Home / Politik / Faisal Basri Sebut Program DP 0% Anies-Sandi Norak!

Faisal Basri Sebut Program DP 0% Anies-Sandi Norak!

Tidak ada habis memang serangan yang diberikan kepada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjelang pelantikan mereka. Serangan yang terjdi karen memang mereka menang bukan karena pantas dan layak, melainkan hanya karena permainan politik SARA dan penuh ancaman.

Bukan hanya itu saja, mereka juga berhasil menang dengan gimmick-gimmick dan program-program yang enak di telinga tetapi kenyataannya berat diterapkan. Salah satunya adalah program fenomenal bodohnya dengan menawarkan program rumah tanpa DP atau yang mereka lebih suka pakainya bunga DP 0 persen.

Program ini adalah program tidak masuk akal dan akan sangat memberatkan. Sudah banyak yang melakukan telaah dan bahkan juga sudah dilarang oleh Bank Indonesia, tetapi tetap saja program ini diusung. Anehnya, banyak yang percaya dengan janji manis itu. Sepertinya banyak yang lebih suka dibuai oleh bualan dan mimpi kosong daripada kenyataan.

Sebuah relita yang sangat menyedihkannya banyak sekali masyarakat menengah ke bawah yang percaya dan kini akan siap-siap gigit jari. Bagaimana tidak gigit jari, orang yang menjanjikan rumah dengan DP 0 persen ini pun tidak lagi mampu berkoar-koar membahas janjinya tersebut karena akan semakin takut banyak yang kecewa berat.

Mendinginkan suasana dan membuat banyak orang tidak lagi heboh dengan program rumah DP 0 persen sepertinya menjadi sebuah pilihan terbaik yang dilakukan oleh pasangan Anies-Sandi. Mereka berusaha untuk tidak banyak berbicara saat ini supaya tensi emosi para pemilih yang percaya terhadap janji tersebut tidak meninggi.

Ketika tiba saatnya, maka dengan muka badak dan tidak tahu malunya, Anies akan tampil dan mengatakan bahwa program tersebut sudah dikaji ulang dan mengalami perubahan. Jreeeenggg… Akhirnya yang dapat adalah mereka yang bergaji di atas 5 juta karena memang hanya merekalah yang sanggup membayar cicilannya.

Sayang disayang, usaha mendinginkan tensi emosi pemilih ternyata terganggu. Sebabnya karena ekonom, Faisal Basri kembali menyinggung program rumah DP 0 persen mereka. Parahnya, Faisal menyebut program ini NORAK! Norak itu artinya, kamu datangi tempat musibah tetapi pakai hak tinggi dan rok span. Mau nolong apa mau gaya?!

Itulah yang juga dilakukan oleh Anies-Sandi. Berjanji kepada masyarakat menengah ke bawah mengenai rumah DP 0 persen, tetapi tidak memberitahu bahwa bunganya akan memberatkan cicilan setiap bulannya. Itu namanya kamu sudah seperti rentenir yang menipu tanpa DP tapi cicilannya mencekik.

Faisal menyebutkan bahwa program rumah dengan DP 0 persen itu dihentikan saja menjelang pelantikan. Tidak lagi perlu mempertahankan program-program yang berupa gimmick untuk kampanye. Permintaan yang Faisal ini sangatlah tidak mungkin dilakukan Anies-Sandi. Pelantikan bisa bubar kalau mengakui program itu hanya gimmick.

Ibarat orang sudah mau akad nikah dan melakukan resepsi dimana undangan sudah disebar. Tetapi hanya karena ketahuan bahwa si pria ternyata berstatus suami orang, acara akhirnya batal. Mau ditaruh dimana muka ini?? Walau sebenarnya sudah tidak ada muka lagi.

Pilihan terbaik adalah tetap bungkam dan diam, lalu siapkan strategi macam-macam untuk mengelak dan ngeles. Dan untuk masalah itu, maka Anies adalah jagonya. Anies sudah terbukti pakar memainkan kata-kata dan pintar untuk mengelak. Dalam debat saja sudah kena skak mat tetap saja mulutnya mengeluarkan alasan, walau alasannya semakin tidak masuk akal.

Syukurnya, para pemilih Anies adalah orang-orang yang suka perkataan yang tidak masuk akal. Semakin tidak masuk akal semakin suka. Bayangkan saja mereka mau-mau saja dibodohi oleh para politikus dengan ayat dan mayat. Sangat menyedihkan. Otak sudah dicuci otak sedemikian rupa sehingga nalar tidak lagi berjalan.

Sedih memang pada akhirnya Jakarta harus masuk dalam dunia mimpi dimana semu hanyalah sebuah dongeng sebelum tidur. Esok paginya terbangun dan Jakarta malah semakin mundur dan buruk. Jangan terkejut dan heran jika pada akhirnya Jakarta benar-benar dibuat bersyariah di luar tetapi busuk di dalamnya.

Bagaimana partai yang mengusung pasangan Anies-Sandi berpolitik, begitu jugalah nanti nasib Jakarta. Pertumbuhan dan bantuan hanya pencitraan dan fatamorgana. Tidak akan ada lagi kehangatan toleransi dan Jakarta penuh dengan ormas-ormas intoleran.

Benarlah pada akhirnya, mereka menghadirkan mimpi akan perubahan, bukan sebuah kenyataan.

Salam NORAK!

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Survei Capres Muncul Nama Rizieq Dan Somad, Survei Median Menggelikan

Bukannya salah melakukan survei, tetapi kalau lembaga survei ingin terlihat lebih elegan dan terlihat netral …