Home / Hukum / Kriminal / Ketua MK Perbolehkan Sprindik Baru Novanto, Pengacara Ancam Polisikan, Ada Apa?
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG

Ketua MK Perbolehkan Sprindik Baru Novanto, Pengacara Ancam Polisikan, Ada Apa?

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG

Tidak akan pernah habis-habisnya saya akan membahas mengenai kasus Super Novanto. Karena kasus ini benar-benar menjadi pertaruhan bagi kredibilitas KPK dalam mengungkap kasus E-KTP dan membuktikan bahwa mereka bisa menangkap big fish seperti Setya Novanto, bukan hanya ikan-ikan kecil seperti kepala daerah yang kena OTT.

Tetapi karena ini adalah big fish, maka pasti membutuhkan usaha yang tidak sedikit untuk menangkapnya. Itulah mengapa saat KPK kalah dalam sidang pra peradilan, maka yang dibutuhkan KPK adalah usaha yang lebih keras dan besar lagi. Ibarat menangkap ikan marlin yang besar, maka kali ini KPK harus benar-benar menyiapkan strategi yang lebih hebat supaya tali pancing tidak putus lagi.

Novanto ini bukan belut yang licin, tetapi ikan marlin besar yang memang tidak mudah ditangkap kalau bukan oleh pemancing handal dan dengan peralatan yang mumpuni. KPK harus benar-benar langsung melakukan cara penangkapan yang cekatan dan bisa lengsung menahannya. Apakah dengan OTT atau dengan alasan lainnya, tetapi yang pasti harus gerak cekatan.

KPK sendiri sudah menyiapkan strategi baru untuk menjerat Novanto. Mereka akan kembali menangkapnya dengan bukti yang lebih kuat. KPK bahkan menyatakan sudah berkomunikasi dengan FBI untuk menemukan bukti baru dan kembali menjerat Novanto dengan sprindik baru.

Usaha KPK membuat sprindik baru untuk menjerat Novanto ini pun dengan keras ditentang oleh kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi. Menurut Fredrich, KPK tidak bisa lagi mengeluarkan sprindik karena akan bertentangan dengan hasil sidang praperadilan. Bahkan Fredrich mengancam akan memolisikan pimpinan KPK kalau sprindik tetap dikeluarkan.

Baca juga:   Cak Lontong Edarkan Sabu, Dua Pelajaran Penting Yang Bisa Kita Petik...

Padahal, dalam keterangan yang didapatkan dari Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat, KPK tidak melanggar aturan hukum apapun kalau mengajukan kembali sprindik. Apalagi dalam salah satu kasus yang baru-baru ini terjadi, yaitu kasus terhadap Ketua Kadin Jatim La Nyalla Matalitti, Kejaksaan mengeluarkan sprindik berkali-kali. Akhirnya pihak La Nyalla mengalah dan lanjut dalam persidangan.

Nah, bagi pihak Novanto, keputusan yang dilakukan oleh La Nyalla untuk berlanjut ke persidangan tidak akan dijadikan pilihan. Kalau berhadapan KPK dan masuk ke persidangan dan menjadi sorotan publik, maka akan dengan mudah berakhir pada kekalahan. Karena KPK tidak bisa dan tidak boleh kalah di persidangan.

Tetapi namanya juga pengacara, apa saja disampaikan meski tidak sesuai aturan. Pengacara ngawur memang saat ini gampang ditemukan, apalagi yang terbaru seorang pengacara berinisial ES, menyamakan ormas dengan agama. Padalah yang sedang digugat Perppu Ormas, bukan agama.

Pengacara Novanto ini wajar saya katakan ngawur karena bagaimana pun penjelasannya, sudah ada pernyataan Ketua MK yang memperbolehkan KPK untuk mengeluarkan sprindik baru dan bahkan sudah ada juga contoh kasus dimana Kejaksaan mengeluarkan sprindik berkali-kali. Malah akan mengancam mempolisikan pimpinan KPK.

Baca juga:   Setnov Yang Bermasalah, Fahri Yang Sibuk

KPK memang harus benar-benar serius dalam mengejar Super Novanto. Meski statusnya dalah mantan tersangka, KPK tidak perlu move on untuk mencari tersangka lain. Karena Novanto ini adalah mantan yang tidak boleh dilepaskan begitu saja. Kalau tidak mau terus kejar sampai dia menyerah dan akhirnya terpkasa mau.

Perjuangan yang tentu saja harus terus didukung oleh rakyat Indonesia. Karena KPK saat ini benar-benar menghadapi perlawanan yang luar biasa. Perlawanan bukan hanya dari luar tetapi juga dari dalam. Semua karena kasus E-KTP dan karena terlibatnya Super Novanto. Apalagi Ketua KPK akan dipolisikan oleh para lawan.

KPK hari ini sudah berjalan dalam jalur yang benar. Tidak perlu cari bukti jauh-jauh, lihat saja bagaimana perlawanan yang mereka hadapi. Saya jadi ingat bagaimana dulu Ahok juga mengalaminya. Jika Ahok berhasil dipenjarakan, apakah kali ini pimpinan KPK juga berhasil dipenjarakan??

Mari teman-teman, awasi terus kasus ini. Jangan biarkan kasus E-KTP berhenti pda nama-nama kecil. KPK harus tangkap nama besar dan salah satunya adalah Setya Novanto. Apakah anda setuju??

Salam KPK.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Setnov Yang Bermasalah, Fahri Yang Sibuk

Ada apa dibalik semua ini? Fahri Hamzah yang biasanya hanya sibuk nyerang KPK dan nyerang …