Home / Tag Archives: #KesempatanKedua

Tag Archives: #KesempatanKedua

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 62

Miles membawa Kirana ke Marina Bay Sands. Tiga gedung kembar di dekat Marina Bay dengan restoran, bar, dan kafe di area terbuka di atapnya. Ketika mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan pintu utama hotel, Kirana menoleh ke arahnya. Miles keluar dari mobil, Kirana mengikutinya. “Ki, kita makan malam di …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 61

Tepat jam tiga sore, seminar itu berakhir. Begitu pembawa acara mempersilakan mereka untuk menikmati kudapan yang telah disediakan, Miles berdiri dari tempat duduknya. Dia bergegas mendekati Kirana yang segera dikelilingi pembicara yang bertugas di hari pertama. Jelas sekali, dia bukan satu-satunya orang yang menyadari pesona wanita itu. Mereka juga melihat …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 60

Kirana bersikap seperti anak kecil pada pertanyaannya yang tidak dijawab. Tetapi Miles tidak mau dia pergi dan menutup diri darinya lagi. Dia memeluknya sampai dia berhenti memberontak. Dia tidak mengerti apa yang membuat wanita itu begitu marah. Kirana yang berinisiatif mengenai kesepakatan tidak ada pembicaraan pribadi. Dan dia yang menolak …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 59

Setelah lama hidup dalam penderitaan, untuk pertama kalinya dia merasa begitu bahagia. Dadanya sesak karena luapan rasa itu. Sampai-sampai dia tidak berani memejamkan mata. Takut wanita itu akan hilang lagi dari pandangannya. Setelah Miles berpikir mereka tidak akan pernah bertemu lagi, wanita itu datang. Dia tidak akan membiarkan siapa pun …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 58

Jantung Miles berdebar begitu kencang. Kirana duduk di sisinya, membuatnya begitu bahagia. Dia menahan diri untuk tidak menyentuhnya. Saatnya nanti akan tiba. Mereka sedang berada di dalam mobil menuju hotel. Dia belum tahu kalau kamar mereka adalah kamar yang sama seperti yang biasa ditempatinya bila datang ke negara ini. Gregory …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 57

Untuk menyenangkan putranya, Kirana memasak spaghetti meatballs dan menyiapkan selada pada malam itu. William makan dengan lahap. Dia bahkan meminta bagian mamanya saat dia melihat mamanya tidak menghabiskannya. Kirana tidak berhenti berpikir bagaimana sebaiknya dia mengatakan kepadanya tentang dinas tersebut. Ketika dia tidak menemukan cara lain, dia memilih untuk mengatakan …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 56

Kirana berdiri dan keluar dari ruangannya. Dia memberitahu asistennya dia akan segera kembali. Susan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Dia menuju lantai teratas menggunakan lift. Saat dia mendekati ruangan Miles, asistennya berdiri dan tersenyum padanya. Kirana mengerutkan keningnya. Ah. Tentu saja. Miles sudah tahu dia akan datang. Wanita itu membukakan pintu …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 55

Oh. Tidak. Apa yang baru saja dipikirkannya? Cepat-cepat Kirana menjauhkan pikiran itu dari kepalanya. Ingat, pria ini berbahaya. Dan dia sudah membohonginya hanya untuk mendapatkan tubuhnya. Menyebalkan. Dia marah kepadanya tetapi tidak bisa menyangkali pria itu telah memberinya seorang anak yang didambakannya. Argh! “Kamu takut aku akan menjebakmu dengan pesonaku?” …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 54

Minggu berikutnya pekerjaannya begitu padat. Dia mendelegasikan beberapa pekerjaan kepada rekannya. Dari pagi dia belum sempat sekedar menarik napas panjang. Kirana melirik jam tangannya. Sudah jam makan siang. Dia segera menjemput William dari sekolahnya. Siang itu mereka makan siang bersama di restoran Amerika kesukaan William. Dia terlambat bangun tadi pagi …

Read More »

Bidadari Jatuh dalam Pelukan – Bagian 53

Minggu pertama di tempat kerja yang baru adalah peperangan bagi Kirana. Dia harus menyesuaikan diri dengan tanggung jawab, tugas, dan kecepatan baru sebagai manajer baru. Dia harus bekerja lebih cepat dari yang dialaminya saat di kantor cabang. Tidak ada waktu untuk bersantai atau sekedar menarik napas. Yang paling buruk adalah …

Read More »