Home / Lifestyle / Kuliner / Serial 227 Karya Ahok Yang Mencengangkan (2) Lenggang Jakarta, Kemayoran

Serial 227 Karya Ahok Yang Mencengangkan (2) Lenggang Jakarta, Kemayoran

Tribunnews.com

Ditengah sepinya kabar baik karena media sosial sudah penuh dengan kabar buruk, fitnah dan hoax menyambut tahun politik, saya hadir untuk menyajikan “hidangan” yang lezat-lezat saja.

Dalam waktu yang tidak lama lagi kita akan menyambut pak Ahok bebas. Ya, 224 hari lagi. Sembari menantikan beliau, mari sedikit kita ingat jasa-jasa pak Ahok membenahi Jakarta.

Bagi teman-teman pembaca yang belum tahu, awal tahun ini saya menuliskan karya-karya pak ahok dalam sebuah serial. Sepanjang tahun ini hingga pak Ahok bebas nanti, saya akan mengulas 227 karya Ahok yang mengubah Jakarta.

227 Hari Jelang Ahok Bebas, 227 Karyanya Yang Mencengangkan

Mungkin banyak yang bosan. Tetapi faktanya, bisa tidak kita membicarakan kepemimpinan gubernur Anies dan wakilnnya bang Sandiaga tanpa melibatkan nama Ahok? Tidak bisa. Suka tidak suka, Ahok tetaplah menjadi semacam referensi atau acuan membangun Jakarta. Baiklah tidak usah panjang lebar, kali ini kita sampai pada topik kedua dari bahasan serial 227 karya Ahok yang mencengangkan : 

Wisata Kuliner Lenggang Jakarta Kemayoran.

www.anak Betawi.com

PKL masihlah menjadi masalah yang ruwet di Jakarta ini. Seorang pejabat yang malas berpikir, malas bekerja, malas bertindak, tidak punya gagasan yang cemerlang, akan selalu dikangkangi oleh PKL. Contohlah Ditanah Abang, gubernur Anies akhirnya hanya bisa mengalah dan pasrah karena tak mampu menegakkan aturan. PKL difasilitasi untuk menempati tanah negara.

Bukan apa-apa, prinsip PKL adalah : dimana ada kerumunan massa, disitu mereka jualan. Ketika prinsip mementingkan diri sendiri itu difasilitasi secara istimewa oleh pimpinan tertinggi suatu daerah, lihat saja efek domino 5 tahun kedepan. Semua fasum akan semrawut dipenuhi PKL.

Inilah yang dikhawatirkan Ahok sehingga tercetus ide membuat tempat PKL berjualan dengan layak dan bermartabat. Kawasan kuliner Lenggang Jakarta kemayoran berlokasi di lahan eks Gang Laler, Jalan Garuda dan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, persis di seberang tugu ondel-ondel Kemayoran. Di inisiasi Ahok tetapi diresmikan oleh pak Sekda, Saefullah karena bapak sedang cuti kampanye waktu itu.

Sebenarnya lahan Ini adalah lahan sementara karena dalam 2-3 tahun di lokasi ini akan dibangun Mapolres Jakarta Pusat. Diharapkan, setelah 3 tahun pedagang disana bisa menabung dan mendapatkan modal untuk membuka kios di mall Grand Indonesia. Kenapa tidak? sukses adalah hasil jerih lelah disertai dengan doa bukan…?

Sedikit berbeda dengan Lenggang Jakarta Monas, transaksi yang disediakan di tempat tersebut menggunakan kartu deposit bernama ‘kulineria’ seharga 50 ribu rupiah. Kartu ini berisi saldo sebesar Rp 50 ribu yang bisa kita pakai untuk membayar aneka makanan dan minuman disana. Tetapi ada juga beberapa stan yang masih menggunakan transaksi tunai. Jangan khawatir, jika saldo kulineria masih ada, kamu bisa kok menukarkan kembali dengan uang tunai di kasir.

Dan seperti karya-karya Ahok yang lain, pembangunan kawasan inipun tanpa membuka celengan APBD, tetapi menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sosro. Hebat kan…!

Apakah para pedagang gratis berjualan disana? Ya, tetapi ada sistem share profit 75 untuk pedagang dan 25 persen untuk pengelola. Inilah cara Ahok mendidik PKL. Tidak serta merta gratis, tetapi ada imbal balik dari pedagang ke pengelola. Karena bagaimanapun ada biaya operasional seperti listrik dan lain-lain. Hmm…beda banget yah sama yang di Tanah Abang…

Berbagai cara dilakukan untuk menarik pembeli. Mulai dari desain yang menarik, warna kawasan yang eye catching, hingga ada hiburan musik dan pasar malam disana. Saya jadi ingat slogan “dimodalin, dicariin pembeli”… tetapi cuma slogan. Terimakasih pak Ahok sudah eksekusi slogan itu jauh-jauh hari…

Tetapi betapa kagetnya saya ketika melihat lapak PKL kembali marak berjualan dibadan jalan sekitas kawasan itu akhir-akhir ini. Apa ini efek domino penataan Tanah Abang? aduh…Jakarta semrawut lagi

Lha padahal, tahun ini kita akan menyambut Asian Games, artinya kita akan kedatangan kurang lebih sekitar 18.000 tamu mancanegara yang akan datang ke Kemayoran dikarenakan wiswa atlet ada disana. Apa tidak malu kita nanti pak Anies??

Ayolah pak Anies, tata kembali apa yang sudah dirapikan pak Ahok. Jangan Jakarta kembali menjadi si  Buruk Rupa. Saatnya Lenggang Jakarta melenggang meraup untung. Buktikan Jakarta hebat, Jakarta bersih, Jakarta siap lahir batin menjadi tuan rumah Asian Games.

 

Selamat menyambut Asian Games, Lenggang Jakarta!!

Sumber : www.anakbetawi.com

 

Loading...

About Dan Setiawan

Dukung Jokowi dua periode. email : danangstwn33@gmail.com FB : Danang Setiawan

Check Also

120 Hari Jelang Bebas, Ini Tiga Amunisi Yang Dipersiapkan Ahok…

Tidak berlebihan rasanya jika kubu sebelah begitu khawatir akan kebebasan Ahok. Ketakutan itu bukanya tanpa …