Sri Mulyani Ungkap Rencana Pemulihan Ekonomi Usai Covid-19

14
SHARES
64
VIEWS

Indovoices.com-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah terus berupaya menyusun strategi untuk pemulihan ekonomi usai pandemi virus korona (covid-19). Pemerintah tak hanya melihat masalah kesehatan yang timbul, tetapi juga tekanan dari sisi sosial ekonomi di masyarakat.

Menurut dia, pemerintah akan mengambil kebijakan yang terukur disesuaikan dengan data penanganan masalah covid-19. Pemerintah mempertimbangkan antara kebutuhan tetap menjaga kesehatan masyarakat, namun di sisi lain bisa memberi ruang untuk interaksi sosial ekonomi untuk new normal.

“Artinya Pak Presiden pasti melihat seluruh langkah aspek tadi dan melihat bagaimana data untuk penanganan penyebaran covid untuk bisa dilihat apakah ada kemungkinan-kemungkinan untuk melakukan tindakan yang bisa menyeimbangkan,” kata dia dalam video conference di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.

Baca juga:   Pemerintah Segera Putuskan Nasib WNI FTF di Sejumlah Negara

Dirinya menambahkan beberapa negara di Eropa juga tengah mempertimbangkan berbagai langkah guna merespons perkembangan covid-19 di masing-masing wilayah. Baik Jerman, Inggris, Prancis, Italia, dan Spanyol tengah mempertimbangkan untuk penerapan ‘new normal’ di masyarakat.

Sementara di Indonesia, berbeda kajian soal pemulihan ekonomi dan sosial yang bisa dilakukan mulai awal Juli hingga Agustus. Meski baru sebatas kajian, pemerintah berencana mulai membuka kegiatan bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

“Itu salah satu yang akan dikaji. Termasuk berbagai KL (kementerian/lembaga) yang punya kompetensi untuk melihat dari semua aspek secara seimbang. Kesehatan, keamanan masyarakat, kegiatan sosial dan aspek ekonomi,” jelas dia.

Baca juga:   Jaga Semangat Persaudaraan

Dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Sri Mulyani mengaku terus melakukan koordinasi mengenai kebijakan apa yang perlu diambil. Langkah bersama dari pemerintah bersama otoritas moneter dan keuangan diharapkan mencegah dampak negatif di sistem keuangan.

“Jadi meski secara mandat lakukan rapat berkala, tapi kami lakukan pertemuan jauh lebih sering untuk monitoring dan sama-sama exchange notes view information sehingga bisa rumuskan bersama dalam KSSK untuk menjaga stabilitas sistem keuangan,” pungkasnya. (msn)

Next Post

Leave a Reply

Indovoices Apps

Berlangganan

Daftarkan emailmu untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru Indovoices.com melalui email

Join 1,242 other subscribers

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.