Home / Politik / Satu Lagi Tipu-Tipu Anies-Sandi, OK Otrip Ternyata Tidak Sesuai Janji Kampanye

Satu Lagi Tipu-Tipu Anies-Sandi, OK Otrip Ternyata Tidak Sesuai Janji Kampanye

Masih terngiang dan akan terus saya gaungkan apa yang menjadi slogan Anies Baswedan saat dia masih kampanye dan menyerang petahana saat itu, Basuki Tjahaja Purnama. Berikut pernyataannya..

“Hargai kata-kata untuk membangun manusia. Kalau Anda meremehkan kata-kata, Anda memecah belah warga Jakarta,” kata Anies.

Pernyataan Anies Baswedan tersebut kini akhirnya bang pisau tajam membalik kepadanya dan menikam tajam setiap janji-janji kampanye yang tidak ditepatinya. Gubernur Anies sudah kena tikam karena telah meremehkan kata-kata dalam janji kampanyenya saat kaum buruh menarik mandat dukungan mereka. Padahal janji tersebut sudah dibuat dalam kontrak politik.

Bayangkan saja kalau yang sudah ada dalam kontrak politik saja Gubernur Anies berani melanggar dan menjilat ludah dari janji-janjinya, apalagi kalau yang hanya sekedar berkoar-koar tanpa realisasi yang sebenarnya?? Dan kalau mau dirunut, satu persatu akan terbongkar. Nah, karena sudah banyak yang bongkar, maka saya coba menguak yang tidak banyak yang bongkar.

Baru-baru ini, Dirut TransJ Budi Kaliwono, menyebutkan bahwa dalam kajian konsep integrasi angkutan OK Otrip yang akan diakomodasi angkutan darat yang bertrayek. Budi juga meluruskan kalau Ok Otrip tidak akan terintegrasi dengan MRT, LRT, dan KCI. Mengapa hal ini perlu diluruskan?? Ternyata oh ternyata, Gubernur Anies pernah menucapkan bahwa OK Otrip terintegrasi dengan semua angkutan darat tanpa terkecuali.

Beginilah pernyataan Gubernur Anies saat msih kampanye tersebut..

“Kami malah membuatnya akan 5.000 perak dari mana saja ke mana saja. Realistis, jangan tidak realistis, 5.000 bisa kemana saja. Ini janji dari saya,” katanya, Sabtu (24/12/2016),

“LRT dengan semua transportasi darat. Dan angkot kemana saja. Yang akan masuk ke kampung-kampung,” kata Anies.

Saya yakin kalau pun sudah jelas bukti begini disampaikan, para pendukung fanatik Gubernur Anies dan JKT 58 yang masih dibutakan pemimpin SARA akan membantah dan membela mati-matian. Padahal sudah jelas bahwa yang berjanji OK Otrip akan terintegrasi semua angkutan darat bahkan juga dengan LRT adalah Anies saat kampanye. Lalu mengapa saat sudah jadi Gubernur tidak ditepati??

Ternyata apa yang disampaikan Gubernur Anies saat masih kampanye adalah sebuah gimmick belaka. Sebenarnya Gubernur Anies tidak tahu apakah hal itu memungkinkan atau tidak, karena masa kampanye, dia sampaikan saja yang menarik hati pemilih. Tahu-tahunya, setelah jadi Gubernur setiap ucapannya akhirnya menemui kendala ketidakmungkinan.

Menyatukan semua moda transportasi ternyata tidak semudah saat Gubernur Anies mengkampanyekannya. Apalagi hal ini ternyata menyangkut banyak stakeholder. Tetapi tentu saja Gubernur Anies tidak mau ambil pusing. Karena semua itu akan diserahkan kepada bawahannya. Kalau tidak bisa ya tinggal salahkan bawahan dan menggantinya.

Begitulah yang akan terjadi sat ini di Pemprov DKI Jakarta. Semua hanya akan dikerjakan oleh bawahannya untuk mewujudkan setiap janji-janji yang diucapkannya. Kalau para bawahan menyatakan tidak sanggup, Gubernur Anies akan terus menekan dengan alasan itu adalah permintaan warga. Sedihnya para birokrat DKI, kirain bisa enak kerja, ternyata yang memimpin orang modal mulut yang tidak tahu mewujudkan janji kampanyenya.

Jelaslah sudah, kalau model pemimpin kayak Gubernur Anies ini memang tipe pembual dan berbicara menjanjikan sesuatu tanpa tahu apakah itu realistis atau tidak. Baginya hanya menyatakan sesuatu menyenangkan telinga para pemilih. Kalau tidak bisa dipenuhi yah tinggal bilang tidak bisa saja. Minta maaf?? Mana ada model begini mau minta maaf.

Terus mengapa bisa Gubernur Anies bisa jadi Gubernur?? Saya harus bilang, inilah gambaran keadaan sosial kita sekarang yang harus kita lawan. Mentalitas jago bicara tetapi malas berkerja. Mentalitas kolonial menyuruh orang lain padahal dirinya tidak mampu dan malah menyalah-nyalahkan orang lain. Lihatlah Anies-Sandi bagaimana kelakuan mereka dan kita melihat budaya buruk yang harus dilawan supaya Indonesia maju.

Semoga saja kita bisa terus berjuang dan tidak kenal lelah melawan budaya menipu dan ngeles untuk dapat kekuasan seperti yang mereka lakukan ini. Dan dengan segala tidak hormat saya harus sajikan satu lagi tipu-tipu dari Anies-Sandi.

Salam Tipu-tipu.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Serial 227 Karya Ahok Yang Mencengangkan (7) Keberanian Ahok Bangun Flyover Pancoran

Di ujung jalan terlihat Ipda Darman, salah seorang petugas Ditlantas Polda Metro Jaya yang berjaga di …

  • Siska Widayati

    Waktu kampanye obral murah 50%+20%

    • Palti West

      Hahaha

  • Nani Permana

    Jangan mau dibohongi pake kata-kata santun. Sedikit bekerja banyak bacot itulah gabener dki, wan abud 😆

  • eddy hans

    janji janji kampanja yg jd bumerang buat mereka berdua , mari kita viralkan biar warga dki tahu siapa pemimpin mereka yg sebenarnja ….

    • Hendra Sulindra

      virus janji kebohongan akan menular ke pilkada ,pileg,pilpres, 2018/19,kalau Depdagri dan KPU tidak menindak dgn tegas pembohongan publik

      • Palti West

        Susah kalau kampanye

    • Palti West

      Sip.. Itu tugas kita skrg

  • Lanina

    Sekali lg selamat ya pdd Jkt58….., yg ikhlas nrima nya

    • Palti West

      Kena deh