Home / Politik / HTI Dan FPI Gagal Lagi, Jokowi Tegaskan Berantas Ideologi Penentang Pancasila

HTI Dan FPI Gagal Lagi, Jokowi Tegaskan Berantas Ideologi Penentang Pancasila

Gagal maning.. Gagal maning.. Memang begitulah orang yang kalau niatnya sudah tidak baik terhadap bangsa dan negeri ini. Semua isu mau digoreng hanya demi merebut kekuasaan. Itu pun berkuasanya bukan untuk kepentingan rakyat melainkan kepentingan golongannya. Agama hanya kedok saja, padahal di dalamnya pada berkeinginan memuaskan nafsu mereka.

Itulah yang sebenarnya terjadi dalam aksi 299 yang merupakan puncak kebisingan dan kegaduhan sepanjang bulan September terkait isu PKI. Mereka yang punya kepentingan sama berkumpul dan bersekutu untuk membuat kegaduhan, harap-harap ada sesuatu yang bisa dipetik hasilnya, tetapi sayangnya gagal maning.

Tidak heran kalau pada akhirnya kebisingan dan kegaduhan ini menjadi tidak berhasil. Karena masyarakat tentu saja para kaum muslimin paham betul siapakah yang bermain dalam isu ini. Apalagi dalam aksinya, malah punya modus yang salah dan tidak sesuai dengan apa yang menjadi perjuangan bersama.

Mengingatkan bahaya laten PKI tetapi yang didesak adalah menolak Perppu Ormas malah menjadi aneh. Berdemo menolak PKI karena ingin mempertahankan NKRI, tetapi malah menolak Perppu Ormas sama saja sedang memperjuangkan ormas-ormas yang bertentangan dengan ideologi Pancasila dan NKRI tumbuh subur di Indonesia. Absurd

Tentu saja, ormas-ormas lain yang jengah dengan kelakuan ormas perongrong Pancasila dan NKRI tidak pernah mau ikut dan mendukung aksi 299 dan kegaduhan yang dibuat oleh FPI, HTI, parpol oposisi, dan juga militer. Karena mereka sadar, bahwa isu ini pada akhirnya hanyalah demi melanggengkan nilai-nilai radikalisme dan ekstrimis di Indonesia demi merebut Indonesia.

Itulah mengapa dalam aksi tersebut, kita hanya bisa melihat sebuah sandiwara yang lucu yang terjadi antara para pendemo dan pimpinan DPR yang menerima mereka. Yang berdemo adalah mereka yang anti PKI tetapi yang menerima adalah Fadli Zon sang pencinta tokoh-tokoh komunis. Jadi seperti adegan lawak yang garing. krik krik krik..

Logika dan nalar jungkir balik memang sering dilakukan oleh lawan politik Presiden Jokowi. Mereka tidak sadar, atau memang sudah jadi karakternya, melakukan aksi-aksi membela NKRI tetapi malah membawa-bawa bendera khilafah yang identik dengan perjuangan HTI mengganti ideologi Pancasila. Tentulah jadinya membal.

Mereka ini tidak punya strategi yang bagus dan seringnya malah memperagakan arogansi dan kepongahan seolah-olah mereka bisa menang dengan terus melakukan aksi. Padahal sudah jelas tersaji, bahwa yang datang demo hanyalah para simpatisan, kader, dan para pencari nasi bungkus. Yang lain tidak lagi tertarik.

HTI sudah jelas dilarang dan dibubarkan. FPI juga sudah jadi sasaran untuk dibubarkan dan junjungannya pun kabur. Mereka sudah tidak ada lagi cara untuk bisa kembali beraktivitas di Indonesia. Isu PKI pun gagal menjadi besar karena permainan politik lihai Presiden Jokowi. Bagaimana tidak, Presiden Jokowi yang dicap PKI malah menonton film G30SPKI. Api pun dengan cepat berhasil dipadamkan.

Manuver politik menonton film G30SPKI ini pun ditutup dengan sebuah pesan tegas dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila. Presiden Jokowi kembali menegaskan untuk memberantas dan tidak memberi ruang kepada ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Jangan sampai kekejaman PKI terulang lagi.

Kekejaman PKI itu memang harus diwaspadai dalam bentuk apapun. Apalagi kekerasan dalam hal agama yang sering dilakukan oleh FPI yang memaksakan kehendaknya bahkan melakukan persekusi. Meski tidak sampai membunuh, tetapi persekusi tersebut jelas sedang melakukan pembunuhan karakter dari korban persekusi.

Karena itu, sudah saatnya para penganut radikalisme ekstrimis untuk tunduk kepada Pancasila yang sudah disepakati dari awal negara ini berdiri. Jangan memaksakan kehendak, jangan memaksakan ideologi, dan jangan memaksakan pendapat sendiri dalam hal bernegara dan beragama. Kalau memang ingin punya negara dan ideologi yang sama, maka carilah negara tersebut, jangan malah menghancurkan Indonesia.

Kini isu PKI sudah lewat, HTI dan FPI tidak lagi punya isu yang bisa dimainkan. Kini saatnya Presiden balik menyerang. Membongkar semua gerakan radikalisme dan ekstrimisme yang masih ada di negara ini. Yang masih menyebarkan untuk segera direhabilitasi keIndonesiaannya. Supaya kembali mencintai Indonesia dan NKRI. Kalau tetap tidak mau, maka dikirim saja ke negara yang punya ideologi yang sama dalam keyakinannya.

Jadi, hal yang harus dipahami par penganut ideologi lain bahwa di Indonesia ini Pancasila harga mati dan sudah terbukti kesaktiannya. Kalau masih berpikir mau merongrongnya, maka hentikan saja, karena rakyat akan terus mempertahankannya.

Salam Pancasila Sakti.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Ketua BNN Ragu Anies Tegas Tutup Diskotik Jual Narkoba, Alexis Saja Masih Buka

Ternyata bukan hanya kaum cebong saja yang ragu dengan kepemimpinan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Ternyata …