Home / Lifestyle / Life & Love / Demi Sebuah Prinsip, Gue Mungkin Harus Berhenti Nge-fans Sama Ahok

Demi Sebuah Prinsip, Gue Mungkin Harus Berhenti Nge-fans Sama Ahok


Jujur saya sangat tidak ingin menuliskan ini, karena ini urusan pribadi saya, tapi karena kemarin saat saya mem-posting status ini (Status Facebook gue)di facebook terkait surat gugatan cerai Ahok kepada Vero, ada beberapa teman yang memberi komentar seperti saya lemahlah, saya berharap kesempurnaan-lah atau saya mengurusin urusan rumah tangga orang alias tidak menghargai privasi Ahok.

Namun sangat sayangnya, tidak ada yang bertanya kenapa saya punya rencana berbuat keputusan seperti itu, padahal di status saya jelas ada tulisan “syok” yang artinya terpukul berat karena informasi ini. Dengan kata lain, ada yang menjadi pertimbangan saya secara serius. Ini bukan hanya soal politik, juga bukan hanya soal privasi Ahok dan keluarganya, tapi juga privasi saya sendiri.

Tapi ok lah, tentu saya tetap menghargai mereka walaupun ada yang sampai maki-maki saya, mungkin mereka berusaha untuk menghargai privasi Ahok hingga lupa kalau saya juga manusia yang perlu dihargai privasi dan keputusannya.

Ok lah.

Buat saya pribadi, perceraian adalah masalah yang sensitif dan ribet, pasti ada pihak yang salah. Bahkan ketika seseorang mengugat cerai istrinya hanya karena tidak mau merepotkan, itupun sudah pemikiran yang tidak tepat.

Sebagai pendukung Ahok, tentu saya akan bersikap aktif untuk membela Ahok saat ada yang berusaha menyudutkan atau menfitnah dia. Namun, dalam hal ini, siapa yang harus saya bela? Baik Ahok ataupun Vero adalah satu paket yang telah menginspirasi saya dalam segala aspek kehidupan saya, termasuk aspek kehidupan pribadi saya.

Selain itu, saat kita berusaha untuk membela Ahok ataupun Vero, secara tidak sengaja kita pun akan mengungkit-ungkit privasi mereka. loe bela Ahok, loe akan sentuh privasi Vero, begitu juga sebaliknya. Jadi, untuk menghindari itu, saya perlu berhenti nge-fans sama mereka. Dengan demikian, saya bisa berhenti ikut campur (kepo-in) yang kemungkinan akan berakhir dengan menghakimi dan menganggu privasi satu di antara mereka sekaligus memperkeruh suasana dengan spekulasi-spekulasi yang sesat.

Selain alasan itu, ada hal yang menjadi pertimbangan saya, yaitu soal prisip.

Ada yang bilang, pendukung Ahok berharap kesempurnaan Ahok, maka akan terdapat ketidak-sempurnaan saat Ahok cerai dengan istrinya. Ini jelas pemikiran yang konyol.

Kalau saya hanya mendukung sosok yang sempurna, maka sesungguhnya Jokowi-Ahok bukan sosok yang sempurna untuk saya dukung. Jokowi ada kekurangan (pernah saya bahas di sini Jokowi dan Lawannya yang Tidak Jelas Siapa), Ahok pun ada diluar gugatan cerainya. Saya bahkan mungkin tidak punya sosok yang harus saya dukung, emang ada manusia yang sempurna di dunia ini?

Tapi prisip saya, keluarga adalah yang paling penting, saya pernah diajarkan untuk selalu mementingkan keluarga dibanding yang lain, apapun keadaannya, segenting apapun kondisinya. Bahkan, saat melakukan kebaikan ataupun sosial, tidak boleh mengabaikan keluarga. Lalai dalam mempertahankan keluarga, buat saya adalah kegagalan yang tidak bisa di tolerir.

Kekurangan lain dalam hal karakter sangat bisa di tolerir, tapi tidak dengan kelalaian dalam mempertahankan keluarga. Tentu ini hanyalah prinsip pribadi saya saja dan saya tentu akan tetap menghargai dan tidak akan mencampuri apapun putusan Ahok nantinya.

Ada yang bilang, pendukung Ahok takut dibully hingga harus berpaling dari Ahok. Saya pikir selama saya membela Ahok atau Jokowi dari 2012, banyak makian, cacian, bullyan bahkan ancaman lewat message telah saya terima, tapi tidak sekalipun saya berpikir untuk mundur, pembelaan terus saya lakukan. Jadi bullyan apa lagi yang saya takutkan lagi?

Rencana untuk membuat putusan ini saya buat dengan sangat berat dan pemikiran yang panjang, bagaimana tidak berat? Sosok yang menginspirasi saya dalam banyak hal, tidak hanya soal kejujuran, ketegasan tapi juga keharmonisan keluarga, yang selama ini saya idolakan harus saya tinggalkan. Tapi prinsip tetaplah prinsip, walaupun berat, keputusan tetap harus saya lakukan.

Pertanyaannya, apakah saya akan menjadi hatersnya Ahok dan memaki-maki pendukung Ahok saat mereka memposting kebaikan Ahok? Jelas tidak, kebaikan Ahok adalah sebuah fakta yang tidak mungkin terbantahkan, sampai mulutmu berbusa untuk membantahnya pu , tetap tidak akan terbantahkan.

Tidak mengidolakan Ahok hanyalah untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada Ahok beserta seluruh keluarga baik keluarga kecil ataupun besarnya untuk menyelesaikan masalah privasinya, sekaligus supaya saya bisa mengimplementasikan prinsip saya dengan baik.

Selain itu, ada hal lain yang menurut saya lebih penting. Supaya bisa lebih fokus untuk mendukung Jokowi. Biarlah urusan gugatan cerai menjadi urusan pribadi Ahok. Saya tidak ingin terlalu fokus ke sana hingga lalai dalam memperjuangankan kemenangan Jokowi di Pilpres 2019 nanti. Bahaya sudah di depan mata (Selengkapnya baca di sini: Waspada Pilpres 2019, Jokowi dan Pendukungnya Harus Siap Melawan Penjajah Bertopeng Nasionalis), masa kita harus fokus pada hal yang pribadi hingga abai terhadap yang lebih penting?

Pertanyaan selanjutnya, kalau kelak Ahok kembali masuk ke politik, apakah saya akan tetap membelanya atau setidaknya memilihnya?

Kalau memilihnya tentu masih bisa, tentu itu balik lagi tergantung lawannya nanti, tapi yang pasti saya tidak akan membelanya mati-matian sampai ngotot-ngototan ma haters-nya lagi. Toh dalam memilih, kita wajib memilih yang terbaik dari yang ada kan?

Ini kurang lebih sama seperti saat dulu saya memilih SBY di 2009 lalu. Saya hanya mencoblosnya di hari pencoblosan. Tidak lebih dan tidak kurang, tidak sampai berdebat dan ngotot-ngototan dengan orang yang memilih lawannya. Ahok, saya kira nanti juga demikian kalau hasil akhirnya tidak sesuai prinsip saya.

Selain itu, saya juga masih tetap akan mendoakan yang terbaik untuk Ahok. Saya pikir tidak perlu jadi pendukung atau fans untuk mendoakan seseorang.

Tentu saja, kelak saya juga akan ceritakan kepada keturunan saya, kalau dulu ada sosok yang berjuang hingga harus dipenjara demi membangun bangsa ini lebih baik lagi, tentu dengan catatan-catatan yang harus menjadi perhatian keturunan saya kelak. Ini kurang lebih sama seperti saya menceritakan sosok pahlawan yang berjuang memerdekakan Indonesia, saya mengapresiasi perjuangan mereka tapi saya tidak mengidolakan mereka.

Namun semua ini masih tergantung akhir dari permasalahan ini.

Kira-kira seperti itu.

Ok lah Sekian..
Hans Steve

Loading...

About Hans Steve

Check Also

Serial 227 Karya Ahok Yang Mencengangkan (4) Air Mancur Menari Monas

Akhirnya saya kembali melanjutkan serial 227 karya Ahok yang mencengangkan. Membahas 227 karya pak Ahok …

  • No Fear

    Anda yg Paling benar, Best writer in IV, karya2 tulisan anda sangat indah, akurat, puitis, romantis, menggelegar…
    All the best, Piss.. ahhh !!👍👍👌👌😁😁

    • Hans Steve

      itu menurutmu kan??
      dasar komentar sampah macam anak kecil sedang ngambek… wkwkwk

      • No Fear

        Wah dipuji masih salah juga ???
        “dasar penulis sampah macam anak kecil sedang ngambek… wkwkwk”
        It really shows what you are.
        Ayooh ganti tuh “softex”-nya , sis , udah penuh tuh !!!

  • No Fear

    Baca comments di lapak lu non, semua yg Komen kamu reply dgn hati panas. Kalo tulisan elu emang gak nyampe kualitas-nya , jangan Baper-an gitu, tapi tingkatkan skill kamu . Hahahahh… Kasiaaann sampe ngga bisa tidur hati illfeel overheat, hihihi…
    Yg lebay tuh yourself, yg ngaku jadi fans fanatik Ahok juga kamu, kasiaaann banget Anak Mami….
    Daripada nyampahin IV mending lu nonton KPop aja ate sambil nangis nonton drama Korea gih …!!! Hahahha

    • Hans Steve

      NGACAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    • Hans Steve

      Hati panas… Daripada ada yang commentnya ga berqualitas tapi SOK BERQUALITAS DAN SOK TAU.. wkwkwkwk

      Gpplah..

    • Hans Steve

      Hati panas… Daripada ada yang commentnya ga berqualitas tapi SOK BERQUALITAS DAN SOK TAU.. wkwkwkwk

      Jujur nih ya, mending commentnya @majt lina dibanding commentmu..

      Dia walauapun commentnya balik bolak, tapi saya bisa dapat pointnya.. Dia merasa terganggu dan merasa saya nyerempet privacy Ahok.. Gitu

      Sedangkan menurut syaa, saya sama sekali tidak menyerempet privacy Ahok, aku hanya mengambil kasus yang sedang menimpa Ahok untuk menegaskan prinsip saya..

      Tapi minimal, dia masih menghargai orang, tidak menyindir dan merendahkan orang..

      Sedangkan KOMENTAR MU.. hanya cuma bisa menyindir dan merendahkan orang lain.. Tanpa poin yang jelas..

      SANGAT TIDAK BERQUALITAS…

      Jadi percuma juga meladeni orang tidak berqualiatas macam anda..

      Paham ya… Kalau memang loe mau blok ya silakan saja…

      • Majt Lina

        “….aku hanya mengambil kasus yang sedang menimpa Ahok untuk menegaskan prinsip saya..”

        Anda ini koq gak merasa sungkan ya, menuliskan kasus rumah tangga Ahok di ranah publik, hanya untuk menegaskan ‘prinsip’ Anda..?? Ck..ck..ck…

        Kalau Anda (sesuai pengakuan Anda) pernah mengidolakan Ahok, hargailah Ahok dengan tidak menuliskan kasus yang sedang menimpanya.

        • Hans Steve

          Itu hak saya, dan syaa juga tulis dijudul.. Ini soal ahok…
          Kalau ga suka, ga usah baca..

          Loe mau jadi Ahoker itu urusan loe…
          Tapi saya mau bahas atau ngak itu urusan saya..

          Sudah ya, bahasan ini sampai disini.. Makin dibahas ga akan habis habis.. Ini hanya soal sudut pandang…

          Saya menghargai komentarmu, poinmu jelas dan saya sudah menangkapnya.. Tapi maaf anda melampau batasan.

          Tulis ga tulis itu hak saya. Jangan melampaui batasan itu..

          Anggaplah saya menulis privacy ahok, Kalaupun saya berspekulasi aneh aneh soal Ahok, itu pun tidak jadi urusan mu… Itu urusan saya dengan Ahok… Bukan kamu…

          • Majt Lina

            “Anggaplah saya menulis privacy ahok, kalaupun saya berspekulasi aneh aneh soal Ahok, itu pun tidak jadi urusan mu…”

            Sudah saya jawab argumen Anda ini kemarin.

            Selama Anda menuliskan opini ngablak di ranah publik, selama itu pula orang lain akan berkomentar. Itulah gunanya kolom komentar.

          • Hans Steve

            ya,,, dan sya juga sudah jelaskan panjang x lebar x tinggi.. kalau masih tidak bisa terima ya sudah,,, terserah anda

            sudah ya.. saya kira bahasan ini sudah selesai, karena kalau lanjut trus ga akan selesai selesai bahkan ampe 10 tahun, karena akan bolak balik ga jelas aja…

            silakan hargai hak masing masing..

            saya menghargai komentarmu dan kritikanmu, poinnya sudah saya tangkap……
            dan saya harap kamu juga menghargai hak saya dalam menulis…

          • Majt Lina

            Goodlah kalau Anda bisa menghargai kritikan.

          • Hans Steve

            ya donk… setiap kritikan baik yang membangun atau yang baper tetap harus dihargai…

          • No Fear

            Kritikan baper gw dihargai brape , non ?

          • Majt Lina

            Anda masih menyindir BangNoFear baper? Itu artinya Anda belum berbesar hati menerima kritik. Anda menulis di ranah publik agar dibaca semua orang kan? Ya berarti harus siap dengan komentar2 yang masuk.

          • Hans Steve

            Jangan mengurui orang yang bahkan tidak kamu kenal..

            saya menghargai komentarmu.. karena arahnya jelas… walaupun berbeda pandangan..

            tapi bukan berarti saya juga harus menerima komentar yang sifatnya sindiran atau ledekan…..

            silakan saja berkomentar menyampaikan pandangan..
            tapi jangan nyampah…

          • Majt Lina

            Menggurui? Anda sendiri yang mengatakan di atas “…setiap kritikan baik yang membangun atau yang baper tetap harus dihargai…”

            Saya gak melihat Anda menghargai kritikan, sejak kemarin Anda mendebat dan berkeras dengan ‘hak’ dan ‘prinsip’ yang terus-menerus Anda suarakan, terkait urusan rumah tangga Ahok.

          • Hans Steve

            Menurut anda komentar non fair itu sebagai kritikan?

            Kalau saya tidak menghargai kritikan anda, anda sudah saya blok atau tidak menanggapi kritikan anda dari kemarin. Jadi jangan melampaui apa yang sepantasnya anda dapatkan.

            Sorry ya sis… Terlepas dia memang memuji atau memang menyindir atau meledek, itu tetap aja tidak relevan dengan pembahasan atau tulisan saya. Jadi apa yang mau diterima dari sebuah hal yang tidak relevan?

            Dari awal saya dah menjawab seluruh kritikan anda, berdiskusi dengan anda.. Saya pikir sudah selesai….
            Kenyataannya anda yang tidak bisa menerima pandangan saya, bolak balik kemrin itu kau bahas, bolak balik juga saya dah jelasin.
            Tapi tentu hak anda..
            Terserah anda aja…

            Cuma saya kira bahasan ini sudah selesai …
            Anda mau lanjut. Silakan lanjut berkomentae sendiri ya…
            Saya dah selesai dengan semua pandangan saya yang sudah bolak balik saya jelasin ke anda…
            Terima ga terima itu urusan anda

            Thx atas kritikan anda..

          • Majt Lina

            Penjelasan Anda juga bolak-balik melulu soal ‘hak’ dan ‘prinsip’ Anda, maka saya juga bolak-balik menjawab bahwa bukan hak Anda menuliskan urusan rumah tangga Ahok di ranah publik. Terlebih karena Anda mengaku2 pernah mengidolakan Ahok dan blablabla….

            Dan soal ‘prinsip’ Anda yang Anda katakan bertentangan dengan tindakan/ gugatan cerai Ahok, itu juga bagi saya gak perlu ditulis ngablak di ranah publik oleh seorang yang mengaku2 pernah jadi fans Ahok. Setiap orang punya prinsip sendiri2, tapi bukan sepantasnya prinsip itu menjadi tolok-ukur untuk menilai gagal atau tidaknya hidup orang lain. Sama sekali gak pantas. Jika menyangkut ranah privat orang lain, silence is golden. Terlebih ini menyangkut seorang Ahok yang sudah berjasa besar bagi negeri ini, khususnya bagi Jakarta.

            Mengenai komentar yang menyindir atau mengejek, itu akan menjadi risiko semua penulis. Kalau Anda sudah menuliskan opini di ranah publik, maka publik akan bereaksi. Simple as that.

          • Hans Steve

            Ya sudah, anggap aja gua sial ketemu pembaca yang rewel yang tidak bisa membedakan inti pembahasan.

          • Majt Lina

            Ya, Anda sial kali ini. Mungkin selama ini selalu beruntung. Supaya Anda bisa belajar bahwa Anda gak bisa mengontrol komentar yang beragam.

          • No Fear

            Buseeeetttt…. Masih “on” niihh hahahahh.
            Mending Nyanyi yoo… Tariikk maanngg..
            …”Sakitnya tuh di sini
            Di dalam hatiku
            Sakitnya tuh di sini
            Melihat kau selingkuh
            Sakitnya tuh di sini
            Pas kena hatiku
            Sakitnya tuh di sini
            Kau menduakan aku

            Sakit… Sakit…
            Sakitnya tuh di sini
            Sakit… Sakit…
            Sakitnya tuh di sini”…

          • Majt Lina

            Hapal amat Bang…. wkwkwkkk….

          • No Fear

            Copas dari website anu.

          • Majt Lina

            Met malem minggu Bang, bersama keluarga….

          • No Fear

            Thnx, @the movie w/my daughters going2watch Jumanji, hope you have quality times w/loved ones also.
            #beenabadboyhurtingothersfeelingbadbadbad

          • Majt Lina

            Nyantai Bang… Diriku cool ajjah kooq….

            Btw, daku mo cerita dikit neh. Ada temen yg becanda gini : Andai terjadi (amit2) mereka bercerai, maka akan ada kemungkinan dibentuk “Perkumpulan Mantan Fans Ahok”…. (wkwkwkwkk)…. Dan temenku itu ngomonknya pas daku lagi minum… diriku sampe keselek en batuk2 gak karuan…! Temenku itu emank kocak abeezz….

          • No Fear

            Hehehe ada org setrééss hobi nulis nih Suz Lina, kyk kelinci battre enegizer, alkaline, gak abis2….

  • No Fear

    Penulis Baper-an, alay doyan idol, eks fans Ahok fanatik, can’t take critics, ABG lagi PMS. Now everybody laughs @your small brain. You did it to yourself with your own stupid replies.
    Hahahahahhhh. Gak bisa tidur ? Kasiaaann Nona hans

    • Hans Steve

      Kasihan Ahok punya fans yang agak lebay lebay gitu… Wkwkwk

      Keknya cuma loe doank yang laughs.. Karena memangg loe agak lebay lebay gitu

  • No Fear

    Ente ane block ajahh, capee baca sedu-sedan tangis &rengekan-mu Nona Hans

    • Majt Lina

      Kita emank sesekali kudu ngomen Broh. Wong disediakan kolom komentar koq. Tapi gua bersyukur, dia pengen berhenti ngefans sama Ahok. Harapan gua mah dia bukan cuma berhenti ngefans, tapi juga berhenti nyenggol nama Ahok seumur hidupnyah. Konsisten sajah dahh.

      • Hans Steve

        Emang loe Ahok? Hehehe Ahok aja tidak keberatan…

        • Majt Lina

          Ya, itu memang harapan saya saja, bukan opini.

          • Hans Steve

            Kenal aja kagak, tapi menaroh harapan ke orang.

            Emang ada yang menaroh harapan ke orang yang tidak dikenal..?

            Hahahaja..

            Btw terserah kau aja lah..
            Soal saya bahas ahok atau tidak, itu urusan saya..

          • Majt Lina

            “Soal saya bahas Ahok atau tidak, itu urusan saya..”

            Selama Anda membahasnya di ranah publik yang menyediakan kolom komentar, akan selalu ada kemungkinan dikomentari.

          • Hans Steve

            Ya silakan saja…

            Tapi jangan baperan ya… Puying pala saya hadapi pendukung fanatik Ahok yang baper

          • Majt Lina

            Mungkin saja ada Ahokers yang baperan, tapi mereka tetap bicara tentang prestasi Ahok, bukan bicara tentang rumah tangga beliau.

          • Hans Steve

            Hehhee saya bicara prinsip saya, tidak bicara soal rumah tangga dia..

            Haizz balik lagi deh ke awal
            Apa saya ada blg Ahok salah? Vero salah? Atau saya ada berspekukasi apa apa tentang masalah mereka??
            Saya bahkan tidak berspekulasi apa apa, karena saya memang tidak mau berspekulasi dan menghargai privasi mereka

            Silakan anda buka fb, dan lihat ada berapa banyak spekulasi diluar sana yang beredae yang Sebagiannya dibuat oleh Ahoker? Bahkan sebagian sudah mulai menyalahkan salag satu pihak antara bu vero dan Pak Ahok? Bukankah itu justru tidak menghargai privasi mereka?

          • Majt Lina

            “Hehhee saya bicara prinsip saya, tidak bicara soal rumah tangga dia..”

            Loh, kan tulisan Anda sendiri yang menyatakan: “Lalai dalam mempertahankan keluarga, buat saya adalah kegagalan yang tidak bisa ditolerir” –> tulisan Anda ini menyangkut gugatan cerai Ahok, bukan? Menurut saya, Anda sedang bicara soal rumah tangga Ahok (yang dikaitkan dengan ‘prinsip’ Anda).

          • Hans Steve

            Lah itu kan prinsip gue,,
            harus harus ditegaskan donk…

            Dalam menulis ya harus jelas supaya tidak bingung,
            coba kalau saya hanya tulis begini :
            “Tapi prisip saya, keluarga adalah yang paling penting, saya pernah diajarkan untuk selalu mementingkan keluarga dibanding yang lain, apapun keadaannya, segenting apapun kondisinya. Bahkan, saat melakukan kebaikan ataupun sosial, tidak boleh mengabaikan keluarga. ”

            lah penegasannnya mana??

            kalau loe bilang itu ada hubungan dengan gugatan cerai Ahok, ya itu… kan karena memang bahasannya soal itu,, cuma menekanannya di mana??
            ya diprinsip gue, bukan di gugatan cerai ahok..

            bahwa saya punya prinsip seperti itu…
            dan kalau seandainya nanti hasil putusannya menyetujui, maka Ahok tidak sesuai dengan prinsip saya, maka saya akan ngefans sama dia..

            tapi apakah saya menyentuh privasi ahok dengan spekulasi macam macam, atau apakah saya ada bilang, karena cerai Ahok bertentangan dengan prinsip saya, maka ahok tidak boleh cerai..
            Kan tidak ada, gimana sih??
            saya bahkan tidak bilang seharusnya ahok vero mesti kasihan ma anak mereka..
            kan kagak juga.. jadi mana saya bahas rumah tangga ahok??

            lagipula, prinsip ini tidak hanya soal ahok, tapi keseluruhan…
            mau jokowi kek, mau orang lain kek, sama pelakuannnya..

            sorry to say ya, saya pikir anda perlu belajar untuk memahami tulisan orang…

          • Majt Lina

            Ya, itu prinsip Anda, sesuai judul tulisan Anda.

    • Hans Steve

      Itu hak kamu… 😊😊😊

  • Gerar Sianturi

    Ini makanya ptg utk jelas didepan hal apa yg membuat tiap pendukung ahok memilihh menjadi pendukungnya sejak awal apakah kinerja dan perjuangannya memperbaiki birokrasi bobrok atau romantisme keharmonisan keluarga ahok yg notabene mulai tergambar sejak pilkada 2012. Setiap relawan diehard ahok seharusnya berpikir hal yg lbh besar yaitu cita2 bangsa adil makmur sejahtera ranah pribadi seorang hrs bs dikesampingkan. Bayangkan bila para pejuang jaman kemerdekaan saat itu mencampurkan ranah pribadi dgn cita2 revolusi kemerdekaan bung karno sdh tenggelam jauh sebelum 1965 (dgn isu tkg kawin) mempunyai prinsip berbeda dlm hal kluarga tentu sah2 saja tp sebaiknya kita bs memisahkan hal apa yg hrs kita dukung abis2an dr ahok. “barangsiapa yg tdk pernah melakukan kesalahan biarlah dia yg melemparkan batu pertama” apapun sy tetap menghargai pendapat penulis anggap aja ini sbg perimbangan opini 😊😉

    • Hans Steve

      Hihihi… Saya justru sudah membedakan pribadi dengan politik..

      Tulisan saya jelas.. Dalam memilih pemimpin saya tetap mementingkan track record..

      Kalau pun Ahok tidak bermasalah, dan kelak dia masuk politik lagi dan ternyata ada yang lebih baik.. Jelas saya harus memilih yang lebih baik itu..
      Saya pikir Ahok sendiri pun mengharapkan itu…

      Btw saya tidak sedang ingin melempar batu ke Ahok, justru saya lempar itu ke saya sendiri, saat saya harus merelakannya itu saya syok, tpi buat saya prinsip tetaplah prinsip..
      Saya juga tidak merasa Ahok salah dalam membuat keputusan ini.. Balik lgi itu hak pribadi dia, siapa saya? Sampai berhak menyalahkan keputusan dia? …
      Ahok boleh bermulut kasar walaupun kepada koruptor tapi mulut kasar bukan sesuatu yang layak ditiru,
      Ahok boleh salah membuat kebijakan
      Ahok boleh lain lain..
      Tapi lain lagi kalau soal keluarga..

      Tentu ini hanya pertimbangan saya sendiri sesuai prinsip yang saya pegang.

      Mingkim lebih gampangnya, ini salh saya sendiri karena memiliki prinsip seperti itu… Bukan salah Ahok sama sekali.. Ini soal dua pribadi yang berbeda antara saya dan Ahok

      • No Fear

        Hahahahahhhhhh….
        Sorry Hans, try Re-reading your article and your replies to comments, & try finding the logics in your “so-called” prinsip. What do you find? Ente aja bingung apalagi yg baca. Anyway nice try, next time with practice your writing for sure will get better .

        • Hans Steve

          Yang bingung sopo toh?

          • No Fear

            Quote from your own reply “….. Saya bahkan bingung siapabyang harus saya dukung… Emang ada manusia yg sempurna di dunia ini? ?”
            Remember who wrote that ??
            (Look below your reply to Eddy Lou)

          • Hans Steve

            Ya itu karena saya dituding kalau saya berhenti mengidolakan Ahok karena merasa Ahok kurang sempurna..

            Benar donk.. Kalau memang saya seperti yang ditudingkan orang lain kepada saya kalau saya mendukung yang perfect yang sempurna. Siapa yang layak saya dukung??

            Kasih saya list manusia yang sempurna yang ada di Indonesia… Ada?
            Kalau ga ada siapa yang akan saya dukung?
            Bukankah itu memang akan membuat saya bingung? Karena memang ga ada manusia yang sempurna di dunia ini termasuk Jokowi dan Ahok..

            Tapi kenyataannya, saya masih mendukung Jokowi,dedy mulyadi,
            Bahkan saya masih akan memilih Ahok kalau memang dia nanti yang terbaik dari calon lain…

            Jadi bingung hanya untuk membantah tudingan orang ke saya…

          • No Fear

            Bla…bla…bla…DUuuu…uuuttt….
            Bla…bla….blaa ..PReettt…
            Banyak amat alasan2 pembenaran ente. Lebih panjang drpd artikel nya
            Hahahahahhhhhh….
            Comments to your article shows the qualilty of your work,…. Yet you keep making excuses..
            Maybe one day you can make good article. …. So far not yet….
            Let’s call it quit , no more bullshit excuses !!

          • Hans Steve

            Komment mu juga terlihat qualitasmu kok bro… Fanatik

          • No Fear

            Tapi gw ngga nangis2 curhat unek2 di media , nge-fans, idola …. Anak alay nge-fans K-pop ???

          • Hans Steve

            Nangis? Hohohooh.. Sok tau juga rupanya pekomentar ini…

            Keknya yang tidak terima justru yang alay hingga lupa kalau saya punya hak untuk beropini

          • No Fear

            Hak elo dah utk nangis guling2…
            Indovoices perlu perketat standard penulis-nya nih.

          • Majt Lina

            Haaakk… melulu.
            Hhhhh…. Sepertinya Ahok gak punya hak untuk gak di-opini-kan, meski sebentar saja….

          • No Fear

            Sampe cape, sakit perut ketawa2 baca reply2 Nona Hans, gw block aja ahh, bosen juga lama2 ngladenin Nona alay

          • Hans Steve

            Hahaha saya pikir pekomentar yang cepat baper dan fanatik yang harus dibatasi

          • Hans Steve

            Hahahaha.. Emailin aja adminnya biar cepat, sekalian kasih link tulisan saya.. Biar dia putusan apakah tulisan ini mau diturunkan…

            Haizz.. Seolah olah setiap tulisan harus bisa menyenangkan hati setiap pembaca yang membacanya

          • Majt Lina

            Bolak-balik hak lagi yang Anda bicarakan.

            Kenapa Anda, yang mengaku (tadinya) sebagai fans Ahok, gak memikirkan bahwa Ahok juga punya hak untuk gak di-opini-kan?? Just leave him alone….

          • Hans Steve

            Lah? Ahok punya hak untuk tidak diopinikan?

            Beliau itu publik figur, kalau tidak diopinikan itu namanya bukan public figur…

            Kenapa loe ga teriak sekalian ke hatersnya kalau Ahok punya hak untuk tidak dihina atau dikritik..

            Gitu aja loe baper.. Gimana ketemu haters yang sudah ga pakai kritik, tapi sudah pakai penghinaan dam kebun binatang dalam membicarakan Ahok?

          • Majt Lina

            Saya bicara demikian karena Anda mengaku (tadinya) adalah fans Ahok, bukan hater-nya Ahok.

            Ini hanya contoh saja: Bu Susi Pujiastuti pernah bercerai, tapi urusan perceraiannya menurut saya gak perlu di-opini-kan. Kecuali mungkin oleh hater Bu Susi (kalau beliau punya hater).

          • Hans Steve

            Mungkin anda harus belajar membedakan
            HATERS AHOK,
            LOVERS AHOK,
            DENGAN DUKUNG AHOK…

            Dukung Ahok dalam pemilihan tidak harus menjadi lovers..

            Saat saya memilih SBY di 2009 llau, apakan saya ngefans ma SBY? ga tuh, kenyataannya saya tidak pernah isi lagu ciptaannya ampe sekarang, hanya tau 40lgu 5album, itupun dari media..
            Tapi saya tetap dukung dia.. Karena apa? Karena menurut saya dia yang terbaik dari yang lain, tidak ada pilihan lain yang lebih baik saat itu.

            BU SUSI, saya memang tidak pernah nge fans sama dia, saya juga bukan haters, tapi saya sangat suka lihat kinerjanya, kita bersyukur punya orang tegas seperti itu.

            Pak Ahok juga demikian,

            Dalam memilih di pemilihan umum, prinsip saya tetap 1, memilih yang terbaik dari yang ada..

            Dan tidak perlu jadi fans seorang kandidat untuk memilihnya, sama seperti saat saya memilih SBY, tapi kenyataannya, saya tidak pernah mengidolakan SBY dari dulu sampai saat ini.

            Biar gampangnya:
            Saya tidak mengidolakan artis, misal aja Syarini.
            Apakah saya hatersnya Syarini hanya karena saya tidak mengidolakan Syarini?
            Ngak juga.

            Dia mau pakai pesawat super mewah saat berpergian., gua mah bodo amat,

            saya tidak akan menghujatnya juga tidak akan memuji.. Tidak ada urusan sama saya.

            Seandainya suatu saat Syarini ikut pemilihan, misal aja artis terseksi.. Dan saya punya 1 suara dan wajib untuk memilihnya.
            Apakah saya akan memilihnya?
            Tidak tentu, tergantung lawannya.

            Kira kira begitu..
            Perasaan Tulisan saya juga jelas menjelaskan hal ini, kalaupun saya tidak mengidolakan Ahok, saya juga bukan haters Ahok

          • Majt Lina

            Oke, berarti sebelum ini Anda hanya “dukung” Ahok, bukan “fans”??? Saya pikir Anda (tadinya) fans Ahok, karena judul artikel Anda sendiri yang menyatakan “…gue mungkin harus berhenti ngefans sama Ahok”.

            Seperti yang saya tulis di atas, sejauh yang saya tau, isi kepala seorang fans Ahok adalah prestasi, bukan privacy.

          • Hans Steve

            Baca baik baik tulisan saya..

            Apa yang membuat saya mengidolakan Ahok. Adalah soal Inspirasi..
            Bagaimana dia menginspirasi saya selama ini..
            Selama ini saya ngefans juga dukung Ahok dalam pemilihan kemarin..
            Saya tanya, Skrg tidak dalam proses pemilihan apa apa? Apa yang mau didukung??
            Kalaupun mau dukung ya tunggu dia keluar dan masuk politik, ikut pemilihan, dan bandingkan dengan lawan..

            Tanpa mengidolakan seseorang apa mungkin terinsiprasi?

            Saya memilih SBY, tapi saya tidak pernah terinspirasi oleh SBY..
            Tapi beda Ahok bahkan bagaimana dia dengan keluarganya yang selama ini muncul di media (sebelum masalag gugatan cerai muncul) itu pun sebagian menginspirasi saya.. Bagaimana dia mengajari Nicolas untuk tidak minder saat naik bus ke kampus (padahal anak pejabat) salah satunya..

          • Majt Lina

            Yang saya tangkap dari paragraf kedua dari komen Anda adalah: Anda mengidolakan Ahok — Ahok menginspirasi Anda selama ini — Anda ngefans dan juga dukung Ahok… dan seterusnya…. Tapi, sekarang Anda ingin berhenti ngefans, karena ada sesuatu yang bertentangan dengan ‘prinsip’ Anda? Oke dehh….

          • Hans Steve

            ya memang gitu…
            ngefans dengan mendukung adalah dua hal yang berbeda..

            buat saya soal mendukung atau memilihnya ya harus ada pemilihan, dan tergantung lawannya…

            jelas kok… sebagai pemilih, memilih yang terbaik adalah kewajiban…

            bahkan kalau tidak adalah masalah gugatan cerai, dan ada lawan yang lebih baik dari Ahok, saya juga tidak akan memilih Ahok..
            misal saya Ahok vs Jokowi, saya jelas akan memilih Jokowi..

            tapi apakah dengan tidak memlih Ahok, berarti saya tidak boleh terinspirasi dari Ahok?? bisa donk… Ahok yang tegas dan pekerja keras tetap menjadi inspirasi saya yang menbuat saya ngefans sama dia..

            tapi kenapa saya pilih jokowi?? karena ternyata Jokowi lebih tegas dan lebih pekerja keras dari Ahok..

            karena tidak mungkin saya memilih dua duakan kalau misalnya mereka Head to head dalam pemilihan.. kecuali mereka berpasangan ya sudah pasti mereka yang jadi pilihan saya

          • Majt Lina

            Anda akan tetap dukung Ahok, jika menurut Anda Ahok gak punya lawan yang lebih baik…. sekalipun Ahok bertentangan dengan ‘prinsip’ Anda dan Anda sudah berhenti ngefans sama beliau. Begitu kan? Oke dehh….

          • Hans Steve

            lah,,,

            bukannya dalam tulisan saya dah dijelaskan, .

            sebagai memilih yang lebih baik adalah sebuah keharusan,
            prinsip adalah pribadi saya tidak ada hubungan dengan kehrusan memilih yang terbaik…

            walau tidak ada kasus gugatan ini, seandainya lawannya lebih baik dari dari Ahok, ya saya akan memilih lawannya..

            Misalnya : Ahok head to head dengan Jokowi (Ahok vs Jokowi), ya jelas saya pilih Jokowi..
            Apakah saya harus berhenti ngefans sama ahok kalau saya memlih Jokowi? kan kagak juga,
            Ahok menginspirasi saya soal kerja kras dan ketegasan, dan juga hal lain..

            tapi kalau Jokowi VS Ahok, jelas Jokowi lebih kerja keras dan lebih tegas… yang artinya Jokowi lebih baik dari ahok.. ya saya harus pilih Jokowi.. itu sebuah keharusan saya sebagai pemilih saat masuk bilik suara.

          • Majt Lina

            Ada kalimat dalam tulisan Anda: “Lalai dalam mempertahankan keluarga, buat saya adalah kegagalan yang tidak bisa ditolerir”…. itu gak ada hubungannya dengan urusan pilih-memilih, bukan? Itu yang saya maksudkan dengan privacy Ahok.

          • Hans Steve

            Emang kapan saya jadi istrinya atau jalan bersama dia?

            Pakai istilah “meninggalkannya”

            Hahahaha lucu saya jadinya

          • Majt Lina

            “Leave him alone” itu artinya “Jangan ganggu dia” (dengan opini Anda). Mungkin Anda bisa bertanya pada teman2 yang berbahasa Inggris. Selain itu, Anda sendiri menggunakan istilah “meninggalkan”, silakan cek komen2 Anda di atas.

          • Hans Steve

            Kapan Ahok terganggu dengan tulisan saya? Dia aja belum tentu baca..

            Coba anda kirim ke dia,tanyakan apa dia terganggu? Gua berani menjamin kagak…

            Yang terganggu itu pendukung fanatisnya, bukan Ahok.. Jamgan berasa loe itu Ahok, tau segalanya soal Ahok…

          • Majt Lina

            Ya, Ahok gak akan terganggu dengan tulisan Anda, itu bisa dipastikan.

            Saya kan di kolom komentar ini memang sedang mengomentari tulisan Anda.

          • Hans Steve

            Ya sudah kalau Ahok pasti tidak terganggu…

            Hahaha kalau loe terganggu ya urusan loe,

            Kenal juga kagak.

            Ya silakan aja berkomentar..
            Tapi jangan baperannya, dan berasa seperti loe itu ahok ataupun keluarga intinya. Hahahaha.

            Tapi kalau loe memang merasa menjadi bagian dari Ahok ya silakan saja, tapi jangan baperan ke gue saat saya tulis

          • Majt Lina

            Seperti yang saya katakan di atas, semua komen saya datar saja koq, terukur dengan cara berkomunikasi yang wajar.

            Andaipun ada Ahokers yang baperan, tapi mereka tetap bicara prestasi Ahok, bukan mengurusi rumah tangga beliau.

          • No Fear

            Idola2 , …nge-fans…
            Kyk K-pop ajah….
            Idolain ajah diri elo sendiri & masterpieces2 tulisan elo dah
            Hahahahhhhh……. Gubraakkk

          • Hans Steve

            Coba kamu idolain diri loe sendiri.. Bisa ga..

            Haizzz..

          • No Fear

            Gubraakkkk…….(sambil tepok jidat, bener2 penulis koplak)
            Grow up, alay !!

          • Hans Steve

            Mending penulis koplak daripada komentator yang lebay..

          • No Fear

            Hahahahhhh
            Jadi stand-up comedy aja, non
            Need more brain to become a writer

          • Hans Steve

            Mau comedy stand up atau writer sama sama butuh more brain deh..

            Suruh loe jadi comedy stand up pun blm tentu bs

            Baperan begitu

          • No Fear

            Hahahahahhh.. whatever man, udah perfect kok ente. Gw Bingung ?? Hahahhh. … Hmmmm…. mr.know it all neeehh ??
            Ngga tahan Ada yg ribet ? Look at the mirror

        • Majt Lina

          Show off ‘prinsip’….
          Gua mah minder, membandingkan kualitas hati gua yang masih sarat ego dengan kemurahan hati yang dimiliki seorang Ahok…, boro2 dah gua ngomonk urusan prinsip….

          • Hans Steve

            Setiap org py prisip ya.. Itu hak pribadi masing masing..

            Loe ga punya prisip,itu urusan loe..

            Sedangkan saat saya punya prinsip, sejak kapan itu menjadi urusanmu??

          • Majt Lina

            “Sedangkan saat saya punya prinsip, sejak kapan itu menjadi urusanmu??” Sejak prinsip Anda itu menyangkut Ahok, dan dituliskan di ranah publik.

          • Hans Steve

            Itu tidak hanya soal Ahok, bahkan andai semua orang yang saya dukung, yang saya idolakan
            Seperti Jokowi, DEDY mulyadi atau kelak muncul lagi sosok lain yang pekerja keras juga pelakuannya sama…

            Saya pikir itu hak masing masing,
            saya juga ga larang kamu tetap mengidolakannya, aku juga ga anggap kamu orang yang salah ketika tetap mengidolakannya..

            Saya pikir ktika saya memilih untuk berhenti mengidolakan demi diri saya sendiri itu itu juga hak saya..

            Saya juga tidak menghina Ahok, tidak merendahkannya, saya bahkan tetap menganggap dia orang yang kebaikannya tak terbantahkan..
            Jadi di sini, saya tidak merugikan siapa siapa kok…

            Saya pikir saat Ahok membaca tulisan ini, dia juga ga akan keberatan.. Karena saya masih menghargai privasi dia dan keputusan dia.. Saya yakin Ahok termasuk orang yang menghargai keputusan orang lain

          • Majt Lina

            Ahok memang gak akan keberatan dengan tulisan Anda, itu bisa dipastikan. Beliau gak akan repot2 mengurusi prinsip orang lain yang sengaja dituliskan di ranah publik sehingga bisa dibaca oleh semua orang.

          • No Fear

            Hahahahhh “bolak-balik bawel”…touché,…. Article-nyah sama reply2 comment-nyah banyakan reply2 pembelaan diri.
            Hahahahhh. …
            Capeeedeeeh… Gubraakkkk!!!

          • Hans Steve

            Bukankah anda juga sama?
            berusaha menabrak hak orang dalam beropini?

          • No Fear

            Sama2 elo , non ??
            Jangan sampe lah, non !!
            Ma’ap ya nonaaa… , Piss ahhhh.
            Gudbay !!!

          • Hans Steve

            Lebay ga jelas

          • No Fear

            Can’t take the heat ???
            Ati2 setrook , nona Hans
            Selooww

          • Hans Steve

            Hihihi… Keknya ada yang lebih duluan kena stroke karena terlalu baper saat terlalu fanatik terhadap seseorang hingga tidak memperbolehkan orang lain untuk meninggalkannya…

          • Majt Lina

            Anda diperbolehkan koq, untuk meninggalkan Ahok.

            Goodlah. Sipp.

          • Hans Steve

            Ahh.. Lebay… Pakai istilah “meninggalkan”, kek saya istrinya aja..

          • Majt Lina

            Yang menggunakan istilah “meninggalkan” adalah Anda sendiri, cek komen Anda di atas komen saya. Saya justru sedang mempersilakan Anda untuk meninggalkan Ahok, sesuai perkataan Anda sendiri.

          • Hans Steve

            Lohh.. Kalimat mana daei tulisan saya yang mengabaikan Hak Ahok? Saya juga tidak melarang dia kok, dan saya juga mengapresiasi kinerja dia kok..

            Lahh.. Admin IV aja tidak keberatan, kok loe yang repot??

            Jangan lupa ini memamg ranah publik, tapi ini portal opini.. Setiap orang boleh beropini kan? Hehe selama ga merugikan orang lain…

            Sebutkan siapa yang dirugikan dari tulisan saya;?

          • No Fear

            Hahahahhhh…. Penulis Lagi PMS dateng bulan yaahh ? Sensi-nyaaaa…. ( Kyk nenek2 kebakaran j3mboot nih)
            Ma’ap ya non, qt nggak Tau klo Nona penulis lagi dateng bulan .
            Ma’ap ya non !!!

          • Hans Steve

            Yang sensi siapa keknya justru yang keberatan dengan tulisan saya.. Gua mah biasa aja

          • No Fear

            Biasa niiihh ???
            👍👍👍👌👌👌👌😁😁😁
            💨💨💨💨 💩💩💩

          • Hans Steve

            Yah… Kalau cuma gini doank sensi.. Gimana gua hadapi hatersnya Jokowi atau Ahok yang komentarnya jauh lebih nusuk dari ini selama beberapa tahun terakhir ini dan tidak pernah mundur sekalipun?

          • No Fear

            ?????? Hahahahhhh…
            Pre Menstrual Syndrome ??

          • Hans Steve

            Komentarmu menunjukkan qualitasmu..

      • Gerar Sianturi

        Klo sy sih gak pernah mempedulikan masa lalu/kisah hidup/hal2 personal seseorang, slama sy melihat org itu pny integritas dlm melayani publik tegak lurus profesional sy akan dukung org itu krn bagi sy tiap org pny kisahnya masing tp utk jd pelayan publik itu lain hal. Tentu aj klo nanti ada org yg lbh baik dari ahok kita semua hrs dukung org itu.
        Anyway sy menghargai prinsip om hans 👍 ini indahnya berdiskusi 😉

        • Hans Steve

          Sipp.. Thx ya… Hehehe

        • Hans Steve

          Sip sipp… Saya tidak blg Ahok tidak baik kok..

          Mungkim ini semua salah saya, karena saya punya prinsip yang aneh aneh.. Hehehe

  • Eddy Lou

    kita suka lupa bahwa manusia tidak ada yg sempurna, ada satu kesalahan saja kita sudah berimage buruk tanpa kita mengetahui apa penjebab dari kesalahan tsb,… berapa bnjk org yg mengalami perceraian di negri ini, apa mereka semua pasti bersalah? inilah ‘ panas setahun dihapuskan oleh hujan sehari’ …. ogut ucapkan selamat bagi anda semua yg menjudge bersalah kpd ahok, apa semua sudah merasa suci dan tidak pernah berbuat salah? selamat jg kpd penulis yg sudah berprasangka buruk dan bersikap seperti malaikat suci…….

    • Hans Steve

      Kalau dari awal saya mengharapkan pemimpin yang sempurna, maka dari awl saya tidak mendukung Ahok ataupun Jokowi.. Emang ada manusia yg sempurna di dunia ini? ?

      Tapi namanya batasan tetap harus ada kali ya

      Mungkin anda perlu baca ulang isinya biar lebih jelas

      • Majt Lina

        Kayaknya Anda deh yang gak mengerti komen MasEddyLou… Jika Anda bisa menghargai segala yang baik yang telah Ahok beri bagi negeri ini, khususnya bagi Jakarta, Anda tentu akan menjaga jari2 Anda untuk mengetik apapun yang sensitif, yang membuat Ahok menjadi seperti “kurang berharga dari sebelumnya”.

        • No Fear

          Defensif banget & can’t take critics.

          • Majt Lina

            Well I don’t care about his writing spirit. Let’s just get a hell outta here.

        • Hans Steve

          Hahaha.. Ga berharga? Saya kira kamu yang terlalu fanatik menanggapinya..

          Saya sampai sekrg pun mash tetap menghargai Pak Ahok..
          Saya bahkan mash bisa menceritakan Ahok ke keturunan saya,
          Saya juga akan memilihnya kalau memang dia yang terbaik diantara calon lain

          Jadi kalimat mana yang menganggap Ahok tidak berharga??

          Selain, Silakan kasih saya, kalimat mana yang sensitif tentang Ahok?

          • Majt Lina

            Kalimat mana yang sensitif? Oh, jadi menurut Anda gak ada yang sensitif yaa….

            Sip dehh.

            Mungkin saya, MasEddyLou, BangNoFear, di mata Anda adalah orang2 yang gak mengerti kalimat2 yang Anda tuliskan..?! Kalau ada tiga orang yang sepakat merasa “terganggu” dengan tulisan Anda, itu artinya apa?

            Bukan saja kalimat2 Anda yang gak enak dibaca, tapi juga Anda seolah petantang-petenteng dengan prinsip kebanggaan Anda itu. Gak bisakah Anda menyimpan untuk sementara prinsip hebat Anda itu di dalam hati? Gak bisakah sedikit berempati? Banyak orang yang memiliki prinsip yang lebih hitam-putih dari Anda, tapi mereka gak akan berkoar dalam situasi yang sedang runyam, mereka lebih memilih untuk berdiam diri sejenak.

          • Hans Steve

            Kalau memang ada tunjukkan… Saya ga berempati? Anda hidup serumah dengan saya?

            Hampir tiap hari saya mendoakan Ahok.. Dari awal saya dukung dia, bahkan ampe tadipagi, hampir tiap hari saya tetap mendoakan yang terbaik buat Ahok..

            Masa saya harus tgu tahun depan baru menyampaikan unek unek dalam hati saya..??

            Sorry, kalau kalian tidak senang dengan tulisan saya..

            Tapi buat saya, saya menulis tidak untuk menyenangkan siapa-siapa, tapi untuk menyuarakan unek unek dan isi hati saya..

            Namany unek unek jelas tidak bisa ditunda walau hanya sehari.. Tapi itu bukan berarti saya tidak berempati.. Setiap orang punya cara tersendiri untuk berempati…

          • Majt Lina

            Unek2 gak bisa ditunda yaa..?? Harus ditulis segera, di ranah publik..!!

            Wokeh dehh.

          • No Fear

            Dia-nyah nulis “untuk menyuarakan unek unek dan isi hati sang pujangga yg tidak bisa ditunda walau hanya sehari”
            Hahahahhhhh…. Puitis-nya !!!
            Buang2 waktu !!!

          • Hans Steve

            Jangan lupa ini portal opini, dimana setiap orang tidak dilarang beropini selama tidak menfhina atau mengjelek jelekin orang

            Justru, saat ada yang mengomentari opini orang dengan melupakan hak orang lain yang dikomentari, saya pikir itu yang justru tidak menghargai orang lain..

          • Majt Lina

            Loh, di IV ini disediakan kolom komentar, tentu untuk mengomentari opini setiap penulis.

          • Hans Steve

            Yapzz.. Sama donk..juga disiapkan ruang untuk menyampaikan unek unek, sepanjang tidak merugikan orang lain

          • Majt Lina

            Saya menjawab komen Anda di atas: “Justru, saat ada yang mengomentari opini orang dengan melupakan hak orang lain yang dikomentari, saya pikir itu yang justru tidak menghargai orang lain..”

            Apakah maksud Anda, opini Anda tidak boleh dikomentari?

          • Hans Steve

            Tergantung cara anda mengomentarinya… Hehehe

          • Majt Lina

            Silakan cek semua komen saya, gak ada satupun yang “ngomelin” Anda, bahkan gak ada satupun yang menggunakan istilah “Loe” atau “Gue”. Saya hanya menggunakan “Anda” dan “Saya” untuk berkomunikasi dengan Anda.

            Saya berbahasa “gua” hanya kepada BangNoFear, teman saya.

          • Hans Steve

            Lahh.. Hehehe emang ngomek itu hanya soal loe gua? Sama harus ada kata “ngomel”? Haizzz..

          • Majt Lina

            Ya memang gak ada satupun omelan yang saya ketik. Semuanya datar saja koq….

          • Hans Steve

            Yakin? Hehehhee… Kalau gitu ya baguslah.. Brrt dah ga masalah kan..
            Silakan berkomentar,

            Dan jangan larang saya untuk beropini menyampaikan opini…

            Kita masing masing punya hak yang sama untuk berkomentar atau beropini…

            Selama dalam batasan, tidak menjelekan orang lain atau menghina orang lain

          • Majt Lina

            Ya, Anda beropini, dan sejauh ini saya sedang mengomentari opini Anda.

          • Hans Steve

            Siap… Hihihi

          • Majt Lina

            Goodlah, kalau Anda siap. Berarti sudah mengerti….

          • Hans Steve

            Malah saya mengira anda yang sudah mengerti…

            ya sudah deh, sama sama mengerti hak masing masing dalam beropini dan berkomentar

            haizzz ribet amat hadapi orang baperan

          • Majt Lina

            Ahokers yang saya kenal, ada beberapa yang baperan. Tapi mereka tetap bicara tentang prestasi Ahok, bukan bicara soal “mempertahankan keluarga”.

          • Hans Steve

            apa saya ada berspekulasi soal gugatan mereka?? atau apakah saya ada menyalahkan mereka??
            saya pikir tidak ya… anda aj ayang baper

            saya pikir anda harus belajar membaca tulisan orang…

          • Majt Lina

            Salah satu kalimat dalam tulisan Anda adalah ini: “Lalai dalam mempertahankan keluarga, buat saya adalah kegagalan yang tidak bisa ditolerir” (oleh karena itu Anda memberi judul “…gue mungkin harus berhenti ngefans sama Ahok”)….

            Menurut saya, itu bicara ranah privat, karena berkaitan dengan soal “mempertahankan keluarga”.

          • Hans Steve

            Lah itu kan prinsip gue,,
            harus harus ditegaskan donk…

            Dalam menulis ya harus jelas supaya tidak bingung,
            coba kalau saya hanya tulis begini :
            “Tapi prisip saya, keluarga adalah yang paling penting, saya pernah diajarkan untuk selalu mementingkan keluarga dibanding yang lain, apapun keadaannya, segenting apapun kondisinya. Bahkan, saat melakukan kebaikan ataupun sosial, tidak boleh mengabaikan keluarga. ”

            lah penegasannnya mana??

            kalau loe bilang itu ada hubungan dengan gugatan cerai Ahok, ya itu… kan karena memang bahasannya soal itu,, cuma menekanannya di mana??
            ya diprinsip gue, bukan di gugatan cerai ahok..

            bahwa saya punya prinsip seperti itu…
            dan kalau seandainya nanti hasil putusannya menyetujui, maka Ahok tidak sesuai dengan prinsip saya, maka saya akan ngefans sama dia..

            tapi apakah saya menyentuh privasi ahok dengan spekulasi macam macam, atau apakah saya ada bilang, karena cerai Ahok bertentangan dengan prinsip saya, maka ahok tidak boleh cerai..
            Kan tidak ada, gimana sih??
            saya bahkan tidak bilang seharusnya ahok vero mesti kasihan ma anak mereka..
            kan kagak juga.. jadi mana saya bahas rumah tangga ahok??

            lagipula, prinsip ini tidak hanya soal ahok, tapi keseluruhan…
            mau jokowi kek, mau orang lain kek, sama pelakuannnya..

            sorry to say ya, saya pikir anda perlu belajar untuk memahami tulisan orang…

          • Majt Lina

            Ya, itu prinsip Anda, sesuai judul tulisan Anda.

          • Hans Steve

            Yo memang iyoo

          • Majt Lina

            Ya, prinsip Anda yang berurusan dengan privacy Ahok itulah yang saya komentari.

          • No Fear

            Loh Suz Lina masih terus lanjut ketawa-ketiwi nihh ?? Hahahahihihi…ati2 nanti atit peyut + Nyengir terus kebanyakan ketawa..👍👍😁😁😀

          • Majt Lina

            Gua sebenernya udah lama bingitz kagak menyambangi IV, Bang, gegara takut ketemu sama KongBetter (betterthangood ina), gua takut ditagih nulis artikel di IV. Ehh, sekalinya gua mampir di marih, gua beneran nancep dua hari dua malem…. wuakakakkk…..

          • No Fear

            Hahahhahhh… Gw Ampe cape nyengir baca + ngetik, rada2 nyesel juga sih ngeladenin , tapi kok gitu yah ngga abis2. Anyway maunya sih kakabimbim slank “Piss…ahh”

          • No Fear

            Hahahahh, miss alay masih terus ngiyeng overheat. Kasian jadi ngeladenin nya, Makin keliatan kualitas logic-nya, Gw kasih hepi deh let her have the last word, ngga pantes ngeladenin Anak Mami setrééss. Makin kacau logika argumen-nya.
            Anyway, have a nice weekend Suz Lina.

          • Majt Lina

            Thank’s. You too Bang, have a nice weekend….

          • Hans Steve

            Haizzz.. Capek deh.. Terserh kau aja deh.. Balik bolak ga jelas

          • Majt Lina

            Haiiizz…. kau nyerempet privacy Ahok di ranah publik, aku juga berkomentar di kolom komentar.

          • Hans Steve

            Haizzz balik bolak.. Balik bolak….

            Terserah kau aja deh…

            Mungkin hanya berbeda sudut pandang aja soal apa itu privacy, dan batasan privacy itu, atau mungkin diantara kita ada yang merasa kalau diri masing masing merupakan bagian dari privacy itu.

            Ya sudah deh.. Terserah kau aja.. Capek gue, balik bolak jelasin.. Kalau sudut pandamg dah beda memang sulit untuk menemukan titik temu

          • Majt Lina

            Haiiizz…. Anda bolak-balik bicara hak dan ‘prinsip’ Anda yang berkaitan dengan rumah tangga Ahok, saya pun bolak-balik menjawab di kolom komentar.

          • Hans Steve

            Ya lah, ya lah.. Loe bagian dari Ahok deh..

            Haizzz..

          • Majt Lina

            Ya eyalaaahh… saya memang Ahoker. Masak baru tau seehh…?!

            Haiiizz….

          • Hans Steve

            Terus?

          • Majt Lina

            Terus?

            Terjadilah pembicaraan ini di ranah publik…. dan dibaca oleh banyak orang. Gitchu….

          • Hans Steve

            trus maunya diapain??

          • Majt Lina

            Maunya diapain? maunya saya? Very simple…. Saya mau memanfaatkan kolom komentar untuk berkomentar. Dan ini sedang saya lakukan. Mengomentari opini Anda.

          • Hans Steve

            ya sudah,, silakan saja…

          • Majt Lina

            Goodlah, kalau mengerti.

          • Hans Steve

            Goodlah sudah dimengerti

          • Majt Lina

            Nah akhirnya…. bisa menangkap juga.

          • Hans Steve

            dari awal juga dah nangkap kali… hanya berbeda pandangan aja.. itu mah wajar aja…

          • Majt Lina

            Tulisan Anda memang nyerempet privacy Ahok, itulah sebabnya saya komentari.

          • Hans Steve

            yahh… tangkap ga tangkap lah… dah balik bolak dari semalaman masih ga nangkap…
            hanya berbeda sudut pandang.. itu hal yang wajar…

        • Armand van Cakra

          Menurut saya ahok sudah menyerahkan privasinya saat dia menjadi seorang public figure.

          Jujur saya penasaran banget sama penyebab cerainya ahok, si vero beneran selingkuh gak ya?
          Kalau ahok beneran mencintai pengikutnya, dia tidak akan membiarkan mereka dalam kegelapan dan akan menjelaskan segala perkaranya.

          Selain itu saya ingin belajar dari pengalaman ahok agar hal serupa tidak terjadi kepada saya di kemudian hari.

      • Armand van Cakra

        Saya mengamati komunikasi antara anda dan majt lina, saya gak tahu dia laki2 atau perempuan tapi dari bahasanya saya asumsikan perempuan.

        Begitu kita berdebat dengan perempuan, saat itu juga kita kalah. Saya pernah mengalami hal pahit seperti ini juga.

        BTW dengan adanya kejadian ini justru saya semakin salut terhadap Ahok. Sudah dipenjara masih kena musibah, tapi dia tetap kuat.

        (seandainya veronica tan bener selingkuh) Musuh sebenarnya adalah vero, bukan ahok. Saya kehilangan respect sama dia, dan saya akan mendoakan dia agar cepat kena azab dan karma yang setimpal.

        • Hans Steve

          Inilah yang saya hindari..
          Saya tidak ingin memusuhi satu diantara mereka.. Baik Pak Ahok atau Bu Vero..

          Selingkuh atau tidak, itu sudah privacy mereka…
          Bukan hak saya untuk menghakimi mereka….

          Tentu dengan demikiaan, saya tetap respect sama mereka

  • Gus Agus

    Bung Hans, sepertinya benar apa yg dipesankan oleh “guru kehidupan “saya. Pesannya ” kamu hormati orang yg baik dalam karya, berprestasi, tapi jangan sekali-kali kamu mengagumi apalagi mengidolakan orang tersebut”. Itu yg tertanam hingga ketika ada kejadian seperti ini tidak akan ada rasa kecewa, frustasi dsb. Sampai akhir hayatnya,guru saya yg tidak jadi saya kagumi dan idolakan masih tetap saya hormati karena prestasi dan karya-karyanya untuk bangsa ini.

    • Hans Steve

      Jelaa saya tetap menghormati Ahok, saya juga tetap menghargai kinerja Ahok..

      Tapi ini hanya langkah ke depannya