Home / Fiksi / Cerpen / SIAPA KITA ? SIAPA MUSUH KITA ?

SIAPA KITA ? SIAPA MUSUH KITA ?

Dengan membaca doa sebelum keluar dari pintu untuk melangkah menuju tempat kerja, saya mantapkan hari ini bahwa kerja, kerja, dan kerja seperti yang disampaikan Pak Presiden harus diamalkan. bukan hanya untuk kepentingan negri ini melainkan untuk kepentingan setiap individu, mungkin dengan begitu selamatlah negri ini dari kemiskinan.

Kata miskin berarti pendapatan perkapita dalam sebuah negara  tidak bisa menutupi kebutuhan sehari-harinya. uang isuransi, uang sekolah anak, kebutuhan sehari-hari, uang kos atau kontrakan dan masih banyak uang yang lain-lain. doktrin yang didasari dengan tekanan inilah yang menjadi pemacu setiap orang untuk bangkit dan berusaha mengumpulkan keping demi keping. termasuk saya.

Saya sangat sependapat dengan pandangan Bapak Presiden tentang kerja, kerja, dan kerja. walaupun masih banyak yang menghubungkannya dengan hal-hal lain, entah kenapa saya pun tak tahu. sedikit info bahwa saya adalah tipikal anak bangsa yang selalu mengikuti perkembangan negri ini melalui pemberitaan. apapun yang diberitakan akan diserap langsung dan tertanam menjadi sebuah doktrin. untuk membuktikan bahwa saya tidak apatis, namun sangat jarang saya melakukan aksi reaksi untuk sebuah perubahan.

Sepuluh menit diperjalanan. akhirnya saya sampai juga di kantor tempat saya bekerja. suasana masih sepi dan para karyawan belum banyak yang datang. dengan suasana sendu itu saya pun perlahan duduk dan membuka komputer. me-refresh dan membuka folder kerjaan yang belum kelar kemarin.

Karena komputer ini terhubung langsung dengan sambungan wi-fi, jadi ketika browser google di klik maka tawaran dari beberapa iklan dan pemberitaan bermunculan. awalnya saya mengabaikan karena ada beberapa refrensi yang harus saya baca pada website tertentu.

Baca juga:   Bidadari Jatuh dalam Pelukan - Bagian 77

Beberapa jam kemudian pekerjaan pun kelar. saya meregangkan tangan sebentar dan melemaskan otot-otot sambil menggelengkan kepala yang sedikit pening terkena bias cahaya monitor.

Setelah semua normal kembali. iseng-iseng saya mengklik berita yang ditawarkan. ah males, kemarin saya membacanya. saya pun membuka browser lain dan ahh masih sama. sampai tangan saya kecapaian mengklik dan semua trending topik membicarakan hal yang sama. perpecahan, issu sara, radikalisme, dan lain-lain yang saling berkaitan. pada intinya, bahwa semua yang saya baca “menurut saya, hanya menimbulkan rasa benci satu sama lain”.

Saya yang senonoh dan langsung percaya-percaya saja dengan apapun langsung menjadge bahwa kiamat republik ini sebentar lagi akan terjadi. mana belum kawin, utang belum dibayar, doi belum ditembak, ahhhh kacau…

Setelah bermain dengan ketakutan saya sendiri. finaly, I just thinking and I would like to ask something, to whoever want to listen and answere.

– Bukankah negri ini dibangun atas asas kebersamaan dan gotong royong

– Bukankah negri ini kemerdekaannya diraih dengan bukan hanya lewat materi melainkan darah

– Bukankah sudah jelas bahwa satu Nusa satu Bangsa, Satu Bahasa Kita, dan Ketuhanan yang Maha ESA.

– Bukankah perbadaan itu adalah sebuah keindahan seperti yang tertuang dalam gagasan Bhineka Tunggal Ika

Dan masih banyak kata “bukankah” yang sudah pasti kita harus kembali lagi ke perpustakaan yang jarang dikunjungi dan membuka tentang sejarah silam.

Baca juga:   Angel Falls in My Embrace - Chapter 37

Kok sudah berjam-jam kantor masih sepi. kepala saya baru saja menongak melihat arah sekitar. heran, and after that I feel so exciting  because of my own question. tumben saya nasionalis.

Okelah kalau memang sudah terlanjur nasionalis.

Selanjutnya. analisa saya mengatakan bahwa “zaman ini adalah zaman diujung jempol, kenapa  ? ya. tinggal di klik langsung suka, tinggal klik langsung kirim, tinggal klik langsung sebar. tinggal klik semua goblok.” saya korbannya.

Sekedar untuk diketahui, saya mewakili masyrakat awam dan pea di pelosok terjauh negri ini.

Bahwa apa yang kami dengar dan lihat, maka saat itu juga kami percaya. secara tidak langsung negri ini melakukan pembodohan massal. oke oke oke… pasti ada yang bilang “heh jangan asal ngemeng loe” dan saya akan menjawab. “banyakan mana kelas ekonomi apa v.i.p ? banyakan mana elit pemerintah atau masyarakat biasa ? and dont you know ? power that took from people, from people and for people.” AND WHO IS THE PEOPLE ?

Bukan salah media. media hanya memberitakan.

Salah siapa donggg ?

Ya salah loe. loe. loe… nggak usah banyak bertingkah. propaganda dan permainan politik. okelah, you will never got to fell. you just get some responsiblity by unusual. but people. they got it by physichly.

Sudah sore…

Kok masih sepi. tak sengaja mata saya terarah pada kalender yang terpasang di dinding. oh, sialan. hari ini kantor ternyata diliburkan…

“DAN SIAPAKAH LOE”

Loading...

About ASGAR MA IPHANK

Check Also

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 98

Rekan-rekan kerja Kirana sangat ramah dan suka bicara. Mereka berbagi segalanya yang mereka lakukan dan …