Home / Fiksi / Cerpen / Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 25

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 25

Apa yang harus dilakukannya sekarang? Terus bertahan dalam pernikahannya yang tidak bahagia? Membiarkan istrinya mengintimidasinya untuk memberikan anak tetapi tidak mau melibatkan tenaga medis untuk menolong mereka? Membiarkan istrinya melontarkan tuduhan yang membuatnya merasa tidak berguna dan tidak berharga? Bila itu terus berlangsung, sampai kapan dia akan bertahan?

Mengadu kepada keluarga istrinya bukanlah pilihan bijak. Mereka lebih memilih percaya kepadanya. Wajar saja. Dia adalah bagian dari keluarga mereka. Miles hanyalah suami dari anak dan saudara perempuan mereka. Sebagai seorang wanita, Angelica termasuk kaum yang dianggap lebih lemah dan mudah menjadi korban dalam rumah tangga mereka, daripada percaya kepada Miles yang lebih kuat dan berpotensi besar melakukan kekerasan.

Melewati satu tahun pertama sejak mereka memutuskan untuk memusatkan perhatian pada program membuat anak, Miles meminta bantuan mertuanya untuk memberi pengertian kepada istrinya. Bahwa memiliki anak kadang butuh proses panjang dan tidak instan. Yang dia dapat bukan dukungan melainkan tudingan mereka yang menyebutnya sebagai suami tidak becus. Sebelas tahun menikahi anak perempuan mereka tetapi tidak sanggup memberinya anak yang diidam-idamkannya.

Sehari setelah pertemuan itu, keempat kakak laki-laki istrinya meneleponnya. Mereka mengancam akan membuat perhitungan dengannya bila berani menyakiti adik perempuan mereka. Dia tidak pernah takut pada ancaman mereka. Dia bisa melindungi dirinya sendiri. Tubuhnya lebih tinggi dan besar dari keempat kakak iparnya itu. Kalaupun mereka bersatu untuk melawannya, dia bisa menjatuhkan mereka berempat dengan mudah. Mereka tahu itu. Tetapi itu tidak pernah menghentikan mereka untuk mengintimidasinya.

Dia ingin mempertahankan pernikahan mereka yang saat itu sudah berusia sebelas tahun. Dia mencintai istrinya dan mau berjuang bersama untuk mendapatkan anak. Tentu saja dengan kesabaran dan usaha keras, bukan dengan menuduh suaminya mandul dan tidak becus setiap kali usaha mereka gagal. Di mana letak ucapannya yang salah sehingga kedua mertuanya salah paham, dia tidak mengerti. Di mana letak sikapnya yang membuat keempat kakak iparnya menganggap dia sebagai penyebab adik mereka menderita, juga tidak bisa dia pahami.

Tahun kedua tidak ada hasil, dia mulai mengajak istrinya menemui dokter spesialis. Saran itu ditolaknya mentah-mentah. Dia menganggap hasil pemeriksaannya bisa saja merusak pernikahan mereka. Seolah-olah pertengkaran mereka selama dua tahun itu tidak cukup menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja sampai salah satu dari mereka mengajukan cerai.

Untuk meyakinkan istrinya, dia sampai berjanji akan menceraikannya agar dia bisa menemukan pria lain yang bisa memberinya anak, andai dia yang mandul. Wanita itu begitu ingin memiliki anak yang dilahirkannya sendiri. Tetapi menikah dengan Miles tidak akan memberinya solusi apa pun. Sebaliknya, mereka akan mengadopsi anak dan tetap hidup bersama, andai istrinya yang mandul.

Keinginan terbesarnya dalam sebuah pernikahan bukanlah anak, tetapi hidup hingga tua bersama dengan istri yang dicintainya. Bila anak akan membuat kebahagiaan Angelica menjadi sempurna, dia akan memberikannya, termasuk dengan mengadopsi seorang anak. Dia tidak keberatan membesarkan anak yang tidak dilahirkan oleh istrinya. Dia akan mencintainya seperti anaknya sendiri.

Melenceng jauh dari dugaannya, ucapannya itu justru menjadi bumerang. Angelica berpikir dia punya selingkuhan hingga menyarankan mereka bercerai. Ketika Miles berusaha menjelaskan, istrinya berteriak dan menangis tersedu-sedu sambil menyebutnya pengkhianat, tukang selingkuh, memelihara wanita simpanan. Semua label yang menurutnya artinya sama saja.

Setelah tiga tahun, keluarga istrinya datang menemuinya. Dia pulang kerja dan menemukan mereka duduk di ruang tengah bersama istrinya. Mereka memarahinya karena telah membuat Angelica menderita. Istrinya duduk di depannya, di antara kedua orangtuanya. Dia menangis tersedu-sedu.

Mendengar mereka menyebut-nyebut tentang wanita lain, Miles tahu itu semua ucapan istrinya sendiri. Tidak bisa membuktikan apa pun, mereka hanya diam ketika dia meminta buktinya. Miles meninggalkan mereka bersama istrinya di ruangan itu. Tidak ada gunanya membuang waktu memberi penjelasan kepada orang-orang yang sudah punya penilaian sendiri tentangnya.

Salah satu kakak iparnya mengikutinya ke kamar. Dia terus mengucapkan kata-kata untuk memprovokasi Miles. Tetapi dia hanya diam dan tidak melawan ucapannya. Dia hanya membuka kemejanya dan menunjukkan semua bekas gigitan dan cakaran yang baru didapatnya dua hari lalu. Pria itu hanya membulatkan mata dan tidak mengucapkan apa pun.

Miles tidak perlu menjelaskan kepadanya dari mana semua bekas luka itu didapatnya. Sudah lama dia ingin menunjukkan itu. Dia bersyukur pria itu mengikutinya ke kamar. Dia tidak melakukannya di ruang tengah karena dia tidak ingin membuat ibu mertuanya berhenti bernapas begitu melihat semua luka itu.

Miles tidak peduli apakah kakak iparnya itu memberitahu keluarganya tentang apa yang baru dilihatnya atau bungkam. Karena mereka pasti memikirkan yang terburuk mengenai dia. Mungkin mereka malah mulai percaya dia selingkuh dan luka itu didapatnya dari wanita lain. Bukan istrinya. Apa pun itu, dia tidak peduli. Rasa hormatnya kepada keluarga istrinya sudah lama hilang sejak mereka lebih memilih membela Angelica daripada mencoba menolong menyelamatkan pernikahan tersebut.

Tidak puas dengan hasil yang didapatnya setelah memfitnah suaminya di depan keluarganya, istrinya menyebarkan gosip di kantornya. Miles beruntung memiliki pekerja yang setia kepadanya. Yang mengenalnya dengan baik sehingga tidak mudah termakan isu tidak benar mengenai kehidupan pribadinya. Isu itu hanya sampai di telinga asistennya dan salah satu pegawai wanita di bagian resepsionis. Yang melihat istrinya menangis tersedu-sedu sambil menuduhnya selingkuh di belakangnya. Tidak satu pun dari mereka yang mau menyebarluaskannya.

Bila dia tidak bisa meminta pertolongan siapa pun untuk menyelamatkan pernikahannya, apa yang bisa dia lakukan? Melibatkan kedua orang tuanya juga bukan hal yang bijak. Dia tidak mau membebani mereka dengan masalahnya. Istrinya tidak menyukai Amanda dan Shane, begitu juga sebaliknya. Baik mama atau papanya tidak akan bisa bicara dengan istrinya. Meminta bantuan sahabat baik Angelica juga bukan sebuah pilihan. Mereka pasti berpihak kepada sahabat mereka sendiri.

Apakah itu artinya dia harus berjuang seorang diri lagi?

(Cover source: pixabay.com by @aitoff with some changes)

Bagian Sebelumnya

Bagian Selanjutnya

English Version

Angel Falls in My Embrace – Chapter 25

Loading...

About Angel R

I love imagination as I love real life. English and Japanese are my second and third languages. Jokowi and Ahok lover.

Check Also

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 59

Setelah lama hidup dalam penderitaan, untuk pertama kalinya dia merasa begitu bahagia. Dadanya sesak karena …