Home / Budaya / Serial 227 Karya Ahok Yang Mencengangkan (1)- Lenggang Jakarta, Monas
Foto : Megapolitan kompas

Serial 227 Karya Ahok Yang Mencengangkan (1)- Lenggang Jakarta, Monas

Foto : Megapolitan kompas

Tidak terasa yah…225 hari lagi pak Ahok akan menghirup udara bebas…

Dan sebagai “pakar Ahok” sembari menanti beliau bebas, saya ajak pembaca untuk mengingat lagi apa saja sih karya pak Ahok untuk Jakarta..

Untuk yang pertama, saya akan memulai dari karya beliau : Wisata Kuliner Lenggang Jakarta, Monas.

Jakarta adalah salah satu tujuan wisata favorit bukan saja warga Jakarta, tetapi juga menjadi tujuan study tour dari sekolah-sekolah daerah-daerah dan bahkan wisatawan dari mancanegara. Setiap musim liburan, rombongan siswa siswi dari sekolah-sekolah banyak yang berdatangan ke Jakarta untuk studi wisata.

Dan obyek wisata yang hampir pasti menjadi sasaran pengunjung ketika datang ke Jakarta adalah kawasan Monas. Alangkah malunya kita sebagai tuan rumah jika kawasan Monas yang dikunjungi para murid untuk studi wisata tidak memiliki fasilitas yang bagus…

Lha inilah yang melatarbelakangi pak Ahok membuat Wisata kuliner Lenggang Jakarta di Monas.

Dulu sebelum ada lenggang Jakarta, Monas semrawutnya engga ketulungan. Disetiap pagar pintu masuk hingga ke sudut-sudut kawasan ini pedagang mangkal berjejer engga karuan. Parkir liar juga bertebaran mengambil badan jalan. Belum lagi “pedagang portable” yang berkeliling dengan membawa barang daganganya. Walhasil sampah sisa makanan berserakan dimana-mana.

Dimana pintu masuk Monas? Bebas, dimana anda parkir, disitu anda bisa bebas masuk. Pagar besi pun dicopot-copotin agar muat badan orang dan bisa untuk akses masuk. Bukan kreatif, ini mah Kere-aktif…

Tetapi tidak lagi sekarang. Pintu masuk hanya satu, yaitu melewati gate Lenggang Jakarta di jalan Merdeka Selatan bekas lapangan IRTI Monas. Di desain sesuai dengan budaya Jakarta. Hiasan ondel-ondel sengaja ditampilkan untuk untuk menunjukkan kebudayaan khas ibukota Jakarta. Beliau memang sangat peduli dengan kebudayaan Jakarta.

Jadi sekarang, setiap wisatawan yang hendak berkunjung ke Monas, mau tak mau haru lewat Lenggang Jakarta. Begitu juga dengan akses keluar.

Dihadang aroma sosis bakar, masakan Padang, coto Makasar, soto Bogor, bakso, mie ayam, gudeg Jogja dan aneka jenis kuliner Nusantara lainnya, perut pasti keroncongan, lidah bergoyang, mau tak mau dompet keluar dari kantong untuk menikmati aneka makanan dan minuman yang ada disana.

Soal rasa, tak usah khawatir. Pedagang disana sudah mendapatkan pelatihan kulinari dari chef-chef ternama. Jadi kalau sekarang ada pelatihan OK-OCE, tanpa bermaksud menyindir bang Sandiaga, pak Ahok sudah lama memberlakukan itu, sejak tahun 2015 lalu.

Dan bagi wisatawan yang berasal dari daerah lain pun bisa membeli oleh-oleh cinderamata disana. Mulai dari pernak-pernik Monas, aneka desain baju, hingga lukisan dan hiasan juga dijual disana.

Harganya pun ekonomis, enggak bikin dompet meringis. Rata-rata hanya 15-45 ribu rupiah per porsi untuk makanan dan 10-100 ribu untuk cinderamata. Pembayarannya pun sudah sangat modern yakni sistem non tunai atau E-money.

Mengapa harus non-tunai? Inilah alasan pak Ahok yang membuat saya bangga sama beliau, supaya bisa kelihatan uang keluar dan uang masuk atau arus kas. Dengan begitu, para pelaku UMKM bisa mengajukan kredit dengan mudah ke Bank. Jadi jika OK-OCE tidak menjanjikan modal melainkan difasilitasi atau diarahkan ke bank-meskipun janji kampanye jelas : DIMODALIN-, pak Ahok malah sudah melakukan itu jauh-jauh hari sebelum pilkada. Maaf sekali lagi ya bang Sandiaga…

Selain itu, E-money juga untuk mencegah pemalakan atau pungli daripada preman Ibukota. Wah…ternyata, jauh sebelum ada keberpihakan ala Anies, pak Ahok sudah menunjukkan keberpihakanya yang nyata. Yah…mau gimana lagi, terpaksa menyinggung pak gubernur Anies lagi deh…

Mulia sekali yah bapak yang satu ini…Berkat pak Ahok, sekarang kami tidak malu lagi menyambut wisatawan dari daerah bahkan mancanegara yang berkunjung ke Monas.

Kami tidak akan pernah melupakan karyamu, pak Ahok!

Semoga Lenggang Jakarta tetap langgeng. Jakarta tetap baik dan semakin baik…

 

Selamat menikmati karya warisan pak Ahok!

Loading...

About Danang Setiawan

Resah politik,berdiri untuk bangsa.Ingin menjadi bagian Jokowi membangun Negri. Info,sharing,masukan WA ke : 081319452965 atau email : danangstwn33@gmail.com

Check Also

Kado Ahok Untuk 100 Hari Kepemimpinan Anies-Sandi di Jakarta

Memperingati 100 hari kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno yang baru lewat beberapa …