Home / Politik / Jokowi “Bungkam” Gatot, Dukung Pernyataan Menkopolhukam

Jokowi “Bungkam” Gatot, Dukung Pernyataan Menkopolhukam

Memang dalam berpolitik, ada saatnya kita tegas dan ada saatnya kita harus tidak peduli dan terus berkerja. Berpolitik itu bukan persoalan kerja, kerja, kerja saja, tetapi juga persoalan bagaimana mengendalikan isu politik yang digoreng dan diramaikan oleh lawan politik. Karena kalau tidak, maka kerja, kerja, kerja tidak akan bisa jalan.

Itulah mengapa politik adalah sebuah seni. Politik bukan persoalan ketegasan birokrasi, tetapi juga ilmu fleksibilitas yang terukur, bukan juga soal penegakan hukum tangan besi, melainkan hukum yang tepat dan terarah. Terarah disini bukan berarti mengarah-arahkan, melainkan mengarah kepada isu yang massif dan mengorbankan nasib banyak orang, seperti korupsi dan narkoba.

Itulah mengapa, banyak orang tidak akan bisa memahami sebuah aksi politik dan manuver politik kalaulah tidak menyelami dan masuk ke dalamnya. Publik sering salah menilai dan bahkan mengklaim bahwa itu adalah bentuk ketidakkonsistenan, padahal itu sedang melakukan sebuah seni untuk melancarkan agenda politik besarnya.

Dalam isu yang sedang berkembang dan dilakukan oleh Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, kita akan masuk dalam dua tafsir yang berbeda. Kita akan melihat bahwa Panglima sedang bermain politik mencari perhatian, ada juga yang mengklaim bahwa Panglima melakukan strategi untuk menguak siapa saja lawan politik Presiden Jokowi.

Kalau isu yang pertama teorinya gampang dipahami karena Gatot akan segera pensiun, tetapi kalau isu yang kedua agak susah dipahami karena ilmu Presiden Jokowi kok memancing ular keluar terus?? Padahal, melalui isu Ahok semua sudah keluar tanpa tersisa. Bahkan indikasi keterlibatan Panglima TNI.

Baca juga:   Ingin Kepulauan Seribu Jadi Ekowisata Bertaraf Internasional, Sandi: Dapat Melalui Pendekatan OK OCE

Presiden Jokowi bukanlah tipe orang yang ilmunya itu-itu saja. Presiden Jokowi adalah orang yang sulit ditebak. Dan hal itulah yang membuat Presiden Jokowi menjadi sangat sulit dipegang dan dikendalikan oleh Partai Politik dan bahkan juga oleh para relawan. Bagaimana tidak, bukan hanya partai politik yang teriak-teriak diserang KPK, relawan juga banyak teriak-teriak tidak dapat jatah.

Dugaan Panglima sedang bermain politik sebenarnya bisa dengan mudah kita lihat saat Panglima kembali memainkan isu dan menyerang Menkopolhukam dan juga Menhan yang mengklarifikasi isu yang dilemparkannya. Panglima yang bertemu dengan Presiden Jokowi di Halim mengungkap bahwa informasi soal senjata itu hanya disampaikan kepada Presiden. Menko Polhukam pun tidak Menhan pun tidak tahu.

Lalu bagaimana tanggapan Presiden Jokowi?? Panglima pun bungkam dan menyebut bahwa itu adalah hak Presiden Jokowi untuk menyampaikannya. Mungkinkah karena respon Presiden Jokowi tidak mengenakkan atau Panglima merasa sungkan, hanya mereka saja yang tahu. Lalu apa yang menjadi pegangan kita yang menjadi respon Presiden Jokowi saat itu??

Tentu saja apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada media saat Presiden Jokowi menghadiri acara Dekranas di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017). Presiden Jokowi tidak memberikan penjelasan apapun selain meminta media mengacu kepada pernyataan Menkopolhukam, Wiranto. Karena menurut Presiden Jokowi semua sudah jelas dan tidak perlu lagi penjelasan.

Baca juga:   Jokowi dan Lawannya yang Tidak Jelas Siapa

Pernyataan Presiden Jokowi ini tentu saja mengindikasikan bahwa ada komunikasi antara dirinya dengan Menkopolhukam mengenai isu senjata tersebut. Sehingga Presiden tidak lagi perlu memberikan pernyataan dan sikap terhadap isu yang tersebar mengenai pembelian 5000 senjata tersebut.

Penjelasan Panglima di Halim ternyata tidak membuat Presiden Jokowi meralat dan mengklarifikasi pernyataan Menkopolhukam. Presiden Jokowi sadar betul bahwa dalam pertempuran politik, dia harus awas dan waspada supaya tidak mudah kena jebak. Apalagi isu yang disebar ini ada indikasi kuat masalah rebutan anggaran Panglima dengan Menhan.

Presiden Jokowi memang harus bijak dan menjaga sentimen anak buahnya yang sepertinya sengaja ingin diubek-ubek oleh Panglima dengan pernyataan bahwa hanya Presiden yang bisa menyatakan adanya miskomunikasi atau tidak. Mendukung pernyataan Menkopolhukam menjadi indikasi bahwa memang benar Panglima miskomunikasi.

Lalu akankah Panglima bungkam dan sadar diri?? Kelihatannya itu akan sulit terjadi. Panglima bahkan saat ini terus saja mengeluarkan pernyataan. Dalam analisis saya sudah terlalu banyak porsinya sebagai seorang Panglima yang seharusnya tidak banyak bicara tetapi banyak berkerja. Tidak banyak mengeluarkan pernyataan kontroversi melainkan lebih banyak mendinginkan suhu politik.

Jadi, kalau ada yang mengatakan Panglima melakukan agenda Presiden Jokowi?? Saya pikir harus berpikir ulang. Lalu Panglima sedang melakukan agendanya siapa?? Hanya satu yang pasti, bukan agenda Presiden Jokowi.

Salam Bungkam.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Amien Jadikan Balai Kota Ajang Kampanye, Balai Kota Sudah Tidak Netral

Diundang dalam acara Ustadzah Peduli Negeri di Balai Kota, Selasa (24/4/2018), Amien Rais berkesempatan melakukan pidato …