Home / Politik / Asma Dewi Alumni 212, Prabowo Dan Anies-Sandi Was-Was, Pembalasan Ahok

Asma Dewi Alumni 212, Prabowo Dan Anies-Sandi Was-Was, Pembalasan Ahok

Perjuangan melawan hoax dan fitnah terus dilakukan oleh Polri denga terus menelusuri oknum-oknum terkait dengan Saracen. Sudah ada 4 terseangka yang terkait dengan Saracen dicyuduk dan berdampak dengan berkurangnya seruan hoax dan fitnah dari kelompok Saracen. Yang tersisa adalah berita hoax dan fitnah dari kubu PKS dan Demokrat.

Saracen seperti yang banyak dikait-kaitkan adalah cyber army dari kubu Gerindra. Meski dibantah, fakta-fakta yang tersebar dan sudah banyak diungkap tidak bisa dianggap angin lalu. Gerindra diduga kuat terkait dengan pergerakn Saracen. Bisa saja mengelak bukan perintah partai, tetapi tidak bisa dibantah sepenuhnya bukan kerjaan oknum terkait dengan Gerindra.

Apalagi sudah sangat jelas bahwa orang-orang yang ada dalam struktur Saracen adalah para pendukung Prabowo Subianto pada saat Pilpres 2014. Mereka bahkan menjadi sebuah relawan yang mendukung dengan jelas dan tidak sembunyi-sembunyi. Walau tetap saja mereka tidak dianggap keberadaannya.

Gaya Gerindra yang tidak mau mengaku Saracen ini tidak mengherankan. Tidak ada partai yang mau mengaku kalau ada simpatisannya yang tertangkap oleh polisi, tetapi akan sangat senang kalau simpatisan seperti Saracen ini berhasil terus berselancar di internet dan membuat hoax dan fitnah terhadap pemerintah.

Tertangkapnya tersangak kelompok Saracen memang mau tidak mau membuat para pendana was-was dan waspada. Apalagi, kini sudah semakin dekat penyelidikan polri setelah menangkap Asma Dewi yang merupakan bendahara gerakan Tamasya Al-Maidah. Asma Dewi diduga juga terlibat dalam kelompok Saracen.

Asma ditangkap akibat postingannya yang dibuatnya di Facebook yang menjelaskan terkait gerakan-gerakan beberapa kelompok cyber army. Asma ditangkap dengan Undang-undang no 11 tahun 2008 tentang ITE. Berikut adalah postingan yang diduga menjadi penyebab ditangkapnya Asma.

Lalu siapakah Asma sebenarnya?? Kalau kita lihat dalam telusuran rekam digital, maka kita akan temukan foto-foto Asma dengan para politisi lawan Ahok saat di Pilkada Jakarta. Wajar saja karena Asma Dewi sepertinya adalah relawan pasangan nomer 3, Anies-Sandi.

Asma sendiri adalah koordinator aksi gerakan tamasya Al Maidah yang menurut pengakuan bertindak sebagai bendahara. Dalam telusur lebih lanjut, Asma diduga melakukan transfer 75 juta ke salah satu pengurus Saracen. Apakah berkaitan pesanan berita hoax?? Kepastiannya menunggu hasil selidik kepolisian.

Berikut adalah foto-foto Asma yang menjadi bukti dia adalah koordinator Tamasya Al Maidah dan juga relawan no 3, Anies-Sandi.

Foto-foto ini adalah sebuah fakta bahwa Tamasya Al Maidah dan pasangan Anies-Sandi saling terkait. Apakah juga terkait dengan Saracen?? Saya harus katakan sangat besar kemungkinannya iya. Karena tidak mungkin rasanya, satu komplotan begini tidak ada saling keterkaitan. Apalagi fakta Asma mentransfer uang sebesar Rp 75 juta kepada salah satu pengurus Saracen.

Lebih parah lagi, Asma ini sangat mirip dengan wanita yang dulu teriak-teriak “Bunuh Ahok”. Ataukah memang dia yah?? Silahkan cek sendiri.

Kelakuan para lawan politik Ahok yang secara bersekutu, berserikat dan bersama-sama menjegal Ahok dan memenjarakannya satu persatu dibongkar dan dipermalukan. Walau mereka bisa meraih kemenangan di Pilkada Jakarta, tetapi kebusukkan mereka tidak akan bisa dengan mudah dibersihkan. Kini perilaku curang dan SARA mereka terbukti.

Ahok memang kalah dan dipenjarakan, tetapi yang menerima aib dan malu berkepanjangan malah kubu lawan. Ahok tenang menikmati hidupnya, tetapi para lawan harus terus was-was karena satu persatu pasukan hoax dan fitnah mereka dicyduk. Lambat laun mereka pun akan ikut diseret-seret.

Ahok kembali lagi membuktikan perkataannya. Bahwa Gusti Ora Sare. Tuhan akan membela orang-orang yang dizalimi. Tuhan akan membalaskan mereka yang dzalim dan semena-mena dengan kaum minoritas. Pembalasan Ahok akhirnya dilakukan Tuhan dengan membuat hidup mereka tidak tenang dan dikejar rasa khawatir.

Biarlah mereka bersenang-senang meraih kemenangan penuh dosa dan permainan agama. Mereka pikir Tuhan akan tinggal diam saja mereka permainkan. Jangan harap. Tinggal tunggu saja kapan waktunya Tuhan akan menghukum mereka ini satu persatu.

Ini menjadi sebuah pelajaran bagi kita. Menjadi percaya adanya Tuhan dan tidak mempermainkannya. Karena akibatnya akan seperti yang mereka alami ini. Dipermalukan satu persatu menjadi pesakitan dan dicap menang karena fitnah dan SARA. Kemenangan paling memalukan.

Salam Was-Was.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Ketua BNN Ragu Anies Tegas Tutup Diskotik Jual Narkoba, Alexis Saja Masih Buka

Ternyata bukan hanya kaum cebong saja yang ragu dengan kepemimpinan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Ternyata …