Home / Lifestyle / Olahraga / Invincible Hanya Milik Arsenal Semata

Invincible Hanya Milik Arsenal Semata

Performa Manchester City pada musim ini benar-benar luar biasa. Setelah musim yang kurang mengesankan pada musim lalu, musim ini The Citizens menyambut musim dengan serangkaian performa luar biasa. Sejak pekan pertama, Raheem Sterling dkk konsisten berada di puncak klasmen dan tidak pernah tergoyahkan hingga pekan ke-23.

Bahkan anak asuh Pep Guardiola berhasil membukukan 18 kemenangan beruntun yang menjadi rekor terbaru, mengalahkan 14 kemenangan beruntun Arsenal pada musim 2003/2004. Rekor kemenangan terpanjang yang berhasil dipecahkan oleh City membuat semua pihak meyakini bahwa Manchester City akan menyamai catatan tak terkalahkan Arsenal yang terjadi pada musim 2003/2004 juga.

Manchester City juga diyakini akan menyalip perolehan 95 poin Chelsea yang menjadi perolehan poin terbanyak dalam satu musin kompetisi Premier League. Maklum, hingga pekan ke-23, City telah mengantongi 62 poin. Menyalip dua rekor sekaligus tentu menjadi hal yang membanggakan bagi seorang Pep Guardiola. Tak hanya itu, rekor tersebut juga semakin menegaskan bahwa dirinya adalah manajer terbaik di dunia.

Tapi apa daya, rekor tak terkalahkan City pupus saat berjumpa Liverpool di Anfield. Manchester City yang bermain di empat kompetisi musim ini takluk dengan skor tipis 3-4. Manchester City tak kuasa membendung agresivitas armada Juergen Klopp yang bermain dengan geggenpressing.

Sempat menyamakan kedudukan melalui Leroy Sane pada babak pertama. City kebobolan tiga gol dalam kurun waktu sembilan menit yang menyebabkan mereka tertinggal tiga gol. Dua gol dari Bernardo Silva dan Ilkay Gundogan hanya menjadi hiburan karena skor menjadi 3-4 dan berakhir hingga wasit meniup peluit panjang.

Kekalahan tersebut menjadi kekalahan perdana City di Premier League dan kekalahan kedua diseluruh kompetisi. Dan dengan kekalahan tersebut, City gagal menyamai rekor Arsenal yang tak terkalahkan dalam satu musim kompetisi. Dengan kata lain, invincible hanya milik Arsenal semata.

Memang pada masa itu Arsenal sedang berada dalam penampilan terbaiknya. Bahkan Arsenal musim 2003/2004 dinobatkan sebagai tim terbaik Premier League dalam 20 tahun terakhir. Bermain 38 kali, Arsenal menorehkan 26 kemenangan dan 12 kali hasil seri tanpa menelan satu pun kekalahan.

Saat itu, Arsenal diperkuat oleh para bintangnya. Pada posisi penjaga gawang, ada Jens Lehmann yang pada musim tersebut hanya kemasukan 26 gol. Kuartet bek Kolo Toure, Sol Campbell, Ashley Cole, dan Lauren menjadi pelindung Lehmann dan menjadi alasan mengapa Arsenal berhasil mencatatkan 15 cleansheets pada musim tersebut.

Pada lini tengah terdapat gelandang pengangkut air, Patrick Vieira yang berduet dengan gelandang asal Brasil, Gilberto Silva. Mereka diapit oleh Fredrick Ljungberg dan Robert Pires yang bermain sebagai sayap pada musim itu. Mereka menjadi penyokong dari Thierry Henry dan Dennis Bergkamp yang saat itu sedang on fire. Bahkan Thierry Henry menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi 30 gol.

Pencapaian itu menjadi pencapaian bersejarah Arsenal yang sampai saat ini belum ada yang mampu menyamainya. Ditengah desakan #WengerOut yang selalu disuarakan oleh suporter Arsenal saat ini, mereka tidak boleh lupa bahwa timnya pernah tak terkalahkan karena Wenger.

Harus kita akui era invincible Arsenal dengan era sekarang sangat berbeda jauh. Jika dahulu terdapat ketimpangan antara tim besar dengan tim kecil, kini ketimpangan itu nyaris tidak ada. Semua tim punya kekuatan yang merata. Semua tim bahkan bisa dibilang mempunyai peluang juara. Keberhasilan Leicester City menjuarai Premier League pada musim 2015/2016 menjadi bukti betapa meratanya kekuatan tim di Premier League saat ini.

Apalagi tim-tim di Inggris selalu dihadapi dengan jadwal yang sangat padat setiap musimnya. Tanpa bermain di kompetisi Eropa saja tim yang berlaga di Premier League harus bermain di tiga kompetisi (Piala Liga, Piala FA, dan Premier League). Bagaimana jika bermain di Eropa? Dalam satu musim, mereka bisa bermain dalam empat kompetisi. Chelsea, Arsenal, dan Manchester City adalah tim yang sampai saat ini masih bermain di empat kompetisi.

Jadi kita harus melihat ke depan bahwa rekor tak terkalahkan milik Arsenal tidak akan dipecahkan oleh tim mana pun pada masa dewasa ini. Telah meratanya kekuatan dan padatnya jadwal kompetisi menjadi faktor utama mengapa saya mengatakan ini. Dunia sepakbola tentu terus berkembang dari tahun ke tahun. Apa yang berhasil dicapai pada masa lalu, belum tentu dapat disamakan atau dilampaui pada masa ini. Maka dari itu, banggalah kepada sejarah!

Loading...

About Obito

Check Also

Serial 227 Karya Ahok Yang Mencengangkan (5) Lapangan Futsal Dan Basket Monas

Hari ini serial 227 mahakarya pak Ahok selama memimpin Jakarta sampai pada bahasan yang kelima. …