Home / Politik / Diakui Sebagai Partai Komunis Cita Rasa Ideologi Islam, Kapan Kivlan Gebuk PKS?!

Diakui Sebagai Partai Komunis Cita Rasa Ideologi Islam, Kapan Kivlan Gebuk PKS?!

Sang pengkhayal PKI hidup di era sekarang, Kivlan Zen kali ini akan saya dukung untuk memberantas PKI yang sebenarnya. Daripada sibuk menyerang LSM yang tidak punya mental dan keberanian yang diserang karena hoax, ada satu partai yang benar-benar mengakui bahwa partainya adalah partai komunis dengan cita rasa ideologi Islam.

Ya, seorang tokoh PKS, Zulkieflimansyah, anggota komisi II PKS Dapil Banten menyatakan hal tersebut. Bahkan dalam tulisan yang dibuat oleh Burhanudin Muhtadi dalam buku Dilema PKS: Suara Dan Syariah, Zulkiefli menyatakan bahwa sistem kaderisasi PKS memiliki banyak kemiripan dengan partai komunis.

Hal ini jelas berarti bahwa PKS ternyata adalah sebuah gerakan nyata komunis di Indonesia. Kalau memang mau konsisten, maka Kivlan harusnya menyasar PKS ini. Gampang ditemui dimana saja kantornya. Tinggal gerakan massa yang sama saat melakukan aksi brutal di YLBHI.

Saya juga mendukung Panglima TNI, Gatot Nurmantyo kalau memang konsisten juga memberantas PKI. Kalau dalam sebuah pemberitaan menyatakan PKI itu seperti garam, terasa asinnya tetapi wujudnya tidak tampak, maka kini sudah sangat jelas asin dan juga wujudnya.

Kalau memang menginginkan supaya PKI atau asinnya komunisme dihilangkan dari negeri ini, maka mulailah dengan memberangus PKS, beranikah Kivlan dan Jenderal Gatot?? Ataukah tidak mungkin melakukan serangan kepada PKS karena sama-sama ingin menjatuhkan atau menyerang pemerintahan Jokowi??

Phobia PKI menurut saya sudah sangat keterlaluan dan harus segera dihentikan. Salah satunya menurut saya adalah dengan mencabut Tap MPR yang jadi biang masalah sampai saat ini. Tap yang sering dipakai oleh militer baik pensiunan atau yang aktif untuk menyerang pemerintahan yang dipimpn oleh sipil. Lebih khusus lagi dipakai menyerang kubu yang ingin mensejahterakan rakyat kalangan bawah.

Nilai komunis yang berpihak kepada lapisan masyarakat kelas bawah inilah yang sebenarnya juga menjadi semangat Pancasila. Tetapi sayangnya, militer yang terkena virus kolonialisme dan rezim malah menginginkan sebuah pemerintahan yang tidak berpihak kepada keadilan sosial. Alasannya selalu disangkut pautkan dengan PKI, padahal sebenarnya karena ada pesanan tertentu.

Fakta-fakta sejarah sangat jelas mengungkapkan hal ini. Militer menolak dan ingin memelihara pemikiran bahwa PKI tetap salah dalam sejarah ini dan militer tidak ada salahnya. Militer berusaha menyangkali fakta yang dibukakan oleh CIA terkait konspirasi militer menjatuhkan Presiden Soekarno demi bisnis Freeport.

Pelurusan sejarah terkait fakta itu menurut saya tidaklah boleh dilarang. Tidaklah boleh juga dijadikan sentimen yang lain-lain. Pelurusan sejarah ini harus dilakukan karena laporan CIA tersebut. Kalau memang militer terus mempersoalkan pelurusan sejarah ini, maka bisa dipastikan ada bisnis politik lain di dalamnya.

Kalau mengaku tidak ada kepentingan bisnis politik di dalam pelarangan PKI, maka seperti yang tadi saya sampaikan, maka Kivlan harus juga menyerang PKS yang diakui sebagai partai komunis dengan cita rasa ideologi Islam. Pernyataan terang-terangan disampaikan dan bahkan jug diimplementasikan dalam organisasi dan kerjanya PKS.

Dan kalau kita melihat apa yang dilakukan para kader PKI dan simpatisannya dewasa ini, maka kita akhirnya menyadari bahwa memang benar nilai komunis hidup dalam diri PKS. Bagaimana tidak, bahkan mayat pun merasa terancam dan terintimidasi oleh PKS hanya karena demi memenangkan Pilkada Jakarta.

Yang membedakan tentu saja adalah komunis tidak bermain agama, tetapi PKS bermain dengan agama. PKS jualan agama demi ambisi-ambisi politik mereka. Sehingga kadang tidak jelas apakah ini partai agama atau partai yang menjadikan agama hanya alat mendulang suara. Lah kelakuannya saja malah tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang dianut.

PKS yah korupsi juga, PKS yah sebarin fitnah dan hoax juga. Tidak ada bedanya. Tuntutan sebagai partai agama dan partai yang merasa diri paling paham agama, harusnya lebih baik dari sisi moral, Sayangnya tidak. Malah mantan Presidennya, Tifatul ketahuan like akun twitter porno.

Kita semua perlu belajar sejarah dengan benar. Tidak perlulah takut dengan komunisme karena ada juga yang baik dalam sistemnya. Bahkan yang baik itu sudah dimasukkan dalam Ideologi Pancasila. Bukan berarti Pancasila rasa komunis, melainkan karena nilai komunisme juga ada nilai kemanusiannya. Ketepatan saja komunisme yang menerapkannya dalam sistem pemerintahan.

Hentikanlah membahas PKI dan jadikan isu komunis isu yang mengerikan. PKI sudah mati dan komunis tetap ada. Sama seperti PRRI Permesta serta DI/TII yang berhasil dibungkam tetapi Islamnya tetap ada. Semua boleh belajar dan memahaminya. Yang tidak boleh adalah usaha menggantikan Pancasila dengan paham-paham tersebut.

Salam PKI partai komunis cita rasa ideologi Islam.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Ketua BNN Ragu Anies Tegas Tutup Diskotik Jual Narkoba, Alexis Saja Masih Buka

Ternyata bukan hanya kaum cebong saja yang ragu dengan kepemimpinan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Ternyata …