Home / Pendidikan / Mahasiswa sebut Presiden Jokowi Gagal, Pemahaman Kalian yang Gagal !
Sumber Foto : www.metrotvnews.com

Mahasiswa sebut Presiden Jokowi Gagal, Pemahaman Kalian yang Gagal !

Sumber Foto : www.metrotvnews.com

Kali ini saya cukup dongkol dan geram melihat ulah sekelompok kecil mahasiswa yang mengatasnamakan mahasiswa se-Indonesia tetapi peserta aksinya hanya segelintir. Paling mengecewakannya lagi demo mahasiswa tersebut atas nama BEM yang kepanjangannya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa dimana secara tidak langsung bahwa orang-orang yang berdemo adalah mahasiswa yang terpilih dengan proses demokrasi dari kampusnya masing-masing untuk menjadi perwakilan rekan-rekannya mahasiswa.

Sedikit berbagi cerita tentang pengalaman masa mengenyam status mahasiswa, Maaf penulis bukan mau curhat dalam artikel ini tetapi hanya ingin berbagi pengalaman yang menurut penulis cukup berhubungan dengan permasalahan yang saat ini meradang. Penulis menjalani pendidikan Strata Satu (S1) disalah satu Perguruan Tinggi Negeri di kota Medan Provinsi Sumatera Utara yang saat ini sedang diterpa berita tidak sedap dengan diberikan julukan kota sejuta lubang yang sudah dibahas diartikel sebelumnya. Jika sahabat Indovoices berminat membaca silahkan buka dengan klik Disini.

Aktifitas penulis juga tidak hanya seperti mahasiswa kebanyakan zaman sekarang dimana penulis juga sewaktu berstatus mahasiswa aktif pernah menjadi bagian dari kepengurusan BEM baik itu tingkat fakultas sampai tingkat Universitas meskipun tidak menjabat sebagai penanggung jawab. Selaku mahasiswa yang merupakan bagian Agent of Change (Agen Perubahan) memang harus menyampaikan aspirasi dan juga keluhan masyarakat demi menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi. Menurut penulis 3 tugas utama mahasiswa itu adalah Kuliah, Melakukan Penelitian dan pengembangan paling penting pengabdian masyarakat. Mahasiswa seharusnya tidak hanya duduk dibangku kuliah dan kerjakan tugas kuliah tetapi harus menjalankan peran pengabdian terhadap masyarakat dengan salah satunya menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah.

Penyampaian keluhan dan aspirasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti Mengirim surat resmi yang berisi keluhan dan aspirasi kepada Pemerintah, Menyampaikan aspirasi diberbagai media baik cetak maupun eletronik, Meminta izin resmi untuk menyampaikan aspirasi dengan sifatnya audiensi ataupun tatap muka, dan Jurus terakhir adalah demonstrasi. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa hasil yang optimal dalam menyampaikan aspirasi dengan cara demonstrasi. Salah satu bukti nyata adalah Indonesia tidak akan terlepas dari kekejaman rezim diktator Orde Baru jika mahasiswa tidak bersuara lantang belasan tahun yang lalu. Rezim Orde Baru dipimpin oleh presiden Suharto yang merupakan mantan mertua dari bapak Prabowo Subianto yang kalah dalam pemilihan Presiden tahun 2014 yang lalu dan penulis dengar isu yang berkembang akan kembali mencalonkan diri menjadi Presiden tahun 2019 nanti.

Pertanyaan yang timbul dibenak sahabat Indovoice kenapa penulis jadi geram dan dongkol melihat mahasiswa saat ini berdemonstrasi kalau memang pernah menjadi bagian dari para pendemo. Alasan yang sangat mendasar adalah penulis melihat aksi menyampaikan keluhan dan aspirasi saat ini sarat akan politik praktis terkesan “ada udang dibalik bakwan”. Pasti sahabat semakin bingung ya, Baiklah supaya penulis jelaskan lebih gamblang lagi mengenai aksi mahasiswa yang terjadi beberapa waktu ini terkhusus aksi semalam 20 Oktober 2017.

Menurut penulis aksi yang dilakukan oleh mahasiswa zaman sekarang ini cenderung menyalahkan pemerintah dengan tolak ukur penilaiannya hanya karena dari sudut pandang kelemahan ataupun program yang memang belum dijalankan tetapi program yang sudah dijalankan oleh pemerintah tidak diapresiasi ataupun dihargai oleh kelompok mahasiswa yang belakang ini sering berdemo sehingga menyatakan bahwa Pemerintahan Jokowi gagal. jika disampaikan bahwa program Pemerintah belum dirasakan seluruh rakyat Indonesia ya penulis sepakat, Pemerintahan baru 3 tahun sabarlah membangun sebuah bangsa yang besar tidak seperti membalikkan tangan perlu proses dan waktu. Dalam 5 tahun juga tidak realistis merubah bangsa yang sudah carut-marut makanya mari kita kasih waktu sampai tahun 2024 bagi Presiden Jokowi untuk memimpin karena penulis yakin Indonesia akan mengalami perubahan besar dengan melihat progres kinerja sampai saat ini.

Salah satu tuntutan demo yang dilakukan oleh mahasiswa bersama-sama dengan buruh adalah pencabutan Perppu Ormas 2/2017. Logika berpikir mereka ini menurut penulis sudah tidak beres lagi karena sudah jelas Perppu tersebut dibuat untuk menjaga NKRI supaya tidak terpecah belah oleh kelompok radikal. Paling utama Perppu ini dibuat untuk memperkuat Pancasila dari serangan para kaum sumbu pendek bumi datar yang jelas menyuarakan ingin meruntuhkan Ideologi bangsa kita tersebut.

Berikut petikan berita terkait demonstrasi tersebut :

Massa yang berasal dari gabungan mahasiswa dan buruh mendominasi aksi demo di depan gedung Kemenko PMK. Menyampaikan sejumlah tuntutannya. Salah satunya adalah pencabutan Perppu Ormas 2/2017. Perppu itu dianggap menunjukkan sikap Jokowi yang antikritik karena telah membatasi kebebasan bagi organisasi yang ada di Indonesia. (Sumber Disini)

Disini sudah jelas tampak bahwa salah satu tuntutan pendemo sama halnya dengan tuntutan dari kelompok yang saat ini telah dibubarkan oleh Pemerintah karena kegiatan yang dilakukan dapat merusak stabilitas dan juga keamanan di negeri ini. Jujur menurut pendapat penulis para pendemo ini masih kurang mendalami dan memahami konteks latar belakang permasalahan sehingga lahir Perppu Ormas 2/2017 sehingga Pendemo menyatakan bahwa Perrpu ini membuktikan Pemerintah anti kritik dan diktator.

Padahal sebelumnya banyak berpendapat Presiden Jokowi itu kurang tegas dan tidak pemberani tidak seperti presiden bumi datar yang merupakan macan Asia yang berwibawa, pemberani dan berprestasi walaupun gagal dalam membina rumah tangga. Namanya juga kelompok gagal move on pasti selalu banyak cara untuk menyampaikan kekesalan karena kalah beberapa tahun yang lalu.

Bagi adik-adik mahasiswa perbanyaklah kegiatan berdiskusi dengan orang-orang yang paham tentang permasalahan kebangsaan saat ini tetapi yang bersifat netral tidak ada muatan politis. Kegiatan yang kurang produktif segeralah dikurangi seperti nongkrong di kafe, mall dan BAR. Jika banyak melakukan kegiatan tidak produktif dapat berdampak logika berpikir kalian jadi amburadul dan ketika demonstrasi jadi tampak seperti pendemo karbitan.
Salam Karbitan,
Loading...

About Good Opinion

Tulisanku Warisanku

Check Also

Survei Capres Muncul Nama Rizieq Dan Somad, Survei Median Menggelikan

Bukannya salah melakukan survei, tetapi kalau lembaga survei ingin terlihat lebih elegan dan terlihat netral …

  • minor13

    untuk bisa menyelesaikan satu masalah, kita harus paham dulu apa masalahnya, apa penyebabnya, baru mulai mencari solusi alias jalan keluar …..
    klo masalahnya saja belum jelas apalagi jalan keluarnya yg ada bisa jadi menambah masalah …..

  • Felix Lai

    Sepertinya motivasi mahasiswa berdemo sekarang ini sudah berubah arah dan tujuannya.
    Menurutku kemungkinan sih sekedar cari nama dan kelak bisa seperti FH dan FZ gituloh.
    Walaupun sebagai pemeran antagonis, tapi duitnya lumayan tajir.

    • minor13

      promosi jasa demo ….. wkwkwkwk

      • Felix Lai

        Betul bro…. Jadi sekarang lagi trend kalau rajin demo dan berbuat sedikit anarkis dann ditahan polisi suaoay namanya dikenal.
        Kalau sdh lumayan dikenalkan kelak akan ada parpol” yang melirik untuk jadi kadernya.
        Fadli Zon, Fahri Hamzah, kan banyak tuh yg masuk parpol yg dulunya aktivis mahasiswa ex reformasi.

        • minor13

          palagi bisa ngumpulin massa banyak …. tawaran akan dtg membanjir cuma nunggu “momen” yg tepat aja

  • Prisca

    Demo Mahasiswa bau kentut.. Sungguh ngeliat aja enek. Belajarlah yg rajin, mampu menciptakan apa yg berguna utk negri ini, banyak demo aja kepandaiannya, tp kontribusi kepada negara nol..

    • Suwandi Poerba

      Biarlah mereka bljar dari pengalamannya bu.

    • minor13

      tul …. eropa, amerika, singapur dan negara maju lainnya bisa menjadi maju karena teknologi2 terbaru lahir dari universitas2nya …..

  • eddy hans

    di monas ada apa spanduk bertuliskan ‘ demo di gerakkan parpol ‘ jelaskan siapa dalangnja dan apa tujuannja !.. brp honornja ya ?

    • Suwandi Poerba

      Ngapaen repot mencari tau siapa dalangnya.
      Saat ini hanya ada 2 kelompok politik yang kuat.
      jadi kelompok mana dibelakang pendemo itu yang pasti bukan kelompok pakde Jokowi.
      simple mas…
      😀

  • HMV5888

    Maklum skrg demo mahasiswa udah ditunggangi barisan sakit hati yg kalah pilpres 2014 plus garis keras pendukung kilap-ah

    • Suwandi Poerba

      Kenak kali bah.
      hahaha

      Pake bahasa medan dulu sesekali.
      😀

  • ladon tentara

    Inilah mahasiswa yg calon jadi buruh atau kuli…bodoh Dan gampang di cekokin org lain yg butuh kekuasaan negara Kita..
    Benar2 stupid Dan idiot nih mahasiswa, cocoknya di panggil mahasiswi aja, pake daster loe sono…begok..!!!

    • Suwandi Poerba

      Mengapa demonya lumayan rame krn ini sudah tanggal tua bg. Ladon Tentara.
      simple…
      😀

      • Prisca

        Ha… Ha… Betul juga.

    • HMV5888

      Wkwkkw ga salah donk kl nyebut mereka Inlander

      • Suwandi Poerba

        Pribumi aja biar sesuai dgn isu yang lagi hot skrg ini.
        😀

    • Nawadi Zheng

      Calon preman dan koruptor kali Bang 😁😁

  • Wuranto