Home / Hukum / Kriminal / Papa Bebas dan Sudah Sehat, Anak Selamatkan Ibu Kena OTT KPK, Papa Hebat!
(ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Papa Bebas dan Sudah Sehat, Anak Selamatkan Ibu Kena OTT KPK, Papa Hebat!

(ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Alkisah di sebuah negeri ada seorang politisi yang sangat licin dan sangat sulit dijerat dengan hukum. Jangankan penjara, sebagai seorang mafioso dia tidak akan pernah bisa divonis bersalah. Apakah dia memang benar bersalah?? Jangan tanya kesalahannya apa, banyak. Tetapi hebatnya dia selalu saja bisa lolos dari jerat hukum.

Pernah sih dijerat dalam kasus heboh papa minta saham, tetapi dalam hal ini pun dia berhasil lolos. Sempat mengundurkan diri dari posisi Ketua DPR dan menjadi Ketua Fraksi, lalu kembali lagi merebut posisi Ketua DPR setelah berhasil menang sebagai Ketua Umum sebuah partai besar berlambang pohon.

Belum lama ini, si politisi kembali membuktikan kehebatannya dengan lolos dari jerat hukum. Bukan main-main, dia lolos dari jerat institusi hukum yang sangat hebat dalam menangani hukum, yaitu KPK. Yang paling hebatnya, si politisi bisa lolos dari jerat meski KPK punya ratusan bukti yang ingin ditampilkan.

Si politisi yang sempat dirawat di rumah sakit karena sakit berat akhirnya lepas dari jerat KPK dan juga tentu saja lepas dari jerat sakit penyakit. Dengan ajaibnya, si politisi ini bisa sembuh dari penyakit vertigo, sinus, ginjal, jantung, dan tumor. Tidak sembuh secara total memang, tetapi sembuh untuk kembali memimpin Partai Golkar.

Memang hebat si papa. Papa bisa bebas dan juga sudah sehat. Tetapi sayangnya kehebatan papa ini tidak diikuti oleh seorang ibu dan anak. Ketika papa bisa bebas dan sehat, mlah kini ibu dan anak masuk jerat korupsi. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak, melainkan usaha mulia seorang anak menyelamatkan ibunya.

Baca juga:   "Gus" Nur Tidak Kapok, Sebut Banser Dan NU Sakit, Siap-Siap Dicyduk Lagi

Si anak ingin menyelamatkan sang ibu dari jerat hukum. Si ibu sedang berjuang ditingkat banding atas vonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado pada Juli 2017 lalu. Dia terjerat kasus Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow. Sayang usaha anak gagal, dan kini malah terancam sama-sama berstatus tersangka korupsi.

Keinginan mulia menyelamatkan ibunya tetapi dengan cara yang salah memang diakui oleh sang anak. Dia menyesal karena akhirnya tetap tidak bisa menyelamatkan ibunya. Tetapi apa mau dikata, penyesalan tidak pernah datang di awal, karena biasanya penyesalan datang kalau perbuatan jahat kita ketahuan atau gagal.

Sama seperti kita kalau putus karena cowok yang kita cintai miskin dan tidak berkepribadian (punya mobil pribadi atau rumah pribadi maksudnya), lalu tiba-tiba dia melejit karirnya dan akhirnya menjadi kaya dan punya harta, Kita pun hanya gigit angin, tidak enak dan malah jadi masuk angin. Menyesalnya lagi dia malah tetap saja dapat pria yang tidak berduit. Nyesek dah..

Saya pikir si anak sudah sangat salah langkah, harusnya kalau memang mau menyelamatkan ibunya dari jerat hukum, minta bantuan papa. Karena papa sudah berkali-kali berhasil lolos dari jerat hukum, kalau dalam level pendidikan sudah level profesor dan guru besar, kalau dalam kehidupan sudah level dewa. Tahu betul cara lolos dari jerat tanpa ketahuan.

Baca juga:   Setnov Yang Bermasalah, Fahri Yang Sibuk

Menyuap hakim bukanlah hal yang tepat dilakukan untuk bisa menyelamatkan ibu. Ada cara lain yang bisa dilakukan yang hanya papa yang tahu. Seandainya saja si anak mau tanya kepada papanya seperti sebuah lagu yang terkenal, “ada anak bertanya pada papanya”. Tetapi ini anak salah langkah, dia tidak bertanya kepada papa, tetapi gegabah melakukan sendiri upaya menyelamatkan ibu.

Kini, yang terjadi pada akhirnya, papa bebas dan sudah sehat, sedangkan ibu dan anak masuk ke dalam jerat hukum. Papa akhirnya menikmati lagi hidup bersama dengan isterinya sedangkan ibu dan anak hidup bersama dalam jeruji penjara. Karena papa memang bukanlah suami ibu dan bapaknya anak. Tetapi papa dan anak sama-sama satu partai.

Ya, nasib papa dan anak akhirnya berbeda. Sama-sama dari partai beringin, tetapi anak gagal menyelamatkan ibunya. Kondisi yang entah bagaimana harus disikapi. Saat anak salah jalan, dan saat papa memang kerjaannya mempermainkan hukum. Tetapi kalau saya disuruh memilih, maka saya akan lebih respek dengan si anak daripada si papa.

Semoga saja papa bisa bebas terus dan papa bisa terus berkelit. Tetap harus ingat, sepandai-pandainga tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Sepintar-pintarnya papa lolos jerat KPK, akhirnya akan masuk penjara juga. Biarlah waktu yang membuktikannya, kita harus tetap percaya KPK dan satu keyakinan bahwa “Gisti Mboten Sare”.

Salam Papa Hebat!

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Setnov Yang Bermasalah, Fahri Yang Sibuk

Ada apa dibalik semua ini? Fahri Hamzah yang biasanya hanya sibuk nyerang KPK dan nyerang …