Home / Lifestyle / Buat Yang Belum Melek, Imlek Itu Perayaan Agama Atau Budaya?

Buat Yang Belum Melek, Imlek Itu Perayaan Agama Atau Budaya?

Saya yakin, masih banyak orang yang bingung, apakah perayaan agama atau perayaan budaya?. Kebingungan ini tidak hanya dimiliki masyarakat awam, bahkan banyak etnis Tionghua juga masih banyak bingung, termasuk etnis Tionghua yang memeluk agama samawi.

Pasalnya setiap perayaan imlek, kental dengan orang-orang Tionghua yang memasang dupa sembahyang sehingga memberikan kesan bahwa Imlek itu adalah perayaan keagamaan. Bahkan sampai-sampai ada pemuka agama yang melarang umatnya untuk turut merayakan imlek termasuk mengucapkan selamat hari raya imlek, mungkin dikiranya dengan merayakan dan mengucapkan selamat hari raya imlek, imannya bisa menyusut. Yah, kurang lebih kasusnya sama seperti sebagian umat Muslim yang dilarang memberikan ucapan Selamat Natal kepada umat Nasrani.

Imlek sendiri pada dasarnya merupakan festival menyambut berakhirnya musim dingin dan datangnya musim semi, karena dahulu masyarakat Tiongkok mayoritas hidup dari pertanian. Perayaan Tahun Baru Imlek meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Thian (Tuhan Yang Maha Esa), dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari sembahyang tersebut adalah sebagai rasa syukur serta doa dan harapan agar rezeki melimpah di masa yang akan datang.

Nah, karena agama mayoritas penduduk di Tiongkok saat itu adalah Taoisme, Konfusius dan Buddhisme, makanya untuk mengungkapkan rasa bersyukur tersebut mereka berdoa menggunakan dupa.

Jadi sebenarnya apapun agama yang kita anut, kita tetap dapat merayakan imlek dan berdoa sesuai keyakinan kita masing-masing. Soalnya, Tahun Baru Imlek artinya adalah tahun baru yang dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi. Di luar negeri, Tahun Baru Imlek disebut Chinese New Year, bukan Confusianist, Taoist, atau Buddhist New Year.

Soal tuduhan bahwa malam sebelum pergantian tahun selalu diwarnai oleh judi dan minuman keras, tidak bisa dipukul rata, tergantung pada pribadi masing-masing, tidak ada keharusan untuk itu.

Adapun beberapa kebiasaan atau tradisi imlek adalah momen berkumpulnya semua anggota keluarga. Bila masih memiliki orang tua, maka semua anak dan cucu akan berkumpul di rumah orang tua, malam sebelum imlek. Makan malam bersama dan berbagi cerita mengenai berbagai kejadian yang kita alami selama satu tahun belakangan. Sedangkan anak-anak akan bermain bersama, menyalakan kembang api dan petasan. Biasanya kita dilarang marah atau berkata kasar kepada keluarga.

Hari pertama imlek dilakukan dengan saling berkunjung ke rumah anggota keluarga. Biasanya anggota keluarga yang muda mendatangi anggota keluarga yang lebih tua sebagai tanda hormat, dan saat itulah angpao dibagikan.

Anggota keluarga yang lebih tua memberikan Angpao kepada anak-anak dari saudara yang lebih muda. Angpao hanya boleh diberikan kepada yang belum menikah, karena yang sudah menikah dianggap lebih mapan sebab telah mampu membina rumah tangga dibandingkan dengan yang belum menikah walaupun misalnya dalam kenyataannya yang lajang lebih kaya dibanding dengan yang sudah berumah tangga.

Satu hal yang erat kaitannya dengan perayaan imlek adalah Barongsai. Barongsai sendiri bermakna tarian singa yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Banyak versi cerita mengenai asal mulanya tarian tersebut. Tarian ini biasanya ditarikan di Vihara atau Kelenteng, terutama di Semarang dan Singkawang, untuk kota-kota lain masih ada, walau sudah jarang terlihat.

Untuk bisa memainkan Barongsai sendiri juga tidak mudah, selain dibutuhkan keseimbangan tubuh, kelenturan, juga posisi kuda-kuda kaki yang kokoh. Pemain Barongsai wajib memiliki kemampuan kungfu, jadi jangan samakan dengan penari Barongsai di pinggiran jalan yang cuma goyang-goyang kepala lantas minta angpao.

Pemain barongsai yang mahir harus mampu menari dan melompat di atas balok setinggi 2 sampai 5 meter diatas permukaan tanah, jadi tanpa kemampuan yang tinggi, bisa dibayangkan akibatnya bila sampai terjatuh.

Demikianlah penjelasan saya, semoga bisa membantu meluruskan pemikiran yang salah kaprah selama ini. Jadi bagi yang merayakannya Tahun Baru Imlek 2569 yang jatuh pada hari Jumat, tanggal 16 Februari 2018, saya ucapkan:

恭喜發財
Gong Xi Fa Chai
Selamat Sejahtera

万事如意
Wan Shi Ru Yi
Semoga Sukses

新年进步
Xin Nian Jin Pu
Memiliki Kemajuan yang Lebih Baik pada Tahun Baru ini

身体健康
Shen Ti Jian Kang
Memiliki Kesehatan yang Baik

新年快樂
Xin Nian Kuai Le
Selamat Tahun Baru

Loading...

About Robin

Check Also

Senam Jantung Politisi Tersangkut Korupsi E-KTP, Ahok Aman!

Kasus mega korupsi KTP elektronik sukses membuat nama-nama besar politisi di DPR era presiden SBY …

  • Kwee Seng

    Imlek = Haram
    Angpao = Halal
    Hahaha…

    • Robin

      Hahaha

    • No Fear

      Imlek = Angpao = Harum

  • Eddy Lou

    imlek tak ada hubungan dgn agama,, imlek perayaan tahun baru cina , sudah jd tradisi bagi masyarakat tionghoa, dan tradisi yg memperkaya budaya indonesia, .. bukan budaya kafir …

    • Robin

      Setuju skali

    • No Fear

      Budaya Asëng……. bukan budaya Abùd