Home / Politik / Asma Dicyduk, Tamasya Al-Maidah Dan Saracen, Kriminalisasi Ahok??

Asma Dicyduk, Tamasya Al-Maidah Dan Saracen, Kriminalisasi Ahok??

Perjuangan melawan hoax dan fitnah terus dilakukan oleh Polri denga terus menelusuri oknum-oknum terkait dengan Saracen. SUdah ada 4 terseangka yang terkait dengan Saracen dicyuduk dan berdampak dengan berkurangnya seruan hoax dan fitnah dari kelompok Saracen. Yang tersisa adalah berita hoax dan fitnah dari kubu PKS dan Demokrat.

Saracen seperti yang banyak dikait-kaitkan adalah cyber army dari kubu Gerindra. Meski dibantah, fakta-fakta yang tersebar dan sudah banyak diungkap tidak bisa dianggap angin lalu. Gerindra diduga kuat terkait dengan pergerakn Saracen. Bisa saja mengelak bukan perintah partai, tetapi tidak bisa dibantah sepenuhnya bukan kerjaan oknum terkait dengan Gerindra.

Apalagi sudah sangat jelas bahwa orang-orang yang ada dalam struktur Saracen adalah para pendukung Prabowo Subianto pada saat Pilpres 2014. Mereka bahkan menjadi sebuah relawan yang mendukung dengan jelas dan tidak sembunyi-sembunyi. Walau tetap saja mereka tidak dianggap keberadaannya.

Gaya Gerindra yang tidak mau mengaku Saracen ini tidak mengherankan. Tidak ada partai yang mau mengaku kalau ada simpatisannya yang tertangkap oleh polisi, tetapi akan sangat senang kalau simpatisan seperti Saracen ini berhasil terus berselancar di internet dan membuat hoax dan fitnah terhadap pemerintah.

Tertangkapnya tersangka kelompok Saracen memang mau tidak mau membuat para pendana was-was dan waspada. Apalagi, kini sudah semakin dekat penyelidikan polri setelah menangkap Asma Dewi yang merupakan bendahara gerakan Tamasya Al-Maidah. Asma Dewi diduga juga terlibat dalam kelompok Saracen.

Baca juga:   120 Hari Jelang Bebas, Ini Tiga Amunisi Yang Dipersiapkan Ahok...

Asma ditangkap akibat postingannya yang dibuatnya di Facebook yang menjelaskan terkait gerakan-gerakan beberapa kelompok cyber army. Asma ditangkap dengan Undang-undang no 11 tahun 2008 tentang ITE. Berikut postingan Asma yang dilaporkan..

Asma sendiri tercatat sebagai salah satu koordinator gerakan Tamasya Al-Maidah yang juga menjadi bendahara. Dengan ditangkapnya Asma, maka polri bisa dengan mudah akan punya akses untuk mendata siapa pendana gerakan Tamasya Al-Maidah yang juga akan ditelusuri sebagai pendana Saracen. Jika ada kecocokan, maka akan terbukti bahwa para pendana ini adalah orang yang kriminalisasi Ahok.

Dugaan bahwa semua gerakan ini adalah satu kelompok memang sangat kuat. Karena kemunculan mereka dengan sangat massif terjadi saat Pilkada Jakarta. Efeknya tentu saja adalah Pilkada ter-SARA dan ter-BURUK sepanjang sejarah pilkada langsung di Indonesia. Bangsa benar-benar terpolarisasi.

Akhirnya yang menjadi korban adalah nasib warga Jakarta dan juga Indonesia yang harus kehilangan Putra Terbaiknya, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), selama 2 tahun karena dikriminalisasi. Ya, gara-gara aksi tidak terpuji mereka yang menggoreng isu agama dan diikuti dengan gerakan Tamasya Al-Maidah membuat luka besar bagi kebhinekaan.

Dengan kehilangan Ahok, nasib warga Jakarta dan Indonesia menjadi terkatung-katung tidak jelas. Harapan menjadi negara maju tersendat selama 2 tahun karena tokoh pergerakan Jakarta dan Indonesia maju ditahan. Padahal, bersama Ahok, Jakarta sudah semakin maju dan mulai dipersiapkan menjadi lebih hebat dari Singapura.

Baca juga:   Akomodir Pokir, DPRD Bandingkan Keharmonisan Dengan Anies Dan Ahok

Sayang, mereka yang lebih suka jaman onta dengan segala kebusukkannya tidak menginginkan kemajuan tersebut. Karena kalau Jakarta dan Indonesia ini maju, maka industri kebohongan dan industri kebodohan tidak akan laku lagi. Padahal, dengan industri ini mereka bisa menggoreng agama dengan nikmatnya sambil memuaskan nafsu duniawi mereka.

Ahok memang ancaman bagi mereka yang tidak siap dengan kompetisi menjagi negara maju. Mereka yang tergusur dari timur tengah merecoki Indonesia supaya mereka bisa menikmati kehidupan tanpa kerja keras dan hanya bermodalkan kebohongan dan membodoh-bodohi orang lain.

Perjuangan kita melawan kebohongan dan kebodohan akan terus terjadi sampai negara ini benar-benar maju dan mereka yang menikmati industri kebohongan tersebut dibungkam. Butuh kesatuan gerak supaya perjuangan kita tidak gampang dilemahkan. Dipenjaranya Ahok adalah bentuk perjuangan mereka yang bersatu dan ingatkan kita untuk kembali bersatu.

Jangan sampai kalah, karena ini perjuangan demi kedaulatan bangsa dan harga diri bangsa untuk lebih dikenal sebagai negara maju daripada negara keterbelakangan penuh dengan nafsu selangkangan terbungkus agama. Timur Tengah berbenah dan sudah mulai berpikir maju, Indonesia jangan mau biarkan para pengimpor keterbelakangan berkuasa di negeri ini.

Mari berjuang demi Indonesia Negara Maju.

Salam Maju.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Amien Jadikan Balai Kota Ajang Kampanye, Balai Kota Sudah Tidak Netral

Diundang dalam acara Ustadzah Peduli Negeri di Balai Kota, Selasa (24/4/2018), Amien Rais berkesempatan melakukan pidato …