Home / Politik / Yansen Mengaku Difitnah Kepada Fadli Zon, Kepada Polisi Mengaku Cari Perhatian, Gerindra Goreng Isu??
Salah satu tersangka pembakaran sekolah di Palangka Raya menjalankan rekonstruksi - Metro TV

Yansen Mengaku Difitnah Kepada Fadli Zon, Kepada Polisi Mengaku Cari Perhatian, Gerindra Goreng Isu??

Salah satu tersangka pembakaran sekolah di Palangka Raya menjalankan rekonstruksi – Metro TV

Kalau ada satu sekolah terbakar, mungkin kita tidaklah begitu terkejut. Tetapi ketika 7 sekolah terbakar dalam waktu berdekatan, maka kita pasti heran dan bertanya-tanya, “Ada Apa Ini??” Sebuah pertanyaan yang besar patut kita pertanyakan. Orang iseng saja yang membakar 7 SD. Orang gila pun pasti masih memikirkannya.

Itulah mengapa saat terjadinya aksi pembakaran 7 SD, dalam pikiran saya muncul satu hal. Ini pasti ada konspirasi level nasional Saya pun berpikir ini ada kemungkinan berkaitan dengan rencana perpindahan Ibukota Jakarta yang isunya akan ke Kalimantan  Tengah.

Dugaan awal saya tersebut tentu saja didasari oleh respon-respon negatif dari orang-orang yang berseberangan dengan Presiden Jokowi. Mereka secara lantang menyatakan ketidaksetujuan pemindahan Ibukota dengan dalih tidak akan mudah melakukannya, butuh biaya besar, dan juga karena tidak ada jaminan macet dan banjir Jakarta diselesaikan dengan kepindahan.

Mulai dari elit partai, Ketua DPR dan MPR semua mengeluarkan pernyataan pesimis. Bahkan tidak kalah bersuara adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). JK dengan sangat jelas terlihat tidak setuju dengan perpindahan Ibukota ini. Mengapa?? Karena banyak bisnis JK di Jakarta yang terancam kalau Ibukota pindah.

Tidak lama setelah isu ini berkembang, maka terjadilah pembakaran 7 SD tersebut. Aksi ini menurut saya adalah sebuah usaha membuat kericuhan supaya Kalimantan Tengah dikeluarkan dari opsi sebagai calon pengganti Ibukota Jakarta. Padahal, meski Menteri Bappenas, Bambang, belum memastikan, semua orang sudah mengkonfirmasi bahwa Kalteng kandidat kuatnya.

Banyak pertimbangannya, tetapi yang pasti, Kalteng sudah dipersiapkan bahkan sejak jaman Soekarno. Bisa dibayangkan, bahwa lahannya kemungkinan besar sudah ada, dan tinggal membangun saja. Pemerintah seperti sengaja tidak secara gamblang menyebutkan Kalteng karena takut hal seperti ini terjadi.

Dugaan saya pun semakin kuat karena akhirnya isu fitnah dimainkan.Kebiasaan buruk para pelaku beginian yang melakukan pembelaan dengan menyebut bahwa saksi dilakukan sebuah penggiringan supaya menjerat dirinya. Hal ini menurut penjelasan Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, disampaikan Yansen kepada Fadli Zon.

Apa Fadli Zon yang menyatakannya?? Apa iya benar seperti itu?? Kok saya sangsi kalau yang mengarahkan malah sebaliknya. Ya, kalau melihat tampang dan karakter Fadli Zon, kemungkinan besar bukan dia mendengar dari Yansen, malah dia yang sedang membuat skenario. Benarkah begitu?? Tentu proses penyelidikan yang akan menetukannya.

Tetapi aneh saja, kalau Fadli Zon menyebut pengakuan Yansen dia difitnah, apa iya tukang fitnah difitnah?? Itu namanya “Jeruk Makan Jeruk”. Sama seperti seorang penipu dan sudah jadi ahlinya, malah bisa kena tipu. Itu namanya bukan kena tipu, bisa saja sengaja membuat skenario dia tertipu. Padahal pengakuan dia tertipu itu sendiri adalah tipuan.

Jadi, kalau Fadli Zon menyebut bahwa Yansen difitnah, maka kita tidaklah boleh langsung percaya. Bisa saja ini semua skenario. Bahkan kalau perlu kita tidak usah percaya saja sekalian. Bukan apa-apa, ini jadi sebuah pelajaran bagi orang yang suka nyinyir dan fitnah seperti Fadli Zon ini.

Jadi, benarkah Yansen difitnah?? Menurut pengakuan Yansen kepada polisi, ternyata dia melakukan hal tersebut untuk mencari perhatian Gubernur. Yansen memberikan bayaran variatif antara Rp 20 juta hingga 150 juta rupiah untuk satu sekolah. Lalu siapakah yang harus kita percayai?? Pengakuan Yansen kepada Fadli Zon atau Polisi??

Kalau saya tentu saja pernyataan polisi. Karena itu, saya menginisiasi gerakan percaya apapun yang diucapkan oleh Fadli Zon tanpa terkesuali. Yukan bohong dan fitnah yang punya hal imunitas seperti ini hanya satu yang bisa kita lakukan, mencap bohong dan hoax setiap pernyataannya. Apalagi ini menyebut Yansen difitnah, semakin tidak masuk akal.

Saya menduga, sebentar lagi isu ini akan terus digoreng Gerindra sebagai tindakan kriminalisasi. Sayangnya Saracen sudah ditangkap, jadi mereka hanya bisa andalkan congor si Fadli saja sekarang.

Salam Goreng.

Loading...

About Palti Hutabarat

Die Hard Jokowi-Ahok Sejak 2012 sampai selamanya.. Pengelola Indovoices.. Info, diskusi, kerjasama, dan bergabung silahkan WA: 085820189205 atau email: paltiwest@gmail.com

Check Also

Ketua BNN Ragu Anies Tegas Tutup Diskotik Jual Narkoba, Alexis Saja Masih Buka

Ternyata bukan hanya kaum cebong saja yang ragu dengan kepemimpinan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Ternyata …