Home / Politik / Kalap Tolak Reklamasi Terancam Gagal, Sandiaga: Pengembang Tidak Boleh Semena-Mena
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menghadiri HUT Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Mal Pelayanan Publik, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).(Kompas.com/David Oliver Purba)

Kalap Tolak Reklamasi Terancam Gagal, Sandiaga: Pengembang Tidak Boleh Semena-Mena

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menghadiri HUT Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Mal Pelayanan Publik, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).(Kompas.com/David Oliver Purba)

Banyak orang sering berjanji dalam kehidupannya. Janji yang diucapkan bisa berupa sebuah kata-kata manis dan tanpa perhitungan, dan bisa juga sebuah kalimat yang sesuai dengan kemampuannya. Janji dengan kata-kata seindah apapun harus dimaknai sebagai sebuah utang kepada orang lain.

Karena itu, setiap kita berjanji ingatlah selalu untuk terlebih dahulu mengukur kemampuan kita. Jangan ketika sudah berjanji kita akhirnya diperhadapkan kepada sebuah kemustahilan. Kekecewaan orang yang dijanjikan memanglah tidak selalu berdampak langsung, tetapi orang yang mendustai janjinya akan selalu mendapatkan ganjaran yang tidak ringan.

Jelang pilkada serentak 2018 ini, para calon harus memahami benar makna sebuah janji kampanye. Jangan asal bunyi dan akhirnya malah berefek tidak baik kepada rakyat dan membuat politik kembali jadi momok yang negatif di mata publik. Padahal sudah dengan sangat luar biasa Jokowi-Ahok mengembalikan kepercayaan publik kepada politik.

Kepercayaan rakyat kepada politik memang sedang dihancurkan secara perlahan dan pasti oleh pasangan Anies-Sandi di Jakarta. Pasangan ini menjanjikan banyak hal tanpa peduli bisa dilakukan atau tidak. Intinya kampanye asal beda dan berseberangan dengan lawan. Kemustahilan pun dilawan sehingga kita yang waras pun mencemooh mereka.

Hebatnya, janji penuh kemustahilan ini dipercaya oleh mereka yang terancam dengan ayat dan mayat serta sekelompok orang di TPS yang bertamasya Al Maidah. Pada akhirnya kita melihat mereka tidak sanggup melawan kemustahilan. Meski mengklaim punya kapling surga dan didukung penuh kaum 212, tetap saja tidak mampu melawan kemustahilan.

Salah satu kemustahilan yang akan mereka tentang apalagi kalau bukan reklamasi. Kalau mereka menganggap Ahok adalah Superman dan tidak sanggup menentang reklamasi, mereka ini bisa dipastikan mencoba menjadi lebih dari seorang supermen. Apa itu?? Su Permen. Hahahaha..

Anies-Sandi yang sudah kepalang tanggung berjanji tolak reklamasi terus berjuang untuk merealisasikan janji mereka. Tahu akan gagal jika memakai jalur PTUN, mereka memakai jalur BPN. Sadar bahwa Anies-Sandi ingin menjebak, BPN pun menolak membatalkan sertifikat HGB. Bola dikembalikan dan respon Anies-Sandi pun kelabakan.

Kalau Anies masih ngotot BPN untuk membatalkan, maka Sandiaga melanjutkan ciri khas kekonyolan dan kebloonannya. Sandiaga dengan percaya diri menyebut bahwa sertifikat harus dibatalkan karena sudah terindikasi korupsi dalam reklamasi. Sudah ada anggota DPRD yang ditangkap (kader Gerindra) dan ada juga cacat administrasi.

Sandiaga menyatakan bahwa pemprov siap membayar ganti rugi berapa pun biayanya. Dan entah dapat info dari mana, Sandiaga juga menyebutkan bahwa pengembang tidak boleh seenaknya dan semena-mena terkait sertifikat HGB pulau reklamasi.

“Sudah ada kasus korupsi, sudah ada orangnya yang masuk penjara, terus sudah ada sekarang pemeriksaan yang berjalan, dan ada cacat administrasi. Pengembang enggak boleh seenaknya, semerta-merta, semena-mena,” ujar Sandiaga di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018).

Kalau melihat pernyataan dan sikap Anies-Sandi, malah yang terlihat semena-mena dan seenaknya bukanlah pengembang melainkan Anies-Sandi. Bagaimana bisa pengembang dikatakan seenaknya dan semena-mena padahal mereka tidak memiliki lahan tersebut. Mereka hanya memiliki HGB dan itu juga didapatkan dengan cara yang benar.

Lain hal kalau mereka memiliki lahan, bukan HGB. Itu baru bisa dikatakan semena-mena dan seenaknya. Kini yang ada malah pemprov DKI yang adalah pemilik lahan yang semena-mena. Sebut ada cacat administrasilah, ada korupsilah. Semua alasan disampaikan hanya untuk membatalkan perjanjian yang sudah dibuat.

Anies-Sandi memang pantas kalap. Mereka menemukan jalan buntu terkait reklamasi. Usaha tanpa PTUN sepertinya tidak akan tembus kecuali Prabowo menjadi Presiden dan semena-mena mengubah peraturan yang ada. BPN diyakini tidak akan bergeming meski sang menteri adalah orang JK. Karena kalau BPN berani melakukannya, maka kredibilitas negara dipertaruhkan.

Tidak akan ada lagi orang yang mau berinvestasi kalau negara semena-mena mengubah peraturan dan mengusir para pengembang hanya karena janji kampanye bego salah satu pasangan calon. Dan yakinlah, tidak ada pejabat negara sebodoh Anies-Sandi yang menginginkan sertifikat HGB dibatalkan.

Selamat gagal menggenapi janji kampanye reklamasi Anies-Sandi. Dan oh iya, cuma mengingatkan, Prabowo lagi bokek. Hehehe..

Salam Gagal.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Serial 227 Karya Ahok Yang Mencengangkan (7) Keberanian Ahok Bangun Flyover Pancoran

Di ujung jalan terlihat Ipda Darman, salah seorang petugas Ditlantas Polda Metro Jaya yang berjaga di …

  • Iwan S

    Apa mungkin niatnya memindahkan HGB ke kroni mereka? Jadi batalkan dari pengembang yang skrg, trus di oper ke pengembang yang mereka mau.

    Mikinya jelek banget sih, hehehe…..

  • BERNAD AGROUW

    Tugas dosen ya cuma ngoreksi.

    • Palti West

      hahahaha

  • Valentinus

    Jurus pamungkas: play victim!!! Bani micinn paling suka kalo udah dikasih kode begini. Artinya bakal ada job baru, bisa demo berjilid2. Lumayan buat nyambung hidup.

    • Palti West

      ga akan diurus Jokowi

  • No Fear

    ..”Sandiaga: Pengembang Tidak Boleh Semena-Mena …”
    Yang boleh cuma GaBaner, WaGabener & gerombolan 212

    • Palti West

      hahaha.. betul tuh

  • Eddy Lou

    jika pasangan a su berhasil membatalkan hgb reklamasi maka akan hancur wibawa negara dan juga wibawa pemerintah pak de jw,.. apa pemerintah pusat akan tinggal diam,? gabener dan wagebener sudah melampaui batas aturan…..

    • Palti West

      Tentu tidak.. Makanya disuruh ke PTUN

  • Senju Hashirama

    kalau boleh kasih masukan buat indovoices,,

    recent post bagusnya ditaruh dibagian atas, biar pengunjung ga ribet scrol jauh kebawah untuk mencari berita yg up to date.

    bikin praktis dan simple, kalo bisa kuota friendly, biar pada betah mampir
    liat aja detik..

    • Palti West

      Siap kang

  • Nawadi Zheng

    Ini renc menggertak pengembang supaya dapet jatah. Dikorek2 dibikin heboh pan pengembangnya pada keder nantinya. Nah… angpaonya dapet dech 😈 Dul.. Dul..!

    • Palti West

      Dan kita tunggu ott

      • Nawadi Zheng

        Segera secepat-cepatnya gak usah pake lama2 🙏🙏🙏

  • Felix Lai

    Ijin reklamasi sudah dikantongin pengembang dan pengembang melakukan investasi dengan mereklamasi pantai atas biaya pengembang.
    Hak yg didapatkan pengembangpun cuma HGB, bayar pula kontribusi 15%.
    Sekaeang HGBnya mau dibatalkan sepihak hanya atas dasar kecurigaan saja tanpa pembuktian dan keputusan di PTUN.
    Jadi siapa yang semena mena ?

  • Pakde Supra

    Anis sudah berjuang (dengan cara yang amat konyol dan bodoh bagi sebagian orang) untuk menghentikan reklamasi dengan meminta BPN untuk membatalkan sertifikat HGB pulau reklamasi. Tetapi lagi-lagi dia terbentur dgn pemerintah saat ini (Jokowi).
    Mungkin ini framing yang sengaja dibentuk untuk nantinya mengerucut kepada demo besar mendongkel Jokowi atau paling tidak untuk menjatuhkan citra Jokowi pada pilpres mendatang.
    Salam waspada.

    • Palti West

      Mau framing gmn pun tetap aja mereka yang tampak bodoh

      • Valentinus

        Tergantung yg ngelihatnya bang. Klo jkt 58 mah ASu itu hebat, bisa ngasih kunci sorga plus bonus bidadari. Intinya, framing ini tetap mesti di waspadai krn bani micin ngga pernah pake logika sehat.

        • Palti West

          yupp

      • Pakde Supra

        Segala macam dan jenis penampakan (bodoh, lucu, konyo, gabener dst) ga ngefek untuk “mereka” demi tujuan yang lebih besar di 2019.
        Tetap waspada.

        • Palti West

          yoi

    • Felix Lai

      Ada 3 kemungkinan yang membuat Anies Sandi bwgitu ngotot mencabut HGB Pulau Reklamasi.
      1. Balas dendam kepada Jokowi terutama dan Ahok sebagai antaranya.
      2. Lobi untuk keikut sertaan saham pada proyek Reklamasi di tolak oleh pengembang.
      Harapannya jika HGB dicabut, maka mau tak mau pengembang mengalah untuk memberikan sebagian sahamnya.
      3. Ada pengembang lain yg bermain dan ingin menguasai proyek reklamasi.
      Jika HGB berhasil dicabut, maka pembangunan akan stuck dan membuka peluang lobi oleh pengembang baru untuk keikut sertaan dalam proyek tsb.

  • Lanina

    Kalo buntu & kalap, ke surga jg blh

    • Palti West

      hahahaha..

    • si memble

      Yaa, kalo bisa secepatnya.😆

      • Palti West

        Hahaha

  • betterthangood ina

    prabocor………orabocor

    • Palti West

      prabokek pak

      • Hendra Sulindra

        partai segede bacotnya tapi ga mampu mengusung kader sendiri maju dipilkada 2018 ,apa ga malu sama pan,pkb,pks,gitu kok mau nyapres kecilin dulu perut dan pipinya bos

        • Palti West

          Hahaha.. Suatu saat dana pasti akan mengempis kok