Home / Politik / Saracen Dikendalikan Seorang Politikus, Pelatihan Di Hambalang, Politisi Gerindra??
kompas tv Tersangka penyebar hoaks dan konten SARA

Saracen Dikendalikan Seorang Politikus, Pelatihan Di Hambalang, Politisi Gerindra??

kompas tv
Tersangka penyebar hoaks dan konten SARA

Nama kelompok Saracen memang tidak akan pernah usai dibahas. Apalagi masih banyak misteri yang harus diungkapkan dalam kasus ini. Nama-nama pemesan belum dibuka hanya baru sampai kepada Asma Dewi yang mentransfer uang Rp 75 juta. Nama para pemesan dan juga penggeraknya belum terungkap.

Polisi sudah membeberkan beberapa fakta yang mengungkap indikasi siapakah orang yang berada di balik Saracen ini. Dalam keterangannya setidaknya ada dua fakta yang diungkap yang tentu saja membuat kita mudah menebak siapa tokoh dibalik aksi penyebar ujaran kebencian dan hoax melalui kelompok Saracen.

Berikut dua faktanya:

  1. Polisi penyebut bahwa Saracen adalah salah satu kelompok yang didanai dan dikelola oleh kelompok besar. Kelompok besar ini disinyalir merupakan seorang politikus dari salah satu partai. Siapakah orang tersebut akan terus ditelusuri sampai nantinya mendapatkan bukti-bukti yang menguatkan. Tudingan selama ini bahwa ada politikus dibali saracen akhirnya terbukti.
  2. Polisi juga mengungkap fakta bahwa Jasriadi memiliki jaringan luas dan bahkan membuat pelatihan khusus cara-cara menulis ujaran kebencian di Hambalang. Terkait tempat dimana Jasriadi melakukan pelatihan di Hambalang, maka kita semua mendapatkan sebuah fakta yang bisa disatukan.

Melalui dua fakta ini, kita sampai saat ini bisa menyimpulkan bahwa aktor intelektual dari kelompok saracen ini adalah seorang politisi dari salah satu parpol yang ada kaitannya dengan Hambalang. Kalau tempatnya di Hambalang, maka ada dua partai yang bisa dikaitkan. Satu Demokrat dan satu Gerindra.

Dari kedua partai tersebut, yang sangat mungkin terkait adalah Gerindra. Karena Hambalang adalah rumah Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Kalau Hambalangnya Demokrat adalah candi hambalang yang mangkrak karena dananya dikorupsi. Tidak mungkin rasanya, Jasriadi melakukan pelatihan di candi Hambalang.

Lalu apakah itu otomatis langsung mengaitkan permasalahan ini dengan politisi Gerindra?? Tentu saja belum bisa dipastikan. Karena semua haruslah diungkap dalam persidangan nanti. Tetapi kemungkinan mengarah kepada politisi Gerindra tidak salah juga. Nama Gerindra juga sudah berkali-kali dikaitkan dengan Saracen.

Kepastian siapakah yang menjadi aktor intelektual dipastikan tidak akan lama lagi terungkap. Hal ini bisa segera diketahui karena persidangan salah satu anggota grup Saracen, Sri Rahayu Ningsih (32) akan segera digelar. Melalui jalannya persidangan ini kita akan melihat fakta-fakta apa saja yang disajikan. Dan tentu saja ini akan menjadi sebuah sajian yang sangat menarik.

Sidang tersangka saracen ini akan menjadi sebuah tontonan yang ditunggu untuk  menemukan fakta dan rentetan kejadian yang terjadi khususnya Pilkada Jakarta. Jika publik menonton sidang Ahok karena merasa ada kriminalisasi, maka kali ini publik akan menonton sidang saracen untuk membuktikan bahwa Ahok hanya korban permainan agama dan politik.

Ini juga akan menjadi sebuah klarifikasi bahwa selama ini memang benar ada cara-cara licik dan tidak benar dalam Pilkada Jakarta. Dengan begini, maka para pendukung Ahok bisa lega dan puas bahwa kekalahan Ahok tidak adil dan penuh dengan cara-cara yang licik dan merusak.

Memang benar kata orang, kalau orang tidak punya skil dan keahlian untuk beradu dalam kompetisi yang adil, maka hal yang paling besar peluangnya untuk menang adalah dengan menggunkan hoax dan cara-cara licik. Dan kalau melihat yang terjadi di Pilkada Jakarta jelas benar bahwa kemenangan diraih karena cara-cara yang licik.

Kekalahan seperti inilah yang sangat menyakitkan dan membuat orang yang kuat dan keras seperti Ahok merasa kecewa berat dengan perpolitikan negeri ini. Kalah tidak fair itu memang menyakitkan, tetapi ternyata yang menang tidak fair lebih menyakitkan lagi. Yang kalah sengsaranya sudah usai, yang menang sengsaranya baru saja dimulai dan berakhir 5 tahun kemudian.

Sekarang saja namanya sudah berubah bukan lagi Gubernur Jakarta, melainkan Gubernur SARA dan Gubernur SARACEN. Bentar lagi juga disebut Gubernurnya FPI dan Bang Japar, para pelaku aksi anarkis dan intoleran. Mudah-mudahan tidak beneran jadi Gubernur Alexis, dan Gubernur mendadak reklamasi, dan masih banyak lagi.

Ada yang bagusnya?? Sulit untuk menemukannya. Tidak mungkin disebut Gubernur banyak teori dan retorika jadi sebuah kebanggaan. Sebuah fakta yang menunjukkan bahwa memang Jakarta kehilangan Gubernur terbaik sepanjang masa dan diganti Gubernur ter-SARA sepanjang masa, Anies Baswedan.

Salam Hambalang.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Ketua BNN Ragu Anies Tegas Tutup Diskotik Jual Narkoba, Alexis Saja Masih Buka

Ternyata bukan hanya kaum cebong saja yang ragu dengan kepemimpinan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Ternyata …