintah, khususnya untuk generasi muda

  • Hendrasta Pijar

    Top

    • willy innocenti

      joss ndras

      • Hendrasta Pijar

        ekstra joss ta.

  • Duto Mahardiko

    Wahai pemuda hanya satu kata lawan untuk pejabat korup !!!

    • willy innocenti

      MAJU!!! mundur bukan pilihan karena diam adalah pengkhianatan

      • Hendrasta Pijar

        HANYA SATU KATA LAWAN!!

    • Annur Rainnisa

      jane nek lawan tok tanpa solusi yo podo ae

  • Nur Azmi Jamil

    Tp skg gak banyak pemuda yang sadar tentang seni dan budaya daerah. Sudah terlena dengan zaman. Sampek lupa

    • willy innocenti

      Betul. Kita bisa lihat konser musik korea dan barat lebih banyak pengunjung daripada sanggar seni dan ludruk wayang dan kontes kedaerahan

      • Nur Azmi Jamil

        Bener banget, karena banyak pengaruh terhadap generasi muda kita sehingga seni dan kebudayaan lokal tidak digubris oleh mereka.

    • Satriyo Handar Beni

      Bener. Seharusnya lewat seni, pemuda bisa show up krn budaya kita begitu beragam

      • Nur Azmi Jamil

        kalo di indonesia seni dan olahraga merupakan hal yang sulit untuk berkembang karena minimnya apresiasi dari semua pihak. jadi ga kaget juga kalo pemuda di bidang seni budaya dan olahrga akan sulit bergerak naik. mas satria handar bener juga

      • willy innocenti

        pablo picaso pernah bilang “Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once we grow up”

      • Hendrasta Pijar

        budaya yang mana ini yaw? semua budaya ta?

    • Dimas Rey

      budaya bisa dikatakan sebagai bahasa. tapi gue lihat bahasa daerah sekarang malah ga ada pewarisnya. udah dikit orang yang menuturkan bahasa daerah. ini ada info yang bermanfaat http://news.liputan6.com/read/3142878/kenapa-bahasa-daerah-di-indonesia-berangsur-punah
      Seharusnya pemuda juga turut mengembangkan ilmu bahasa daerah ditemparnya masing2.

      • Nur Azmi Jamil

        enar benar. Kita memang dilahirkan di daerah kita masing-masing, dan seharusnya kita bangga dengan identitas kita. Mungkin seharusnya menanaman jati diri kita yg kurang kuat, dan ditambah dengan bahasa bahasa luar yg lebih mendunia sehingga pemuda-pemudi kita lebih memilih menggunakan bahasa orang lain

        • Dimas Rey

          infonya sih kalau bahasa daerah kita udah mulai ditinggalkan. luntur karena bahasa internasional.

          • Nur Azmi Jamil

            Menurut saya ya mas Rey bukan karena bahasa internasional nya, tapi karena pemuda yang sekarang memang kurang mengenal jati diri dan lebih memilih untuk hidup dengan standar hidup diluar sana.enurut saya wajar hanya saja alangkah baiknya kalau kita mengenal jati diri kita dan menggunakan identitas kita sendiri nih untuk kehidupan kita sehari-hari mas rey

          • Christine Sahara

            tapi neng, kalo kita mengenal jatidiri sendiri tanpa mengenal dan memahami jatidiri orang lain bisa bahaya juga oe hehe

          • Christine Sahara

            kalo sun tzu bisa bilang kenali kekuatan lawanmu untuk melawannya. hehehe tapi nyambung ga sih sama topiknya 😀

        • Ulul

          Sure, but english is not bad to be developed as our skill. In order to communicate each other

        • Dimas Rey

          lok kata guru smp gue, manusia tuh diciptakan untuk berbahasa. jadi bahasa apapun bisa dipelajari dan dipahami. tegantung kita memilih aja

    • Hendrasta Pijar

      zaman ga bikin lupa. tapi pengaruhnya yang buat lupa. seni budaya sekarang hancur kan karena kita gak bisa memilah-milah pengaruh zaman.kalo zamannya sih oke2 aja

  • Sunardo Panjaitan

    “Almost everything that is great has been done by youth.”
    “Education is the most powerful weapon with which you can change the world”

    Saya suka kutipan ini. Menulis adalah salah satu cara mendidik, berpolitik lewat tuts komputer (tidak melulu lewat goresan pena :D).

    • willy innocenti

      Benar sekali pak. Masuk dalam era gelombang industri ke 4 membuat semakin dinamisnya penggunaan teknologi untuk bertukar informasi. Semoga zamabmn selalu mendorong kita untuk menjadi insan yang lebih bermakna. Aamiin

      • Annur Rainnisa

        tambah maju jama dadi tambah nyebar kabeh info termasuk info seng hoax sama info asusila. mbok yo difilter infoe iku. pemerintah kudune gawe lembaga gae membina masyarakat jen selektip

        • willy innocenti

          yak tul. sarane sampean joss cak

        • Dimas Rey

          lembaga seperti itu bagaimana mekanismenya bung?

    • muhammad derry

      Betul Pak. Zaman gadget mengejar ilmu hanya lewat tombol sakti copy paste dan like

  • Wonderfull Art

    Memang benar pemuda penopang segala aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

    • willy innocenti

      benar, namun sadar atau tidak sadar banyak pemuda dewasa ini sudah kehilangan jiwa kepemudaannya. Rasa nasionalisme dan cinta tanah airnya perlahan terkikis oleh dahsyatnya arus westernisasi.

      • Hendrasta Pijar

        arus barat ga bisa di tolak cuman kita harus bisa memilah. jadi kalau ga bisa memilah seakan kita puya kepribdian ganda hehehe barat iya timur iya

    • Annur Rainnisa

      tapi kok yo miris aku nonton muda-mudi seng berlaku tidak senonoh sama pemuda lain. gak mencerminkan jiwa pemudanya. seng kayak gitu kudune di bina. nek ga bisa yo dibinasakan aja

      • willy innocenti

        mantab sampean iki. apal gerak gerik pemuda. paling yo ndisek nganu….

        • Annur Rainnisa

          hahaha kok yo ngerti ae.
          salam sumpah pemuda!!!

          • willy innocenti

            Salam pemuda!!!

      • Christine Sahara

        wah pemuda metropolitan banget tuh

    • Hendrasta Pijar

      nah ini sepakat banyak partai politik yang membentuk organisasi khsusus generasi muda.

    • Hendrasta Pijar

      karena memang pemuda dinilai progresif terhadap permasalahan sosial