Home / Politik / Ketika PKS Minta Anies-Sandi Tidak Lupakan Kader PKS Dan Gerindra
Sekjen PKS Mustafa Kamal (Foto: Ari Saputra)

Ketika PKS Minta Anies-Sandi Tidak Lupakan Kader PKS Dan Gerindra

Sekjen PKS Mustafa Kamal (Foto: Ari Saputra)

Dalam politik, tidak ada yang namanya makan siang gratis. Setiap bantuan dan jamuan itu hampir selalu berarti  penanaman modal dan transaksi politik. Ada yang pakai istilah mahar, ada yang pakai istilah gotong royong, dan ada juga yang pakai istilah biaya perjuangan. Intinya bantuan yang diterima tidak gratis karena akan mengharapkan balasannya.

Karena itu, tidak jarang pada akhirnya banyak orang kecewa dalam berpolitik. Dia sudah habis-habisan berkorban tetapi sayangnya hanya menjadi pemanis saja dan tidak mendapatkan posisi apapun saat yang didukung menjabat. Ternyata meski namanya relawan, dia tidak rela kalau kawan dapat jatah jabatan, dia malah nganggur.

Karena itu, sangatlah sulit kita bisa menemukan orang-orang yang tulus dalam memberikan bantuan politik. Itulah mengapa saat Pilkada Jakarta, Ahok tidak mau menerima yang namanya sumbangan beberapa pribadi atau perusahaan tersendiri, dia ingin menerima bantuan kampanye dengan istilah kampanye rakyat, supaya tidak ada utang budi kepada orang-orang tertentu.

Nah, berbeda dengan lawan politiknya, Anies-Sandi malah terlihat sekali siapa yang menjadi pemodal utama. Sandiaga yang memiliki kekayaan besar dari yang terdaftar sampai yang belum terdaftar menjadi pemodal utama. Lebih kurang 90 persen dana kampanye ditanggung oleh Sandiaga. Dan akhirnya wajar saja kalau Sandiaga terlihat ingin secepat mungkin balik modal dengan program OK OCE.

Ternyata, bukan hanya Sandiaga saja yang ingin cepat balik modal, para partai pendukung pun sepertinya berharap mendapat bagian dalam “pembangunan” Jakarta. Sekjen PKS Mustafa Kamal di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakpus, Sabtu (14/10/2017), menyampaikan sebuah pesan kepada pasangan Anies-Sandi untuk tidak melupakan para pendukungnya di putaran kedua.

Mustafa mengingatkan Anies-Sandi Jangan pernah melupakan kader-kader dari Partai Keadilan Sejahtera maupun Gerindra dan juga partai lainnya yang mendukung pada putaran kedua. Entah apa maksudnya, tetapi saya berusaha berpikiran positif bahwa ini adalah pesan supaya Anies-Sandi tetap memakai mereka dalam memimpin Jakarta. Kalau di Pilkada saja mereka bisa militan memenangkan Anies-Sandi, maka pasti juga saat berkarya di Pemprov DKI.

Tidak usah pusing dengan stigma bahwa ini adalah ajang balas jasa dan bagi-bagi jabatan dan pekerjaan. Karena memang pada intinya, keberpihakan kepada para masyarakat yang jadi relawan adalah prioritas. Bayangkan saja mereka rela mati-matian mendukung dengan penuh waktu, masak tidak dapat perkerjaan apapun sebagai pengganti loyalitas??

Karena kalau ada istilah biaya perjuangan, maka tidak salah kalau ada jabatan sebagai ucapan terima kasih. Dan supaya adil, maka tidak boleh ada yang tidak dapat jatah sesuai dengan proporsinya. Karena kalau ada yang tidak dapat, maka bisa-bisa berbalik jadi musuh dan malah membocorkan rahasia. Kejadian seperti ini tidak jarang terjadi dan akhirnya ada kepala daerah kena OTT karena ada yang tidak dapat jatah.

Karena itu, kalau PKS mengingatkan Anies-Sandi jangan pernah lupakan kader PKS dan partai pendukung lain, pesannya jelas supaya ke depan pemprov bisa solid dan tidak ada penyusup dan musuh dalam selimut. Karena akan sangat berbahaya jika proyek-proyek dan pembangunan yang ada malah dikacau balaukan oleh orang-orang Aohok di pemprov.

Jadi, cara terbaik adalah bersih-bersih pegawai pemprov Ahok supaya tidak ada yang bocor. Karena pada intinya adalah keberpihakan. Yang tidak berpihak kepada Anies-Sandi yah didepak dan dipilih yang berpihak dan menjadi pendukung utama pasangan Anies-Sandi di putaran kedua.

Lalu apakah Anies-Sandi akan memberikan jatah atau porsi di pemprov sesuai dengan porsi masing-masing mereka yang menolong mereka menang Pilkada?? Saya pikir hal itu sangat mungkin terjadi. Lalu apakah hal itu akan memberikan kepuasan kepada setiap relawan yang mendukung?? Saya ragu hal itu akan terjadi. Yang ada malah tetap saja ada yang tidak dapat bagian.

Yah, beginilah kalau membantu tidak tulus tetapi akal bulus. Pada akhirnya pada minta jatah atas peran mereka memenangkan Anies-Sandi. Semoga saja mereka-mereka ini tidak kecewa dan patah hati karena tidak mendapatkan jatah. Karena memang tidaklah pernah mungkin semua mendapatkan jatah. Lalu apa yang harus dilakukan mereka yang tidak dapat?? Daripada demo tidak jelas, mending elus dada saja supaya diri bisa menerima nasib.

Kalau sudah begini, maka siap-siaplah melihat bahwa serapan APBD DKI meningkat tetapi tidak jelas pembangunannya. Karena mungkin saja uang-uang tersebut masuk ke kantong yang salah. Seperti slogan mereka, Maju Kotanya Bahagia Relawannya.

Salam Minta Jatah.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Survei Capres Muncul Nama Rizieq Dan Somad, Survei Median Menggelikan

Bukannya salah melakukan survei, tetapi kalau lembaga survei ingin terlihat lebih elegan dan terlihat netral …

  • Felix Lai

    Apakah arti kalimat “jangan lupakan kader PKS dan Gerindra” yg dimaksud hanyalah sesekali harus kunjungi atau tetap berkomunikasi sekedar menyapa ?
    Rasanya tidak mungkin seperti itu ya 😁.
    Kemungkinan yg paling mendekati ya bagi” jatah dalam berbagai proyek dan posisi dlm pemprov DKI.
    Memang tidak ada yg tulus dlm membantu, judulnya saja partai berlandaskan agama, tapi masih berusaha mengngkit jasa serta mengingatkan Sandi untuk balas “budi” .
    Oh ….. Tuhan, betapa banyaknya manusia” munafik yg hidup di negara ini.

  • Robin

    Bagi bagi jatah dilakukan di depan hidung masyarakat jakarta tanpa rakyatnya mampu berbuat apapun?
    Jgn khawatir, buat rakyat Jakarta bila menemukan penyelewengan Gubernur Saracen, boleh laporkan ke Presiden utk dijewer.
    Ini berita lawas, tapi semoga masih berfungsi
    http://nasional.kompas.com/read/2015/06/21/11172151/Layanan.Pemerintah.Buruk.Kirim.SMS.ke.Presiden.di.Nomor.08122600960

    • Palti West

      mantapp

  • eddy hans

    kemenangan bersama , jabatan di bagi bersama , anggaran pun nanti akan di bagi rata bagi sama , kompak kan klo gitu ? nanti klo ada yg gak kebagian bisa teriak dan bunuh bunuhan lah …

    • Palti West

      hahaha.. masak Gubernur FPI digituin..

  • No Fear

    Jangan lupa ; “……korupsi itu justru jadi ‘oli’ pembangunan,” kata Fadli dalam diskusi bertajuk ‘Duh KPK’ di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2015).

    • Palti West

      Kasih oli otak mereka

      • Mr. ius

        Halo bung Palti. Ijin gabung yah.

        Tampilan website nya boleh juga nih. Lumayan kini Ada 2 alternatif sambil menunggu Seword 100% aktif lagi.

        Waspada serangan DDOS pihak sumbu pendek !

        • Palti West

          silahkan pak.. mau nulis juga boleh..
          Kita sudah kena ribuan serangan pak.. IT masih bisa amankan