Home / Politik / Pilkada 2018 / Janji Sudirman Tidak Ada Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Ada Yang Percaya??
Ganjar Pranowo (kiri) dan Sudirman Said(ANTARA FOTO/R REKOTOMO, ANGGA TRISATYA)

Janji Sudirman Tidak Ada Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Ada Yang Percaya??

Ganjar Pranowo (kiri) dan Sudirman Said(ANTARA FOTO/R REKOTOMO, ANGGA TRISATYA)

Dalam berkampanye, memberi janji kepada rakyat untuk dipilih menjadi kelapa daerah adalah hal yang lumrah. Tetapi alangkah baiknya janji yang diucapkan adalah janji yang masuk akal dan sesuai dengan tupoksi yang dimiliki. Jangan sampai janji yang dibuat tidak akan mampu dipenuhi karena memang tidak ada korelasinya.

Seperti apa yang disampaikan oleh cagub Jateng, Sudirman Said, yang berjanji tidak akan ada lagi kepala daerah di Jateng yang tidak akan kena OTT oleh KPK. Bagaimana mungkin Sudirman bisa menjamin bahwa tidak ada lagi kepala daerah yang tidak kena OTT?? Dengan sepelenya, Sudirman Said menyebutkan cukup dengan membuat pemerintahan bersih.

“Kami berjanji tidak ingin menambah jumlah kepala daerah yang tertangkap KPK. Kami berikrar ingin membangun pemerintahan yang bersih,” tambahnya.

“Temen-temen atau orang yang terlibat korupsi itu simpel saja, mereka tidak bisa membedakan domain pribadi dan publik. Jadi diterobos itu,” ucap Sudirman.

Saya pikir awalnya ada terobosan besar yang akan dilakukan. Ternyata yang dilakukan hanyalah membedakan domain pribadi dan publik. Ini terobosan apa yah?? Apakah kepla daerah tidak bisa membedakan hal tersebut?? Pastinya bisa dan sangat bisa. Lalu mengapa mereka korupsi?? Karena ada kebutuhan, begitu wejangan Wan Anies Gubernur Jakarta.

Sudirman tidak perlu berjanji tidak akan ada lagi yang kena OTT. Karena masalah OTT itu kembali lagi kepada pribadi kepala daerah itu sendiri. Petahan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, sudah melakukan banyak hal untuk mencegah hal ini. Bahkan sama-sama menandatangani pakta integritas. Tetapi tetap saja melakukan korupsi.

Alasannya jelas seperti yang dikatakan oleh Wan Anies, karena ada kebutuhan. Apa itu kebutuhannya?? Yang pasti bukan kebutuhan yang normal, melainkan kebutuhan di luar kenormalan sehingga harus melakukan korupsi. Klau kebutuhannya normal, tentu saja tidak akan melakukan korupsi. Seperti kata orang, kalau lebih besar pasak daripada tiang, maka yang ada adalah korupsi.

Sanggupkah Sudirman membuat semua kepala daerah melakukan hal seperti itu?? Secara teori dan arahan bisa saja, tetapi hasil akhirnya tetap lagi-lagi kembali kepada pribadi masing-masing. Karena itu, menyepelekan pemberantasan korupsi hanya dengan membedakan domain pribadi dan publik tidak akan berpengaruh apapun. Apalagi hierarki Gubernur daerah tidak puny kewenangan tegas dengan kepala daerah di bawahnya.

Jadi, kalau Sudirman mau melakukan terobosan apapun, saya yakin banyak orang yang tidak akan pecaya. Karena semua terobosan sudah dilakukan oleh Ganjar, tetapi masih saja ada yang kena OTT. Dan KPK juga sudah memberikan penghargaan kepada Ganjar sebagai pemerintah daerah dengan tingkat kepatuhan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) terbaik pada 2017. Dan ini adalah yang ketiga kalinya.

Percayalah, bahwa model kampanye Sudirman ini akan sama saja dengan gaya kampanye Anies. Apa yang tidak dibilang sama warga Jateng biar dia terpilih. Terwujud atau tidak nomer terakhir, yang penting diucapkan saja dulu. Bagaimana lagi kalau konsultan politiknya si Eep. Janji tinggal janji, warga Jateng bisa bernasib sama dengan warga Jakarta yang mendapatkan pemimpin modal mulut.

Selamat memilih warga Jateng. Saran saya jangan pilih pemimpin model Sudirman yang kloningannya Anies. Jateng bisa hancur lebur.

Salam Pilih Ganjar.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

JR-Ance Gugur, Djarot-Sihar Siaga Satu Hadapi Kampanye SARA

Kejadian gugurnya pasangan JR Saragih-Ance Selian membuat peta politik di Pilgub Sumut berubah. Jika sebelumnya …

  • Gerar Sianturi

    Lagian emg gubernur bs ngatur2 bupati dan walikota? Paling mentok kan hny arahan gubernur tdk mengendalikan bupati dan walikota. Mngkn dia mikirnya ky jakarta dmn walikota adlh org2 yg ditunjuk lsg oleh gubernur

  • BERNAD AGROUW

    Biang kegaduhan di negeri ini adalah
    Gerindra, pks, fpi umat 212 , bersekutu dlm satu barisan.
    Otak besar kegaduhan di negara ini adalah antek orba, prabowo, tomy soeharto, Sby.
    Waspadalah bahaya laten orba.

    • Palti Seword

      Mari waspada

  • Pakde Supra

    Berbicara tentang siapa kloningan siapa, menurut saya Anies dan Soedirman sama-sama kloningan dari “makhluk” yang belum muncul wajahnya namun sudah bisa kita rasakan keberadaannya. Saat ini yang sudah dapat dilihat adalah “sang tukang kloning”.

    Ironinya, kloningan ini sama-sama berbahan baku mantan (kalau tidak boleh dikatakan pecatan) menterinya Pak Dhe Jokowi.

    • Palti Seword

      Betul pak..

      • Pakde Supra

        Artinya kloningan yang di Jateng nantinya juga akan sami mawon dengan yang di DKI.
        Semoga warga Jateng belajar dari pengalaman yang terjadi di DKI.

        • Palti West

          pasti sama.. saya jamin