Home / Politik / PAN Minta Polisi Objektif Soal Amien Rais, Mulai Intervensi Hukum
KOMPAS.com/Ihsanuddin Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

PAN Minta Polisi Objektif Soal Amien Rais, Mulai Intervensi Hukum

KOMPAS.com/Ihsanuddin
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Setiap orang harus mempertanggungjawabkan apa yang diucapkan dan apa yang diperbuatnya. Kalau tidak, maka semua orang akan bertindak seenaknya saja dalam hidup bermasyarakat. Itulah mengapa ada norma yang harus disepakati dan hukum yang ditaati. Kalau tidak setuju, lebih baik hidup sendiri di tengah-tengah hutan.

Karena itu, saat Amien Rais semakin keterlaluan bicaranya, maka tidak salah kalau pada akhirnya dilaporkan. Sebelumnya, Amien sudah buat heboh soal pengibulan program bagi-bagi sertifikat gratis. Kini, masih terus berulah dan parahnya kali ini menyebut ada partai allah dan partai Setan.

Pelaporan Amien pada akhirnya harus dilakukan supaya ada kontrol hukum setelah PAN tidak juga mampu mengendalikan Amien Rais. Seandainya PAN mampu menahan kelakuan Amien Rais yang selalu asal ngomong, sebenarnya tidak perlu sampai ada pelaporan. Tetapi PAN sering sekali tidak memberikan pemahaman dan kontrol kepada Amien Rais supaya tidak terjadi ujaran kebencian seperti ini.

Sekarang giliran sudah dilaporkan, PAN mulai grasak grusuk. Eh sekarang malah mulai melakukan intervensi ke polisi terkait pelaporan Amien. Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno meminta aparat penegak hukum untuk menggunakan prinsip kehati-hatian dan obyektivitas.

“Kami meminta pihak kepolisian agar teliti dalam mempelajari laporan terhadap Pak Amien,” kata Eddy Soeparno dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/4/2018).

“Kami percaya penuh, Polri akan mengedepankan obyektivitas dan kajian hukum yang mendalam dalam menangani dan menanggapi laporan Cyber Indonesia yang tidak memiliki landasan hukum yang kuat,” ujar Eddy.

Eddy ini seperti orang yang tidak paham Undang-Undang. Sudah jelas bahwa bahwa dalam pasal karet, Amien ini sudah wajib masuk. Apalagi sudah masuk dalam UU ITE produk DPR sendiri. Penjelasan itu dalam konteks ceramah tidak jadi persoalan. Karena yang dipermasalahkan bukan ceramahnya. Tetapi informasi yang tersebar di media elektronik.

Itulah mengapa, banyak pihak sebenarnya berharap laporan tersebut dicabut. Karena kalau sudah masuk dalam ranah hukum, vonis sudah bisa dipastikan. Lihat saja bagaimana Ahok yang konteks pidato saja bisa kena pasal gelap. Jadi, sangat mungkin kalau Amien akan terjerat dengan pasal ini.
Tetapi apa mau dikata, sudah kepalang tanggung dilaporkan. Permintaan maaf dan klarifikasi pun sudah sangat telat disampaikan. Seperti nasi sudah jadi bubur, tetapi buburnya ternyata tidak bisa dibuat bubur ayam.

Ancaman dan intervensi sudah dilakukan. Kini kembali kepada polisi apakah berani untuk melanjutkan kasus ini. Apakah hukum akan tumpul kepada kaum 212?? Proses yang patut untuk dinantikan.

Salam Intervensi.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Jokowi vs Ahok dalam Pilpres 2019!!

    Menarik menunggu pengumuman siapa saja yang maju menjadi calon presiden 2019. Dari “koalisi” …